Girls Day Out

Anti, Amy n Devi

Anti, Amy n Devi

Awal tahun 2015 sesuai rencana yang disusun jauh – jauh hari, gue janjian jalan ama  Amy, Anti dan Devi. Berhubung sebelum – sebelumnya susah banget dapet jadwal ketemu barengan akhirnya terpilihlah tanggal 1 Januari 2014. Berbekal tekad kalo rencana jalan hari ini harus jadi, hujan deras pun semua mesti berangkat. Gak terkecuali si Devi yang abis kecopetan sehari sebelumnya di stasiun kota dan konon gak pegang uang cash. huhuhu *puk puk Devi*

Janjian jam 11 siang di Midori resto makanan Jepang yang berlokasi di jl. Pajajaran gak jauh dari rumah gue. Gak lama gue sampe, gak lama gerimis turun. Sambil nunggu Amy yang baru nyampe tugu  kujang gue liat – liat buku menu di meja deket jendela yang gue pilih.

Continue reading

Mari Kita Ke Nanggung

Hari Jumat ini, saya diajak rekan kantor saya mengunjungi salah satu gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di Desa Malasari dalam suatu kegiatan pembinaan. Malasari secara administratif masuk ke wilayah Kabupaten Bogor tepatnya Kecamatan Nanggung yang berbatasa dengan Lebak dan Sukabumi dan berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun.

Berangkat dari kantor sekitar pukul 8 pagi dan berkumpul dengan rekan lain di Leuwiliang saya sudah mendapatkan peringatan dari beberapa orang bahwa lokasi yang akan saya kunjungi cukup jauh dan medannya cukup berat untuk motor yang boncengan. Mata saya pun melirik anggota rombongan lain dan menatap motor mereka satu per satu. Cuma saya yang boncengan karena saya kan gak bisa pake motor huhuhu.

Continue reading

Berkunjung Ke Kampung Ramah Lingkungan “Nusa Indah”

image

Hari ini saya bersama lima rekan kerja di kantor mengunjungi suatu kampung di daerah Klapanunggal – Kabupaten Bogor. Kampung yang berada tidak jauh dari keberadaan pabrik semen terkenal ini disebut sebagai kampung ramah lingkungan karena warga kampung ini mengisi dan menghiasai pekarangan rumah-rumah mereka dengan tanaman sayur mayur.

Pukul 9.00 WIB sesuai perjanjian di awal saya bertemu dengan kelima teman lainnya di sebrang sebuah toserba di kawasan Cibinong. Saya, Desri, Nova, Kiki, Ati dan Teh Ani dari Cibinong lanjut meluncur ke pemberhentian selanjutnya dimana kami akan dijemput oleh PPL setempat ke kampung tujuan. Menggunakan 3 motor (saya, Desri dan Ati dibonceng karena gak bisa bawa motor huhu), saya udah pasrah dari awal meluncur ke arah cibinong citeureup dan sekitarnya untuk bertemu terik matahari, jalanan panas dan debu jalanan. Sekaligus memasrahkan diri ama yang bonceng dan Teh Ani sebagai ketua rombongan moga saya gak mereka culik lalu dibuang di jalan karena saya gak akan tau jalan pulang hahaha.

Continue reading

Berarung Jeram di Sungai Elo Magelang

arung  jeram @ sungai elo

arung jeram @ sungai elo

Pertengahan pekan ini saya bersama rekan – rekan dari kantor tempat saya bekerja rafting di Sungai Elo Magelang. Mengikuti rangkaian acara kantor awalnya saya gak berpikir untuk ikut2-an ngejajal rafting yang memang masuk ke salah satu agenda kami. heloooo…saya ini ruang nyamannya sempit. aktivitas – aktivitas dengan alam yang cukup menegangkan gak pernah masuk ke list to do saya. jangan kata alam, permainan dunia fantasi aja saya pemilih. ya, saya bukan seorang pecandu adrenalin. Tapi ketika rombongan kami masuk ke kawasan resto Orangutan Magelang yang merupakan resto yang menjual paket wisata rafting ini hati saya sedikit tergerak. hmmm sebenernya bukan tergerak, tapi terpojok. Terpojok ego dan penasaran. Ego melihat peserta rombongan yang jauh lebih tua tampak gak ragu pasang jaket pelampung dan helm, ego liat temen yang kurang sehat pun maksain diri, ada sejumput rasa penasaran yang takutnya saya merasa tersiksa kalo gak dipenuhi. sambil gak yakin pun saya akhirnya memilih salah satu jaket pelampung, helm dan dayung lalu pergi berbaris dan mendapatkan kelompok. Continue reading

Kebun Binatang Bandung

image

Sabtu 2 Februari 2014 kemarin gue setelah belasan tahun gak pernah masuk lagi ke dalam kebun binatang Bandung di Balubur Bandung, akhirnya gue masuk lagi ke dalem. Walau rutin ke Bandung setiap tahunnya, tapi gue lupa kapan persisnya terakhir kesini.

