Kenapa Saya Harus Takut pada Hujan, Tuhan????

pohon tumbang

Ini Repost dari Note FB 2 tahun lalu :

-foto diambil hanya sepekan pasca angin ribut di kota Bogor 1 Juni 2006.

-model : Tenee,mahasiswa pasca sarjana IPB. (seorang teman baik yang sempet malu2 waktu mau gue foto )

-lokasi : jl. kapt.muslihat bogor, depan DPRD, depan Budi Mulia Bogor

kekuasaan 4JJI akan alam benar – benar tidak teragukan. dengan jentikan jari-NYA, pohon amat besar ini bisa roboh dalam seketika. semoga ada pelajaran yang dapat dipetik juga peringatan yang dapat kita simak(terutama oleh diri sdri)..untuk selalu mengingat bahwa 4JJI Maha Kuasa akan sesuatu, dan hanya kepada-Nya lah kita berserah diri…….

Freedom Hypnosis Center menyatakan Phobia (atau fobia) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak wajar terhadap sesuatu obyek benda, situasi, atau kejadian tertentu, yang ditandai dengan keinginan untuk selalu menghindari sesuatu yang ditakuti itu. Perbedaan fobia dengan rasa takut biasa adalah obyek yang ditakuti oleh penderita fobia sebenarnya bukanlah obyek yang menakutkan bagi sebagian besar orang normal.

Diantara jenis – jenis fobia yang dikelompokan, gue mengidap fobia yang terhadap hujan (ombrophobia), petir (brontophobia), juga angin (Ancraophobia). sesuatu yang sudah lama gue rasakan tetapi sulit untuk gue atasi. Saat gue beranjak dewasa, mungkin juga sesaat cita – cita gue sebagai psikolog gak tercapai..ada waktu dimana gue menelusur jauh ke belakang masa lalu gue…kenapa gue mengidap ini?

Lu tau kan dulu kota kita Bogor pernah menjadi tuan rumah Pada 15 November 1994, Istana Bogor menjadi tempat pertemuan tahunan menteri ekonomi APEC (Asia-Pasific Economy Cooperation).saat itu gue berumur 12 tahun yang baru aja menginjak usia akil balig gue🙂. Ditahun inilah bayangan kejadian hujan – hujan besar selalu teringat dalam bayangan. Ada mitos – mitos yang dibisiki oleh orang – orang sekitar tentang ketidaksukaan kota bogor jika kotanya mengadakan perhelatan besar. karena sebelum, sesaat dan sesudah acara itu kita akan menikmati hujan – hujan besar sambutan. Entah benar atau tidak mitos itu toh gue memang kerap merasakan hujan – hujan aneh.

Sore hari itu..hujan amat besar..langit hitam..angin memutar dan petir benar – benar mencambuk gendang telinga bagai menggetarkan kaca jendela. Rumah gue yang berada dikawasan jl.jend.a.yani plus pohon2 kenari yang besar..mambuat hujan sore itu tampak jauh lebih menakutkan. Ada satu tindakan fatal yang dilakukan oleh mama gue saat itu, saat hujan sore itu, mama gue menarik gue dari kamar yang sedang ketakutan akan hujan untuk berdiri di teras rumah. Karena teori yang selalu nenek dan mama gue ucapkan adalah saat seperti itu kita gak boleh ada di dalam rumah. bersiap pergi dari rumah kalo sekiranya ada pohon kenari yang akan ambruk.sore itu terdengar tetangga gue bersahutan mendegungkan adzan di tengah hujan lebat dari rumah masing-masing, saling bersahutan. dan gue ada dipelukan mama gue di teras yang amat basah memandang langit yang amat marah. Mama gue terlalu panik saat itu. Sikap inilah yang gue serap hingga sekarang. Ada pesan saat itu bahwa hujan seperti itu pentas kita takutkan, situasi seperti itu amat menakutkan.dan fikiran seperti itulah yang tertancap hingga sekarang.

SMP, SMA,Kuliah hingga dewasa seperti ini gue akan mulai gugup jika langit mulai menghitam pekat, membawa angin yang terasa gak ramah dan petir – petir mulai menyambar bergantian. Maka saya akan mulai salah tingkah..menutup semua jendela, pintu, gorden, bahkan jikalau amat menakutkan gue akan membenamkan diri dalam bawah bantal. Namun yang teraneh dari semua itu adalah..gue justru tidak merasa aman saat hujan jika di rumah sendiri..mungkin karena merasa yang ada mama gue yang semakin meyakinkan gue kalo ini adalah suasana mencekam. Kalo udah gitu, saat mulai mendung, gue suka mendadak ganti baju dan main pergi ke mall, ke gedung yang lebih besar..tapi itupun setelah memastikan mama gue ada yang menemani.

