Selamat Datang Hujan

image

Perasaan, baru aja beberapa waktu lalu marak berita disana sini terutama di daerah masyarakat kesulitan air bersih. Ada yang harus berjalan jauh untuk mengantri air, ada yang terpaksa menggunakan air tak layak untuk kebutuhan air hariannya. Penyebabnya? Tentu saja kemarau.

Sebenarnya saya tak terlalu merasakan namanya kemarau. Selain karena saya tinggal di kawasan rindang saya pun tak kesulitan air karena saya menggunakan air PAM. Indikator kemarau di lingkungan saya yang paling jelas mungkin kering kerontangnya aliran sungai ciliwung. Pepohonan di tepian tebingnya pun kering. Kalau siang, terik panas sekali.
Continue reading

Advertisements

Segarnya Bogor Setelah Hujan

image

Bogor Pasca Hujan

Beberapa waktu belakangan ini, intensitas hujan mulai terasa naik di Kota Bogor. Air sungai Ciliwung yang selama beberapa bulan ini kering kerontang mulai bertambah airnya.

Pagi datang, orang2 dibangunkan suara geluduk sayup-sayup bersahutan disuatu pagi. Jalanan masih sepi, sepertinya sebagian orang masih ragu keluar rumah atau tidak. Sementara hujan terus merincik hingga matahari meninggi.

Selalu segar melihat jalanan aspal tampak basah oleh air hujan tanpa genangan. Pohon2 disepanjang sisi jalan berdiri kebasahan. Rasanya udara pagi dan sore semacam itu nikmat untuk dihirup.

Di komputer saya cukup banyak foto2 jalanan pasca hujan. Mudah2an masih tersimpan. Ini beberapa yang terbaru yang masih ada di HP.

Cinta bogor kalo suasananya lagi begini, sekalipun sesekali harus merapatkan jaket, mengangkat celana saat melewati jalan becek, ataupun menggenggam payung saat tangan sibuk menenteng belanjaan 🙂

Continue reading

Kenapa Saya Harus Takut pada Hujan, Tuhan????

pohon tumbang

Ini Repost dari Note FB 2 tahun lalu :

-foto diambil hanya sepekan pasca angin ribut di kota Bogor 1 Juni 2006.

-model : Tenee,mahasiswa pasca sarjana IPB. (seorang teman baik yang sempet malu2 waktu mau gue foto )

-lokasi : jl. kapt.muslihat bogor, depan DPRD, depan Budi Mulia Bogor

kekuasaan 4JJI akan alam benar – benar tidak teragukan. dengan jentikan jari-NYA, pohon amat besar ini bisa roboh dalam seketika. semoga ada pelajaran yang dapat dipetik juga peringatan yang dapat kita simak(terutama oleh diri sdri)..untuk selalu mengingat bahwa 4JJI Maha Kuasa akan sesuatu, dan hanya kepada-Nya lah kita berserah diri…….

Freedom Hypnosis Center menyatakan Phobia (atau fobia) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak wajar terhadap sesuatu obyek benda, situasi, atau kejadian tertentu, yang ditandai dengan keinginan untuk selalu menghindari sesuatu yang ditakuti itu. Perbedaan fobia dengan rasa takut biasa adalah obyek yang ditakuti oleh penderita fobia sebenarnya bukanlah obyek yang menakutkan bagi sebagian besar orang normal.

Diantara jenis – jenis fobia yang dikelompokan, gue mengidap fobia yang terhadap hujan (ombrophobia), petir (brontophobia), juga angin (Ancraophobia). sesuatu yang sudah lama gue rasakan tetapi sulit untuk gue atasi. Saat gue beranjak dewasa, mungkin juga sesaat cita – cita gue sebagai psikolog gak tercapai..ada waktu dimana gue menelusur jauh ke belakang masa lalu gue…kenapa gue mengidap ini?

Continue reading

Hujan Yes, Angin Ribut No

Hujan Angin

Selamat pagi, mari kita bercerita di Rabu Pagi ini. Beberapa hari yang lalu, duh kok saya lupa ya tepatnya kapan? Kamis kalo gak salah, terjadi hujan angin tiba – tiba bada magrib di sekitaran rumah saya di kota Bogor.

Suasana sore itu normal seperti biasanya, langit mulai mendung, aktivitas di mesjid sebelah mulai ramai karena orang – orang bersiap sholat Magrib berjamaah, lalu hujan turun beberapa saat dan gak lama dimulailah hujan angin yang cukup keras. Petir pun bersahutan.

Saat itu saya sedang berada di kamar dengan netbook kesayangan. Merasa diluar hujan menyeramkan, saya pun mulai mematikan netbook saya, mematikan TV dan mencabut kabel2nya, pergi ke ruang tengah mematikan modem saya, mematikan TV keluarga, dan mencabut kabel telepon. (hahaha lebay ya). Tapi ya seperti itulah.