Sabtu pagi2 gue dan keluarga berangkat dari Bogor ke Bandung. Tujuan utama adalah menghadiri pernikahan salah seorang sepupu anak adiknya alm bapak saya. Kebetulan memang dari bulan Desember gue kangen ama Bandung. Rindu ke alm bapak yang genap 2 tahun wafat. Rindu suasana di tengah keluarga besarnya.

Continue reading

Berpetualang ke Kebun Teh Cianten – Kabupaten Bogor

image

Hari Sabtu kemarin saya, mamah, keponakan kecil (Rafa, 2,5th), sepupu (Nadia 3SMA dan Nunu 1SMA) plus bibi saya berkunjung ke rumah kakak laki2 saya di Desa Ciasmara – ParaBakti Kab Bogor. Walau kakak laki-laki saya adalah pegawai negeri sipil di kawasan Pemda Kabupaten Bogor di Cibinong, dia tinggal sejauh ini karena kebetulan kakak ipar saya adalah seorang bidan desa di puskesmas setempat.

Lokasi Desa Ciasmara sendiri kira2 sekitar 2,5 jam dari rumah saya di tengah Kota Bogor. Melewati kampus IPB ke arah Leuwiliang, sesampainya di pertigaan belokan cemplang kami berganti angkutan umum ke arah kiri hingga tiba di Puskesmas Ciasmara.

malam itu kami menginap disana. Malam itu hujan turun dengan derasnya. Suasana dingin lengkap ketika obrolan dilengkapi oleh gorengan dan teh panas. Pagi2 kami pun berjalan kaki melihat-lihat sekitar mencari sarapan pagi.

Continue reading

FESTIVAL BUNGA DAN BUAH NUSANTARA – IPB

image

Hari ini hari pertama penyelenggaraan Festival Bunga dan Buah Nusantara yang diselenggarakan di halaman kampus IPB Baranang Siang. Sebelumnya saya tau akan ada kegiatan ini ya dari twitter dan juga spanduk besar yang dipampang di kampus IPBnya sendiri.

Kebetulan hari ini ada waktu, saya pun janjian dengan Juwita temen saya untuk melihat-lihat. Festival bunga dan buah? Di bayangan awal sih ketebak deh pasti isinya bakal stand2 bunga, buah2an dan sayur mayur. Mungkin juga ada yang jual makanan, atau bibit2 tanaman. Gue datang dengan baca mantra : “GAK BOLEH BELI ANGGREK SEKALIPUN NAKSIR”. Maklum, anggrek di rumah aja gak keurus semua.
Continue reading

Tas Kantong Lipat

image

Kawan saya di kampus tempat mengajar, Mbak Fana pernah mengajak saya ke giant supermarket selepas kami membeli beberapa barang. Saya lupa membeli apa, tapi sepertinya buku2 dari gramedia.

Berhubung teman yang satu ini pulangnya ke Jakarta dan naik bis, menenteng beberapa plasti belanjaan tentu lah merepotkan. Ternyata dia beli tas kantong keluaran giant untuk jadi kantong belanjaan tadi.

Besok2nya saya sempat beli satu saat pergi sendirian. Kantong2 tambahan sepertinya bermanfaat jika selalu berada di dalam tas kita. Menjaga kemungkinan ada barang bawaan tambahan ketika berpergian.
Continue reading

Menganalisa Tulisan Tangan

image

Hari Selasa lalu tepatnya pas libur hari nyepi, 12 Maret 2013 saya mengikuti satu sesi yang ditawarkan oleh Deborah Dewi (Graphologist Indonesia – akun twitter @deborahdewi) untuk mengikuti analisa tulisan tangan. Berhubung saya memenuhi syarat untuk dapat ikut serta yaitu berusia 25 – 35 tahun dan pengguna salah satu merk smartphone saya pun mengajukan diri dengan mengirim email.

