Di Penghujung Ramadhan

Bogor, 2 Ramadhan 1432 pukul 07.00

Hari ini sesungguhnya sudah ada teman – teman muslim lain yang berlebaran. namun karena saya memutuskan berlebaran esok hari, maka saya masih menghitung hari ini sebagai hari di bulan Ramadhan. Beberapa jam lalu baru saja saya selesai ber-sahur bersama keluarga.

Ramadhan tahun ini baru dipenghujung saya sempat mampir ke blog ini, entah kesibukan apa saja yang membuat rasanya sulit loh menuliskan sesuatu disini.

Tidak ada yang berubah banyak, Ramadhan datang maka seperti biasa saya berpuasa, dan melakukan ibadah – ibadah lainnya sebagaimana teman2 lain. Yang berbeda adalah tahun ini di rumah saya sudah ada anak kecil (keponakan) yang berusia 11 bulan. ikut menyemarakan Ramadhan kami. Karena kakak saya memiliki jam kerja lebih lama dibandingkan saya, maka membantu mamah saya pun ikut mengasuhnya.

Alhasil dari kondisi itu Ramadhan tahun ini terasa sibuk sekali dengan urusan rumah dan mengasuh. Absensi tarawih saya pun tahun ini jadi absensi terburuk karena bolongnya kebanyakan. Hal lain yang mencolok adalah saya hanya berbuka puasa di luar rumah sebanyak 3x, yaitu untuk arisan, undangan bos dipekerjaan dan terakhir bersama keluarga. 3x, biasanya sampai belasan kali.

Continue reading

Advertisements

Miss Ripley : Ketidakbahagiaan dan Kejujuran

Miss Ripley

Bertemu lagi saya dengan drama korea yang diperankan oleh Lee Da Hee. Setelah menonton Lee Da Hee di Hello Miss, My Girl, Rubber, kali ini kembali saya menyaksikan akting Lee Da Hee di miss Ripley.

Bukan Lee Da Hee menurut saya jika drama dan aktingnya tidak seru dinikmati. Di drama kali ini, berperan sebagai Jang Mi Ri, seorang wanita yang melarikan diri dari “cengkraman” seorang laki2 Jepang yang mempekerjakannya  sebuah tempat hiburan. Merasa bukan itu kehidupan yang ia inginkan, Jang mi Ri memanfaatkan kesempatan disuatu malam untuk melarikan diri dan kembali pulang ke Seoul.

Berlatar belakang sebagai gadis kecil yang ditinggal sang Ibu karena lelah dengan kemiskinan, sang ayah pun tak lama kemudian meninggal dan membuatnya terdampar ke sebuah panti asuhan. Jang mi Ri yang bersikeras tidak mengaku sebagai yatim piatu karena merasa ibunya masih hidup, suatu hari harus menyerah saat sepasang suami istri warga negara jepang mengadopsinya.

Continue reading