Lelaki Pantai Emas – 4

pantai emas

Ada sesuatu yang mengganggu hidungku, beberapa helai poni rambut terjuntai terusik angin. Punggungku terasa hangat, kubuka mataku dan meraba sesuatu yang menempel di atasnya. Sebuah jaket entah milik siapa melindungiku yang tertidur pantai.

Ku gerakan kakiku yang ku tekuk terlalu lama. Gelap dan sunyi, bahkan rembulan pun bersembunyi digelapnya awan. Aku benar-benar sendirian.

Aku memandangi alam mencari laut yang kini hilang dari pandangan. Malam telah menelannya. Kupastikan diriku terjaga, keheningan ini sungguh ingin ku tinggalkan. Kupakai jaket tadi, tanganku hangat di dalam sakunya. Ada kertas yang teraba di dalamnya. aku menghela nafas sebelum benar – benar pergi. Menghela nafas di sisi laut sungguh melegakan.

Continue reading

Buah yang Sudah Lama Tak di Cicip

kemang

Pasca lebaran kemarin, saya di ajak oleh mamah saya untuk menemani teteh saya jalan2 kaki sambil menunggu terasa mulesnya perut di kehamilannya yang sudah sembilan bulan. Jalan – jalan itu kami pakai sekaligus untuk membayar segala rekening. Selepas itu kami bertiga berjalan kaki menuju pasar anyar. Ramai juga, mengingat ini belum habis masa libur lebaran. Kami pun sampai di pasar tempat dimana kami akan menyambangi sebuah tempat makan mie yamin.

Sepanjang jalanan pasar, saya menemukan beberapa buah yang tentunya pernah saya makan. Namun entah bagaimana mulainya kok rasanya udah lama sekali buah – buah ini tidak saya cicip.

Kemang itu katanya semacam mangga, rasanya asem2 manis gitu deh. Wiki bilang kalo kemang tumbuh alami di pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Di Pulau Jawa ada karena pembudidayaan dan banyak ditemukan di dekat2 kota Bogor.

Continue reading

Punya Keponakan :)

keponakan 🙂

Alhamdulillah, Sabtu tanggal 18 September 2010 lalu saya resmi punya keponakan. Keponakan yang pertama setelah tahun lalu teteh saya keguguran di usia kehamilan 6 bulan.

Lebaran tahun ini kami sekeluarga memang tidak mudik ke Bandung seperti biasanya karena teteh saya lagi hamil besar. Benar saja hanya 7 hari berlalu dari hari Lebaran malam2 teteh saya merasakan mulas2. Kami pun pergi ke RS sesuai rencana teteh saya. Sayang malam itu kami kehabisan kamar, hingga kami terpaksa berpindah ke RS lain.

Lama juga ya mules – mules itu? teteh saya total 18 jam menanti kelahiran anaknya ini. Datang tengah malem sampai di duluin ama 3 pasien lain. Kami yang awalnya menunggu dengan suka cita karena memang menanti anak ini mulai berubah cemas. Malam berganti siang, namun pembukaan tidak juga berubah banyak. Hingga akhirnya dokter turun tangan menginduksi.

Continue reading

Lelaki Pantai Emas – 3

Pantai Emas

Lamunanku pecah terganggu suara gemerisik dedaunan kering yang ku pijak. Pasir putih pantai ini menyusup dan menempel di sela – sela jariku.

Langit biru sudah berubah putih, memudar dan cahaya keemasan mulai kembali turun di barat sana.

Aku jadi suka mendatangi pantai di senja hari, bulatan emas yang tergelincir itu seakan adalah seseorang yang kini memang telah tergelincir pergi, tertelan sesuatu dari kejauhan hingga akhirnya aku tak mampu lagi melihatnya.

Lelaki itu lagi, aku mengenali punggung sedihnya. Duduk sendirian menghadap laut, sungguh tak tau bagaimana rupa pemiliknya. Sedang apa laki – laki itu disini? siapakah bulatan emas dalam hidupnya yang tergelincir? ia menoleh ke arahku, langkah kaki ini menyadarkannya. Wajahnya menyadarkanku.

Aku duduk tidak jauh dari tempatnya. Menghela nafas disisi pantai seperti ini melegakan dadaku. Kemudian menghirup udara segara yang kuyakini dikirim dari seberang lautan. Semakin banyak ku menghela nafas, semakin banyak rasa sakit yang ku buang, rongga yang ditinggalkannya pun semakin terasa kosong. sepi..

