Belahan Jiwa

soulmate

Rasa sayang tak selamanya selalu diwujudkan dengan kebersamaan sejati

seseorang mengatakan pada saya kalimat diatas beberapa waktu yang sudah lalu. kebersamaan sejati itu apa?

Kebersamaan sejati mungkin saling menyentuh tubuh, mendapati dirinya tidur disisi kita saat kita bangun pagi. Bercengkarama ketika diluar turun hujan, menemaninya menonton televisi sementara saya  melahap setiap halaman buku yang sedang saya baca? mendapatinya menggenggam tangan kala saya menyebrang atau menyadarkan kepala dibahunya yang kuat saat saya merasa lelah. memeluk saat salah satu merasa resah.

Mungkin kebersamaan sejati itu tidak akan terjadi diantara saya dan dia. Tidak akan ada duduk bersama di suatu sore menertawakan tayangan lucu di televisi. Tak akan pernah melihat punggungnya disuatu malam datang menjemput saya untuk pulang ke rumah. Apalagi duduk bersama dan bertanya apakah ia sudah lapar dan hari ini sedang ingin makan apa.

Continue reading

I Hate Bad Ending Stories

Sign

Sore tadi saya menamatkan satu drama korea berjudul “sign” yang dibintangi oleh Park Shin Yang. Drama agak gelap misteri dan mengajak kita berfikir memang. Udah lama saya tidak menonton drama genre gini. Namun saya memilih menontonnya juga. Pertama, drama korea berlatar medis tidak pernah mengecewakan efek2 serta art2 setiap adegannya. Kedua, Park Shin Yang si aktor kawakan sebagai pemeran utama lumayan sebagai penjamin drama ini akan bagus.

Dan sialnya drama ini bad ending 😦

Lumayan lama saya menjauhi atau sekedar menunda menonton drama2 yang berakhir kurang menyenangkan dari sudut pandang saya. Drama semacam ini seringkali membuat kita hancur hatinya di ujung cerita. Sedih tak terelakan dan kondisi buruk yang tak terselamatkan.

Drama korea belakangan sebenernya lebih banyak berkisah di genre komedi, kekuasaan atau konflik keluarga besar. Sudah mulai jarang drama korea yang memancing air mata darah seperti misalnya kita dapati si pemeran wanita mati karena kanker, atau si pria buta atau pun kematian diakhir cerita akibat sepasang kekasih tertabrak dan salah satunya mendonorkan jantungnya.

Saya tidak banyak menonton genre2 sedih semacam itu. Adapun hanya sekitar satu atau dua dan itu menguras air mata saya bahkan menangis terus padahal ada di angkutan umum.

Continue reading

Forever Young

tangan dan jemari

Saya sering melamun memperhatikan jemari tangan sendiri. Sekalipun sebenernya yang paling memprihatinkan adalah perut yang kian membuncit, namun rasa2nya saya jauh lebih khusyuk dan seksama saat memperhatikan jemari.

Konon katanya sekuat apapun seorang wanita berusaha tampak awet muda entah itu dengan operasi ataupun me-make up wajahnya, namun usia tidak mampu disembunyikan oleh jari jemari.

Bisa jadi ada wanita usia 50-an tampak awet muda namun tetap saja saat berjabat tangan usianya akan mudah terbaca dari kerutan tangan sekalipun wajahnya berkata lain.

Begitu pula saya, seringkali menanyakan berapa usia saya saat ini justru dengan menatap jemari. huks huks… berharap kerutan itu masih lama datang, berharap elastisitas kulit ditangan saya bertahan lebih lama. *menatap jemari yang justru kegemukan* 🙂

Continue reading

Curhat

curhat sampe teler

Adakalanya seseorang butuh curhat sekedar meringankan apa2 yang ada di dalam hati dan pikirannya. Foto disebelah ini bukan seorang cewe yang lagi mabok atau nangis, ini foto saya memegang gelas bekas lemon tea panas. Teler setelah curhat selama 6 jam depan seorang teman *_*

Curhat sebenernya kependekan dari “curahan hati”. entah siapa yang memulai istilah itu yang jelas sejakmula mengerti apa itu berkisah dan bercerita yang berbau isi hati dan berbagi dengan orang lain, saya tau itu disebut curhat.

Saya sering menerima curhatan orang2 sekeliling saya, baik sengaja maupun tidak sengaja curhat. Ada yang ceritanya ringan, ada yang pelik bahkan ada yang butuh bantuan saya untuk menguliknya lebih dalam agar yang curhat sama saya sama2 berakhir lega. Saya pun sering curhat ke orang lain, setidaknya ada beberapa orang yang menjadi langganan tempat saya curhat.

Continue reading

Jangan Kemana – mana, Tuhan

sepatu baru

Tuhan, hari ini saya membeli sepasang sepatu baru. ajari saya mensyukurinya walau sepasang sepatu baru bukan hal istimewa. Tapi, ini hadiah untuk diri sendiri hari ini.

Jangan kemana – mana, Tuhan. Tetaplah sedekat hari ini, tidak jauh dari diri ini yang berdiri dengan sekuat tenaga menghadapi rasa takut yang berkelebat dalam diri

Ada banyak yang saya tak mengerti, ada ini itu yang saya cemaskan, ada pilihan2 yang orang lain buat untuk dirinya yang membuat diri ini sedih. Tetaplah disini, Tuhan. Disini saya berdiri dengan air mata yang hampir pecah dan lutut bergetar. Menggenggam sejuta keyakinan akan hadirMu. Jangan kemana – mana Tuhan, hari ini dan esok saya akan membutuhkanMu melebihi hari – hari yang sudah.

Continue reading