Galau

Siang tadi di sebuah warung soto saya melihat seorang laki-laki kacamata berjaket hitam duduk dipelataran warung ditemani segelas kopi hitam. Dari mulutnya keluar kepulan – kepulan asap rokok yang ia hisap. Sesekali ia bersandar, sesekali condong memperhatikan HPnya. Dari tempat saya berdiri terdengar HP laki-laki itu memutar instrumetal dari lagu “Love Story” berulang – ulang. Sesekali ia menerawang, seakan tak peduli puluhan kendaraan yang terparkir di depannya, tak memperdulikan hilir mudik kendaraan. Hanya melamun dan menikmati alunan Love Story.

Saya tersenyum dan berkomentar, galau kok siang – siang ya…

Belakangan ini marak sekali istilah galau, baik di dunia maya maupun dalam percakapan sehari – hari. Ketika seorang kawan bertanya kepada saya apa sih galau itu saya juga bingung mendefinisikannya, apalagi mencari padanan katanya.

Galau itu apa ya? semacam gundah gulana ya barangkali. padahal perasaan menggalau itu bukan perasaan baru. Sejak zaman lampau rasanya saya pernah mengalami dan sering merasakan, dan pastinya juga yang lain. Tapi berhubung kala itu kata galau tidak populer, ya tidak disebut galau.

Kalo menggunakan definisi saya, galau itu kondisi dimana perasaan kita tak menentu. Seringnya adalah tak menentu karena sesuatu yang samar atau sulit di definisikan. semacam uring2an yang tak tau pemicunya, namun bukan jadi cerewet marah2 tetapi menyendu, melamun, menikmati pedih hati dalam2, meresapi rindu diam2, mengangankan keberadaan seseorang yang tak terucapkan,dsb.

Continue reading

Advertisements

Lebaran Jadi Dua

wah lambat banget ya cerita tentang lebaran sekarang, sementara Syawal aja mau habis.Tapi saya tetep deh mau cerita tentang lebaran tahun ini yang sumpah jadi lebaran paling gak biasa 🙂

Awalnya saya dan keluarga juga masyarakat sekitar saya berkeyakinan lebaran akan jatuh di hari Selasa, 30 Agustus sebagaimana tercantum di kalender. Sepanjang saya ingat memang kalender tidak pernah meleset, saya pasti akan berlebaran sesuai jadwal di kalender. Namun tahun ini ternyata tidak demikian, lebarannya mundur. bener2 luar biasa deh 🙂

Hari Senin yang kami kira malam takbiran, mamah saya sudah masak besar. seperti biasa, malam buka puasa terakhir biasanya ketupat, rendang, opor dan segala hidangan lebaran sudah matang. Kami pun berbuka dengan hidangan lebaran sesuai rencana. Tapi tidak sesukacita biasanya karena harap-harap cemas menanti sidang isbat yang konon tersiar kabar lebaran akan bergeser ke hari lusa.

Continue reading

Berlebaran

lebaran

tulisan ini saya tulis malam takbiran lalu. saya tulis dari tengah malam, tapi malah tertidur menjelang subuh tanpa sempat mempbulishnya 🙂

Bogor, 31 Agustus 2011

sudah memasuki tanggal 1 Syawal 1432 H artinya hari ini saya dan keluarga merayakan lebaran hari ini. Lebaran memang berulang setiap tahunnya, suasananya pun relatif sama. Namun entah bagaimana rasa sukacitanya tidak pernah berkurang sedikitpun.

Gaya berlebaran masing – masing daerah bisa jadi tidak sama, sesama satu daerah pun tidak bisa dipastikan berlebaran dengan gaya yang sama. ada keluarga yang mungkin memilih berlebaran dengan sederhana tidak berlebihan, ada yang mungkin berlebaran dengan semangat walau tidak melewati batas berlebih-lebihan, bisa jadi juga banyak yang berlebaran dengan “heboh”.

Yang jelas saya lebih suka menyebutnya semangat lebaran, dan semangat itu tidak hanya bisa diartikan dengan banyaknya uang yang kita keluarkan utuk mendanai hari raya. Antusiasme tidak melulu dilihat secara materi. Dan saya yakin kita punya cara masing – masing menunjukannya tanpa bermaksud dengan sengaja membuat orang lain iri.

Continue reading