Aku dan Puasa

children_heaven Menyebalkan, mungkin itulah kesan dulu  ketika saya kecil belajar berpuasa. Kala itu saya masih tinggal di rumah nenek. Kami sekeluarga dengan 2 orang saudara ibu saya yang belum menikah. Alahsil, sayalah cucu paling kecil di keluarga nenek saya, dengan badan sehat berisi dan gempal..(tidak terlalu gemuk maksud saya). Aktif, bandel, bebas bermain diluaran rumah, banyak kegiatan sekolah, mengaji dan bermain.

Di kala itu, sama seperti kedua kakak saya maka wajib bagi saya untuk mulai belajar berpuasa. Entah mulai kapan saya akhirnya berhasil puasa hingga satu hari penuh, yang jelas masih teringat bagaimana saya membuat pusing orang di rumah.

Sehabis shaur, biasanya saya sholat subuh di mesjid dengan temen2 sebaya lalu melanjutkannya dengan jalan2 pagi yang biasa kami sebut “SEPOR”. Mungkin itu dari kata SPORT yang artinya kami berolahraga jalan kaki pagi2. Seru sekali suasana sepor zaman saya dulu, jalanan begitu riuh dan gaduh dengan para remaja juga anak – anak yang jalan pagi, main petasan, sepeda atau hanya sekedar beputar – putar dengan riang. Saya bahkan suka jalan hingga lebih dari 1 km dari mulai langit gelap hingga langit terang.

Continue reading

Advertisements

Sholat Tarawih Berdua

sahabat Ini malam tarawih pertama di bulan Ramadhan 1430 H. seperti biasa, seperti ditahun – tahun sebelumnya saya tarawih dalam kondisi lelah karena hari ini masih ada beberapa tanggung jawab pekerjaan yang harus saya kerjakan hingga petang.

Setibanya di rumah sore tadi, saya bersantai sejenak, bercengkrama dengan keluarga, tidak lupa menegur ibu saya yang sedang menyiapkan berbagai masakan di meja makan. Dengan sedikit rasa lelah, pergilah saya ke mesjid ketika adzan waktu shalat Isya dikumandangkan.

Tarawih dibulan Ramadhan selalu berhasil mengingatkan saya kepada masa lalu , mungkin tahunan bahkan belasan tahun lalu. Kenangan yang mengantarkan saya kepada waktu dimana saya yang belia bergaul dengan riang bersama kawan2 sebaya di bulan Ramadhan.

Kami berteman berenam sejak kecil..sejak usia kami mulai mengerti apa itu main bersama. mungkin ketika kami masih terbata- bata belajar berbicara. Salah satu dari teman saya itu adalah kakak kandung saya sendiri yang terpaut 1 tahun.

Jika kembali ke masa itu, saya akan teringat sesaat setelah berbuka puasa saya akan berlari keluar rumah mendengar suara teman2 yang memanggil. lengan sibuk memegang makanan juga mukena ditambah sejadah. Kami berlari menuju mesjid untuk mendapat posisi paling nyaman menurut kami, biasanya adakah posisi yang cukup jauh dari nenek2 kami yang akan marah2 jika kami ribut.

Banyak hal yang mengingatkan pada masa itu..kami selalu bermain air ketika mengambil whudu hingga baju basah. Salah satu kawan saya bahkan selalu mengatakan ia kentutdan menjadikan itu alasan untuk kembali ke tempat wudhu. Masih orang yang sama, ia selalu melambatkan shalatnya..sehingga ia bisa menggodai kami. Dari mulai mendorong kami ber-5 dari ujung hingga posisi ruku roboh, atau mengangkat mukena kami ketika kami sujud, dan terbangun tanpa mukena yang sudah terlepas.

Nakal memang, bandel saya akui..makanya kami selalu menjauh dari nenek2 kami yang galaknya bukan main itu. keceriaan masa anak – anak dikala Ramadhan. Sungguh merindukan saat kami bubar tarawih, melompat – lompat girang menemani temen2 laki2 yang bermain bedug mesjid, beriringan ramai ke warung2 yang menjual jajanan khas Ramadhan, atau sekedar menonton kakak2 kami bermain petasan.

Malam ini, saya sholat hanya berdua dengan kakak perempuan saya. Tersisa dua dari 6 orang pada awalnya. sayu kawan saya sudah dipanggil yang kuasa 2 tahun lalu, 1 lagi sedang terbaring sakit ditengarai leukimia, 2 lagi sudah menikah dan hidup berjarak dengan kami.

sungguh rindu keriangan masa belia. masa anak2 dan remaja di bulan Ramadhan. Selalu indah nian bulan suci ini..teman2, saya merindukan masa2 kita berRamadhan bersama. dimanapun kalian berada, semoga kita senantiasa saling mengingat dan dalam keadaan yang terbaik yang pantas kita raih. amin.

MET RAMADHAN SEMUANYA