Continue reading

Lelaki Pantai Emas – 2

pantai emas

Aku lelah menggenggam kayu dan menuliskan namanya di atas pasir, ujung mataku melihat warna hitam di atas laut. Air tenang itu menjadi gelap. Pantai keemasan tersihir malam.

Terduduk ku dalam diam, menghempas nafas yang tak panjang. Langkah laki – laki itu  tersinari cahaya yang tersisa setitik. Aku menoleh dan ia menyadarinya, wajahnya datar. Entah apa yang ia cari di pantai ini. Namun aku yakin ia tak mencari gelap. Langkah kaki itu meninggalkanku dalam kegelapan yang nyaris sempurna.

Aku kembali diam, anganku jauh melampaui ujung langit yang tenggelam. Desir rasa sakit itu datang bersama angin. Hey, mengapa rasanya seperti ini? Hidup menjadi amat menakutkan. Hatiku segelap alam yang sedang ku pandang.

Aku bangkit dan memalingkan diri dari laut. Berjalan lesu dengan wajah merunduk. Entah apa yang dicari dari gundukan – gundukan pasir yang tak nampak lagi butirannya itu. Malam menerkam segala bayangan. Sepi senyap pantai ini, aku berteman batang – batang pohon kelapa. Lelaki tadi hilang tak berjejak.

Continue reading

Lelaki Pantai Emas – 1

Pantai emas

Aku duduk disana, di sebuah pantai sore hari. Ujung langit berwarna keemasan, tergelincir dan memedarkan cahaya keemasan ke atas permukaan air. Sendirian di pantai, duduk di atas batu bulat menggenggam sebuah kayu yang ku gores-goreskan ke pasir. Menyusun sebuah nama lalu menghapusnya dengan telapak kaki tak beralas kaki. Kembali menyusun namanya, lalu menghapusnya lagi dengan telapak kaki. Kayu mengikir namanya di atas pasir, ingatanku melukis wajahnya dalam bayangan.

langit tampak tak jelas, rona warnanya memudar dan basah. Tak lama langit tampak hampir pecah, ternyata itu air mata bak kaca cermin yang hampir retak. Sore yang sedih, laut yang penuh misteri, angin yang menggoyang – goyangkan dedaunan jadi tampak terasa menyakitkan. menusuk ke dada, menerpa rasa perih dan pedih.

Kulihat dikejauhan, siluet punggung dengan wajah menunduk. tak nampak jelas seperti apa rupanya. Punggung yang sedih, kasihan sekali ia tampak melawan dingin angin sore yang tak bersahabat. Alam tampak kejam, angin2 itu membawa kerinduan yang dalam, menelisik ke setiap helai rambut yang tersinari cahaya emas dari ujung langit.

Continue reading

Mohon Maaf Lahir dan Batin, Selamat Lebaran Teman!

lebaran

Allahu akbar… allahu akbarallahu akbar… laailahailallah huallahhu akbar… allahu akbar walilla ilham

Takbir berkumandang menghiasi malam ini, tak terasa besok hari adalah hari lebaran. Baru saja rasanya kita menyambut hadirnya bulan puasa, ternyata sudah akan tiba hari lebaran.

Saya selaku pribadi yang juga merupakan bagian dari kehidupan di dunia maya pastinya tidak akan luput dari segala kesalahan dan kekhilafan, baik yang dilakukan secara sengaja maupun yang tidak saya sadari.

Melalui posting blog ini,saya obenk atau akuiniobenk yang bernama asli Dina memohon maaf yang sebesar – besarnya kepada teman – teman yang sehari – harinya berinteraksi dengan saya di jagad maya ini.

Salam manis saya kirimkan kepada teman – teman jauh dimata dekat di hati di facebook dimana rasanya kita bertemu setiap hari di wall padahal sesungguhnya jasad kita tak saling bertemu. Maaf jikalau ada kata – kata yang saya posting mengganggu perasaan teman – teman yang membacanya. Saya pun meminta maaf jika ada komentar – komentar saya yang tidak berkenan di hati pada situasi dan suasana tertentu. Mohon Maaf Lahir batin ya…

Continue reading