Berteman Dengan si Perfeksionis

Satu sore saya berbincang dengan satu murid saya yang masih duduk di kelas 2 SMA. Gadis yang belum juga beranjak usianya ke 17 tahun. Di sela-sela belajar yang bersangkutan tanya ke saya : “mba Dina, apa pendapat mba gimana tentang temen yang perfeksionis?”. Hmm saya diem dulu sambil mikir kalimat yang tepat.

“Saya rasa perfeksionis bisa baik bisa buruk. Baik dalam arti karena orang-orang perfeksionis tuh suka ngerjain sesuatu dengan baik, lengkap, sempurna dan rapih sesuai standar mereka. Buruk kalo ambisi mereka untuk sempurna bawa-bawa kita ikut ribet, jadi ngerepotin. Hehehe“. Begitu jawab saya.
Continue reading

Jiwa Yang terkunci

2 hari terakhir di rumah sakit, bapak saya mulai menunjukan perangai buruk. Bapak semakin mudah marah, kesal karena ini dan itu. Merengek dan sesekali bicara bernada tinggi terhadap orang lain.

Sepanjang saya tumbuh dan dibesarkan, bapak saya tidak pernah begitu. Bahkan memaharahi saya pun beliau bisa dihitung dengan jari. Bicara tidak pernah tinggi. Dia mungkin bapak tersantai yang saya kenal.

Saya berusaha mendalami perubahan sikapnya tersebut, bahkan seringkali bapak saya tidak menutupi kekesalannya kepada mamah dan kakak saya. Menurutnya kami tidak mengerti keinginannya. Bahkan di satu malam kakak laki2 saya bicara dengan bapak sambil menangis, kami harus bagaimana.

Saya mulai semakin memperhatikan kondisi psikologisnya dengan serius. Saya pun sedikit meminta mamah dan kakak saya agak sedikit rileks dan longgar, mundur sedikit untuk memberi ruang. Dan saya pun tidak beranjak selama 2 hari itu dari rumah sakit. Saya bicara sedikit-demi sedikit menggali apa yang mungkin bisa saya fahami.

Continue reading

Mutisme Elektif

silent

Dari sebuah buku yang saya beli kemarin lusa, saya membaca istilah Mutisme Elektif.

Selective Mutism adalah gangguan berkomunikasi dimana seseorang yang dalam hal ini lebih banyak anak – anak mampu, namun memilih tidak berbicara pada situasi – situasi tertentu ataupun orang – orang tertentu

Saya pun membeli buku itu karena isinya memaparkan kisah nyata penulisnya. Bukunya sendiri tidak terlampau tebal dan berat, pemaparannya pun saya lihat mudah saya fahami.

Setelah selesai membaca buku tersebut saya mencari lebih banyak tentang apa itu Mutisme Elektif. Semua ini karena semata keingintahuan saya akan istilah psikologi ini. Saya akan bagi apa yang saya dapat dari pencarian saya, tentu saja bukan sebagai acuan resmi bagi yang membacanya mengingat bisa jadi kefahaman saya tidak sempurna. Hal mendetail dan terinci mungkin lebih baik dicari tau kepada ahlinya.

Entah mana yang lebih tepat menyebutnya Selective Mutism atau Elective Mutism, yang jelas seseorang yang menyandangnya memiliki kesulitan berbicara pada waktu – waktu tertentu atau orang – orang tertentu. Bukan gangguan komunikasi seperti gagap atau bisu, bukan pula autisme. Mutisme Elektif lebih bersifat ketidakmampuan berkomunikasi yang disebabkan situasi sosial. penyandangnya bisa jadi amat diam di sekolah namun di lingkungan lain seperti rumah ia berkomunikasi secara wajar.

