SPLIT – Saat Kau Memiliki 23 Kepribadian berbeda dalam 1 Tubuh 

Semalam gue iseng cari tau tentang Dissociative Identity Disorder (DID) hanya karena gak sengaja liat istilah itu lewat di wall Facebook gue. Menyasar ke sebuah forum, ke ulasan yang ditulis oleh orang lain hingga ke beberapa video yang disebar di youtube.

Jika gangguan seperti  bipolar, depresi bahkan schizophrenia yang lebih familiar dalam perbincangan kita sehari – hari , namun tidak dengan DID yang mungkin juga baru kita denger istilahnya. DID bukan hanya gangguan terjadinya kepribadian ganda yang terjadi pada seseorang. Menurut yang gue baca penderita DID bisa memiliki belasan, puluhan bahkan ratusan kepribadian yang berbeda dalam satu tubuh yang dimilikinya.


Jika melihat bagaimana seseorang berubah menjadi pribadi yang lain dari gaya, bahasa hingga bahasa tubuhnya wajar jika orang awam tidak mampu membedakannya dengan kejadian kesurupan. Kepribadian berbeda pada diri pengidap DID bukan hanya berbeda karakter,bahkan perbedaan itu bisa berupa perbedaan gender, ras, hobi dan keahlian hingga bahasa.

Penyebab seseorang terkena DID katanya bisa dari trauma masa kecil. Karena ketika seorang anak  mengalami penderitaan tidak seperti orang dewasa yang memiliki daya tahan yang lebih baik entah itu dari kemampuan melindungi diri sendiri atau menyelesaikan penderitaan, anak – anak akan mencari caranya sendiri untuk bertahan. Satu di antaranya adalah berpikir bahwa dirinya adalah orang lain. Seseorang yang berbeda dan jauh dari situasi yang sedang dialami.

Belum selesai gue membaca mengenai DID, sementara gue butuh minum sejenak setelah menonton sebuah video bagaimana satu orang bisa berubah ubah pribadinya, seorang teman di facebook memberikan gue link untuk menonton sebuah film berjudul Split.

Split sebuah film yang menceritakan tentang seorang pria dewasa yang belakangan kita ketahui bernama Kevin memiliki hingga 23 Kepribadian dalam tubuhnya. Film dimulai dari bagaimana Dennis (karakter lain Kevin) menculik 3 gadis remaja (Casey, Claire, Marcia)  dari sebuah parkiran lalu menyekapnya dalam sebuah ruangan bawah tanah.

Gak gitu jelas juga apa tujuan Dennis menyekap mereka karena juga kemudian kepribadian yang berubah – ubah juga berbeda memperlakukan ketiga gadis yang diculik tadi. Barangkali alasan awal bisa disimpulkan dari percakapan Dennis dengan Dr. Fletcher seorang psikiater tempatnya berobat masalah DID nya bahwa Dennis menyukai gadis2 menari erotis.

Perubahan sikap dan kepribadian membuat ketiga gadis bingung manusia macam apa yang mereka hadapi. Dari ke 23 karakter Kevin setidaknya ada beberapa yang dominan muncul dan tergambarkan dalam film. Dennis, Patricia, Bary dan Hedwig. Dan yang terburuk muncul di akhir film sebagai karakter paling buas dan menakutkan.

Pake latar di ruang2 bawah tanah, film Split lumayan bikin orang yang penakut kayak gue mulai ikut tersekap. Kamar2 terkunci jauh dari jendela, lorong 2 penuh pipa dan ruangan-ruangan lembab bikin seakan kita jauh dari jangkauan orang lain. Beruntung sesekali muncul adegan Dennis ketemu Dr. Fletcher atau adegan flashback Casey ke masa lalunya bikin kita sesekali ikut liat dunia luar.

Setiap kita punya caranya sendiri2 menghadapi sebuah kejadian. Film Split juga menunjukkan bagaimana 3 gadis tadi menghadapi rasa takutnya. Tidak seperti 2 gadis lainnya yang over reaktif, Casey cenderung lebih tenang dan berusaha menggunakan akal dan nalurinya untuk bertahan. Di dalam perjalanan filmnya kita dikasih tau bahwa bukan hanya Kevin yang punya trauma masa lalu karena kekerasan ibunya hingga dia mengidap DID, Casey pun produk luka2 masa lalu pada seorang anak. Film ini seakan menunjukan bahwa seorang gadis yang pernah menderita jauh lebih mudah survive dibandingkan dua lainnya.

Sedikit disimpulkan di akhir film, bagi Kevin anak yang tidak pernah menderita adalah sebuah keanehan. Sehingga ketika melihat bekas luka di tubuh Casey, di situ juga Casey terselamatkan dari kepribadian paling buas. Seseorang yang mengalami penderitaan paling mengerti seperti apa rasanya menderita yang dialami orang lain. Setidaknya orang-orang yang mengalami hal serupa seakan berada di pihak yang sama.

Film yang menarik, terutama untuk orang yang menyukai dunia psikologi. Betapa dari sekian banyak keunikan kita, sisi psikis manusia begitu kompleksnya. Bentukan masa lalu bagaimana seseorang tumbuh dan berkembang, bagaimana seseorang diperlakukan lingkungan sekitar dan bagaimana seseorang terbentuk menjadi kuat atau sebaliknya untuk mencerna dan mengolah setiap kejadian dalam hidupnya.

Setiap kita memiliki peran dalam membentuk diri kita maupun orang lain . Interaksi satu sama lain nya saling membangun akan menjadi orang seperti apa kita dalam kehidupan sehari – hari. Pelajaran kuat bahwa apapun yang kita torehkan dalam hidup orang lain dan apapun yang kita biarkan memengaruhi diri kita, akan membentuk seperti apa kita dan orang lain di hari esok.

Maka mari bijaksanalah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s