Tak lama email pun berbalas dengan datangnya sebuah form isian yang satu diantaranya adalah kolom dimana kita harus menulikan tulisan tangan kita. Saya pun melengkapi form tersebut dan mengirimkannya kembali hingga saya akhirnya mendapatkan konfirmasi salah satu seat dalam sesi itu adalah milik saya.
Continue reading

Perjalanan Ke Desa Cidugaleun Tasikmalaya (2)

image

Malam selepas kami tiba, kami beristirahat di satu rumah cukup besar yang sudah dipersiapkan oleh keluarga pengantik wanita. Sebagian sibuk merapihkan barang bawaan, sebagian sibuk mencari makanan, sementara saya sibuk girang karena ternyata disediakan TV dengan gambar jelas sehingga saya tetap bisa nonton sinetron “Tukang Bubur Naik Haji”. Kami makan bersama malam itu, berganti pakaian dan bersiap tidur. Di kawasan desa itu sinyal telepon muncul dan tenggelam. XL, indosat di HP saya ilang sinyal. Beruntung saya membawa HP berkartu telkomsel, jadi saya masih bisa internetan. Itu pun sedikit bergerak kesana, bergeser kemari. Demi…demi online 🙂 Malam itu hujan deras. Beruntung kami tiba lebih awal. Sebagian besar udah tidur hanya para pria saja yang duduk2 di teras depan. Saya juga duduk-duduk menjemput sinyal. Daerah desa mungkin dimana-mana begini. Malam baru pukul 22.00 jalanan sudah senyap. Sama aja sih sebenernya pembedanya hanya penerangan di luar rumah minim sekali. Kalo ada perlu apa2 semalam gini gimana ya? 🙂

image

Hujan sampai subuh, cuaca semakin dingin. Saya harus merelakan jaket tebal dan selimut tebal saya dipakai sepupu yang kurang sehat. Pagi2 kami menyantap pop mie bawaan kami sambil menikmati pagi dengan teh panas. Wah enak ya suasananya. Saya juga sempat berkeliling desa sejenak. Senyap, sepertinya semua orang masih di atas kasur. Hujan pagi makin deras. Beruntung menjelang acara hujan mereda. Duh saya sebenernya suka suasana tenang desa macam ini. Disapa seorang ibu dari pintu dapurnya, mengintip dia sedang memanaskan sesuatu diatas tungku dan melihat asap mengepul keluar dari genting di atas dapur. Pertanda pagi itu di dapur si pemilik sedang berkutat dengan tungku dan kayu bakarnya.

image

Pepohonan basah, bunga2 sederhana yang tumbuh di pekarangan, kolam2 ikan yang permukaan airnya dipercik air hujan, senyap. Suasana pas untuk tidur kembali bukan? Tapi saya gak memilih tidur. Berhubung saya tamu saya memilih untuk berkeliling dan sesekali mengabadikan yang saya lihat dengan kamera HP saya.

image

Dan saya menemukan ini di sisi kolam. Pohon nanas! Duh andai udah matang, saya ingin mencoba memetiknya setelah minta izin. Maklum, saya jarang memetik buah2an langsung dari pohonnya 🙂 Acara pernikahan hari itu selesai. Kami pun kembali ke tempat kami menginap. Merapihkan bawaan kami dan membersihkan rumah sekalipun pemiliknya melarang. Setengah jam sebelum dzuhur kami berangkat kembali menuju Bogor. Deg-degan lagi karena akan melewati jalanan semalam. Wah ternyata gelap semalam itu menyembunyikan pemandangan indah. Kiri kanan hamparan sawah dan kebun juga gunung. Jauh dari kesan menakutkan. Cuma tetap saat akan melewati sungai saya memilih turun dan berjalan kaki. Dan rasanya mantap! Jauh lebih buruk dari tetap berada di dalam mobil. Capek.

image

Sepanjang jalan saya mengagumi pemandangan alam yang kami lewati. Gak takut seperti semalam. Tak lama tiba deh kami di Singaparna dan mulai menyusuri jalan menuju Garut. Di kawasan Garut kami melewati jalanan baru di sisian tebing gunung, terowongan membelah gunung. Wah saya pertama kali melewati jalan ini. Waas sekali. (* Waas , bahasa sunda) Kami pulang melalui jalur puncak. Alhamdulillah semua lancar di jalan walau sesekali kami istirahat untuk makan dan sholat. Jam 21.30 pun kami tiba di rumah. Ini perjalanan yang menyenangkan. Melihat hal-hal yang sehari-hari gak saya lihat. Sampai ketemu Desa Cidugaleun..mohon maaf kalo gak nyaman liat saya foto sana foto sini 🙂