Continue reading

Sendal Baru

sendal baru

Inilah harga tinggal di sebuah kota hujan 🙂 Jika teman saya mengatakan butuh ganti payung baru setiap 3 bulan untuk beraktivitas di Bogor, maka kasus seperti saya pasti pun terjadi pada yang lain. Hancurnya alas kaki karena hujan turun dengan derasnya.

Payung amat tidak awet di Bogor. Terlalu sering kena hujan. Saya pun mengalaminya. Lebih sering membeli payung jika dibandingkan di kota lain.

Hari ini, dalam perjalanan saya ke suatu mall sebelum magrib. Ketika hujan turun dengan lebatnya, air jalanan meluap dari selokan2 yang tidak memadai. Sendal saya yang masih belum berumur 3 bulan itu tau – tau lepas salah satunya. Memang seminggu ini sendal yang biasa saya pakai sering saya pakai berjalan di tengah hujan. yaaah, rusak deh. Jadi terseok – seok jalan menuju mall.

Continue reading

Payung dan Hujan

umbrella

umbrella

Payung, boleh jadi ini adalah salah satu barang yang cukup wajib dimiliki oleh orang – orang yang tinggal di kota Bogor. Sebagai kota hujan, kota kelahiran saya ini punya kebiasaan hujan yang datang tak terduga, bahkan di masa kemarau sekalipun.

Saya mulai rajin memastikan ada payung di dalam tas kemanapun saya pergi, yaitu sejak berkuliah di Institut Pertanian Bogor. Selain payung untuk menangkal hujan yang datang tiba – tiba, tidak jarang si payung  juga saya gunakan untuk menangkal terik matahari di belantara kampus yang luas dan panas. Maka tak aneh jika payung – payung kami cepat rusak, ibarat gelas retak yang kadang diberi panas kemudian diberi dingin. Ketika akan pergi, selain dompet dan HP, payung menjadi barang yang diperiksa keberadaannya kemudian di dalam tas. Dan saya cukup yakin, sebagian besar warga kota hujan ini akan sama seperti yang saya biasakan.

Continue reading

Basah Bogorku

bogor basahGgrrrr…pagi ini mendadak kota tercinta ini kumat kebiasaannya, main basah – basahan. bangun pagi banget, jam 3 lewat hujan udah terdengar basahin bumi..mata gue masih ngantuk, tapi gue terjaga lebih cepat dari biasanya karena suara bapak gue dari kamar sebelah yang sakit dadanya kumat.

zz..z..pengen tidur aja pagi ini, terlalu basah untuk keluar rumah, apalagi kalo inget berapa buku yang perlu gue bawa. puluhan tahun hidup di kota ini, bogor memang keliat taring khasnya kalo udah berbasah – basah ria. gue juga seneng ama situasi mendung,, gelap dan dingin. dengan pohon – pohon rindangnya bogor gak ubahnya kota tua yang terlihat romantis. seenggaknya situasi ini lebih gue pilih daripada nemu bogor diwaktu mengamuk dengan hujan, angin bergemuruh, kilat berkejaran dan gemuruh bersahutan. lebih baik hujan deras seperti hari ini aja..biarlah sedikit repot ngurusin jemuran. fiuh..tapi andai pagi ini bisa narik selimut lagi..kalo aja gak ada perintah untuk mengawas ujian sepagi ini. mau mangkir pun gak enak, karena koordinator gue gak berada di tempat. jadi harus mastiin keberadaan berkas.

 

hujanfiuh..pergi juga jadinya.bermodalkan sendal. tas gue basah, novel yang baru gue buka plastik segelnya semalem kena tetesan air..hua..muacet..udah telat gitu pake macet. semua orang sibuk dengan hujan.hiks..pengen balik lagi ke rumah. tapi hari ini semangat..karena gue yakin jam 10 pagi gue bisa pulang dulu. sempetin beli bubur ayam untuk bapak gue. setelah gue mastiin berkas dianter ama staff n temen gue memastikannya di tempat tujuan, meluncurlah gue ke rumah.dengan bayangan yang melesat ke situasi dimana gue makan bubur ayam panas yang lagi gue tenteng ini diatas tempat tidur gue sambil nyalain TV. makin melesat bayangan itu, makin gesit gue melaju ke rumah. Dalam perjalanan pulang, seperti yang udah perkirakan berdasarkan kejadian2 sebelumnya..air sungai ciliwung memang biasanya naik…kebayang gak pintu katulampa pasti berubah status? dan bisa dibayangkan juga ada lokasi pemukiman di jakarta sana yang mulai kemasukan air rumahnya. grr..kita tidur lagi aja yuuk…

re-exposure-of-cheese229cheese227