Continue reading

Bersedih di Muka Umum

sedih

Pagi ini dan juga hari – hari kemarin, cukup banyak saya mendapat sinyal atau pandangan bahwa sebagian orang sangat malas berhadapan dengan orang – orang yang bersedih atau bete2 terus. Mungkin bukannya tidak berempati, namun terlebih dikarenakan orang tersebut merasakan betapa moodnya itu tergeser dengan mendengar atau melihat mood2 busuk yang dialami sebagian orang lainnya.

seorang teman di facebook mengaku ikut merasakan sedih dengan status yang di share entah oleh temannya yang mana. Hingga keluarlah pertanyaan : “apa gue remove aja ya?”. bahkan mungkin ada orang – orang yang berharap hal – hal yang di share kepadanya di jejaring sosial hanya berisi hal – hal yang positif saja. Bisa jadi sekarang jika menyebar aura negatif seseorang akan mulai tidak disukai orang lainnya.

Bingung juga kalo begini ya. saya tidak ingin menilai orang lain, Namun jika berkaca kepada diri sendiri dan apa yang saya pikirkan ketika seseorang mengutarakan kesedihan atau kekecewaannya terhadap sesuatu.

Continue reading

Alfian, Semangat bermain bola di tengah keterbatasan fisik

semangat bocah

Siang ini, disela – sela menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah saya menyaksikan salah satu televisi swasta menayangkan berita tentang seorang anak lelaki yang memiliki keterbatasan fisik.

Pembaca berita menyebut nama anak itu adalah Alfian. Saya lihat ditayangan TV tadi betapa Alfian memiliki keterbatasan.

Sejak lahir ia sudah dilahirkan cacat. Saya lihat kedua tangannya hanya tumbuh hingga siku. Saya perhatikan ternyata kaki kanan pun tidak sempurna, sehingga jauh lebih pendek dari kaki kiri. Nah kaki kiri ini tampak berukuran normal. Sehinnga untuk menyamakan posisi saat berpijak kaki kiri yang berukuran normal harus selalu di tekuk lututnya sehingga kedua telapak kaki setara dan berpijak di tanah.

Dalam tayangan TV tersebut, Alfian sedang bermain bola di tanah lapang. Ia bisa berbaur dengan teman – temannya yang sebaya bermain bola tanpa terlihat menarik diri. Alfian beruntung, ia masih tinggal di daerah dimana tanah lapang masih bebas ditemukan untuk tempat bermain bola.

Continue reading

Zona Taurus – kala sapi jantan berulang tahun

taurus

hohohoho, besok sudah memasuki zona para taurus berulang tahun.

Taurus itu salah satu bagian dari zodiak. Ilmu astrologi. Saya tau di sekeliling saya masih banyak pro dan kontra mengenai perzodiakan ini. Dalam hal ini saya memilih untuk bersikap sesuai keyakinan masing – masing aja.

Sebelum saya menulis banyak, izinkan saya mengutarakan fikiran saya tentang perzodiakan. Begini, sebagai umat beragama, saya sama sekali tidak mempercayai akan ramalan mengenai masa depan. Saya mempunyai keyakinan jika hal tersebut Yang Maha Esa lah yang paling mengetahuinya.

Namun sejak dulu sekali saya menyukai segala hal tentang perzodiakan ini. Namun saya selalu diajarkan tidak boleh ramal meramal. Tapi saya ada sudut pandang lain tentang ini, saya merasa sejauh bukan meramal masa depan saya punya ketertarikan sendiri mengenai zodiak.

Continue reading

Passion : Find and live it

passion

Passion is what you enjoy the most. Something that motivate you to get up in the morning (Rene Suhardono)

Beberapa hari lalu baru saja saya memposting di blog bunker rahasia saya betapa saya kehilangan gairah untuk bangun pagi. Sesedikit apapun saya tidur, saya selalu mampu bangun pagi. Namun ada suatu kejadian belakangan ini yang meluluhlantakan gairah bangun pagi.

Ini keadaan yang menjengkelkan. Bayangkan, bangun sejak mula adzan subuh belum berkumandang lalu kembali tenggelam ke gulungan selimut hingga matahari terasa amat agresif menerobos kisi – kisi jendela kamar. Saya masih terbaring disana, merapatkan kedua mata dan dengan perasaan yang hampa. Merasa buruk dan sibuk mencari alasan besar untuk bangun pagi itu. Sangat tidak sehat.

Continue reading