Untuk menangkal rasa takut, di dompet saat gue SMA dan kuliah dulu ada kertas – kertas kecil yang berisi tulisan doa – doa mengenai hujan dalam tulisan arab. hanya untuk gue pegang dan baca berulang -ulang. Semua itu saya perlu tulis karena saat gugup saya malah lupa doa itu.

Rasa takut ini jarang gue ceritakan ke orang lain, mungkin hanya temen-temen deket yang tahu dengan sendirinya:

SMA :
sepulang sekolah gue main ke rumah mira di lawang gintung. saatnya jam 3 mau pergi les bimbel ke merdeka, langit gelap banget seperti magrib. gue udah bilang gue gak mau keluar,gak perlu les,nunggu hujan aja di rumah mira.tapi temen gue itu begitu memaksa.Bener ajak kan..di angkot hujan amat mengamuk.kaca – kaca mobil seperti di pukul – pukul air. gue cuma merunduk di paha mira mengalihkan pandangan gue.sampe di jembatan merah, saat harus berganti angkot, gue turun dari angkot dan lari ke angkot lain dengan membawa payung mira dan langsung naik angkot yang gue pilih. Sedangkan mira bayar angkot lalu hujan2an mencari – cari gue naik angkot yang mana..he..he..itu pengkhianatan.

KULIAH :

my genk
lagi kumpul di kamar kost temen dengan genk berlima, dari kaca jendela gue liat hujan di dermaga mengamuk..genteng kost bergeser tersapu angin.kamar kost dilantai dua pun begitu dibasahi air hujan. sontak kami berlima ketakutan. desi yang punya kamar menjerit histeris melihat barang2 di kamarnya dimuntahi air dari langit.sibuklah kita memindahkan barang2 desi yang teramat banyak itu ke kamar yang lain. dan tebak dimana saat temen2 gue itu kerja keras memindahkan barang??? setelah gue bantu memindahkan kasur ke kamar sebrang..gue memilih untuk ngumpet di kamar kakak kost bersama kasur tadi. gak bantu sama sekali temen – temen gue..karena saat itu gue pun gak bisa mengendalikan diri..padahal gue termasuk orang yang tenang untuk situasi apapun..tapi untuk hal ini tampaknya gue selalu menjadi temen yang gak bisa diandalin. dan keluarlah gue setelah hujan kembali lembut

he..he..temen – temen maaf ya..

dan gue berharap..fobia ini bisa sedikit teratasi..karena bagaimanapun gue terlalu cinta kota hujan ini. tempat gue lahir, dibesarkan, dan tempat dimana temen – temen gue datang dan pergi.

9 thoughts on “Kenapa Saya Harus Takut pada Hujan, Tuhan????

  1. aduh kita samaan.. aku juga takut ujan gara2 pernah ngalamin kena angin ribut.. tiap mendung pasti aku udah siap2in jaket sama tas isi barang2 berharga, bahkan sampe pake helm di dalam rumah segala >,< kalo lagi mau ujan gitu tuh rasanya deg2an banget, gelisah, ngga karu2an rasanya, tapi cuma kalo dirumah doang kaya gitunya. Tos deh kita😄

  2. aku laki2 yang jaman sma mengikuti organisasi pecinta laut yang sering ke pantai berhari-hari, kegiatan full dipantai. tidur dimana aja, menjelajahi gua 2 diperut bumi . tenang dalam menghadapisituasi apapun… namun ntah kenapa aku seorang laki2 yang sudah beristri dan punya anak punya phobia seperti itu juga dan persis apayang kamu lakukan aku lakukan saat mau hujan. phobia ini mendadak begitu saja muncul sejak 3 tahun yang lalu.

    • Hai kak, boleh minta alamat emailnya? Aku mau tanya-tanya tentang fobia hujanya nih, mau denger ceritanya kebetulan lagi tugas akhir nih tentang fobia hujan. Hehe makasih yaa. Ditunggu kak🙂

  3. Makasih ya kakak Dina sudah mau respon, yang lain yang fobia hujan juga boleh minta emailnya? Aku mau denger cerita cerita kalian tentang takut hujan, hehe. Ditunggu ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s