my new year resolution (Tekad)

Setiap akhir tahun seperti malam ini, selain hingar bingar sekeliling kita dengan eforia pergantian akhir tahun ada satu kata yang selalu eksis di awal tahun. R-E-S-O-L-U-S-I.

Tergelitik dengan permintaan seorang kawan yang saya kenal di dunia maya tentang resolusi, juga posting resolusi ini ditunggu – tunggu oleh seorang kawan baik saya yang bener2 protes mengapa saya mulai jarang menulis sesuatu katanya. Baiklah saya akan menuliskan apa yang menjadi resolusi saya untuk tahun yang akan kita mulai beberapa jam lagi ini. Ditulis karena akan amat banyak jika harus dijadikan bahan chatting. Dan alasan di tulis yang kedua adalah untuk memenuhi permintaan kawan baik saya tadi. Ok lah, boleh saya bilang dia “fans” saya? satu dan mungkin satu2nya yang mengatakan saya punya potensi menulis (menghibur sekali, teman *_*).

Bukan memulai dengan menuliskan resolusi yang pertama, saya malah sibuk cari apa sih arti dari resolusi itu? sibuk2 browsing banyak yang memaknai resolusi dengan cara mereka sendiri, misal :

suatu tekad/ suatu keinginan untuk berbuat/ berubah menjadi lebih baik lagi

perubahan kearah yang lebih baik dari yang sebelumnya

keinginan utk berubah atau suatu perubahan

Continue reading

Advertisements

Buah membawa celaka

rambutan

Bersyukurlah kita, bersyukurlah kita yang masih bisa memakan buah dengan cara yang wajar. Buah sudah menjadi bagian makanan kita sehari – hari. Keberadaannya dalam susunan makanan yang disarankan tertuang dengan jelas pada undang – undang mengenai makanan 4 sehat 5 sempurna. Banyak buah di dunia ini yang bisa kita makan, tidak sedikit diantaranya kita jadikan sebagai buah kesukaan kita. Ada yang punya pohonnya, ada yang perlu kita beli di pasar, atau sebagian orang lagi membelinya dengan pergi ke supermarket. Tidak hanya buah yang dihasilkan oleh kebun – kebun buah di dalam negeri, buah yang berasal dari manca negara pun tak kalah banyaknya. sediakanlah uang maka kau akan mendapatkannya.

Disuatu siang ketika saya sedang berada di suatu angkutan umum menuju suatu tempat, dan angkutan itu berhenti di suatu lampu merah saya melihat pemandangan yang cukup membuat saya deg – degan. Beberapa anak jalanan ukuran kecil sedang tunggang langgang berlarian dari sebuah rumah besar berpagar sedang yang dihalamannya tumbuh sebuah pohon rambutan yang sedang berbuah. Anak jalanan itu mungkin tergiur dengan ranum buahnya yang tampak sedap dipandang mata dan nikmat untuk di cicipi di tangah  hari yang cukup terik itu. Namun ternyata aksi mereka siang itu dipergoki oleh bapak si pemilik rumah. Tampak jelas saya lihat si bapak lari dengan membawa sebuah sendal mengejar anak2 jalanan yang memang berkeliaran sekitar perempatan jalan itu.

Continue reading

Facebook di mata komikus

cintaku tertambat di facebook

Fenomena kehadiran facebook disekitar kita katakanlah satu tahun belakangan ini mau tidak mau menghadirkan pula segala cerita yang mengiringi dibelakangnya. Melekatnya facebook dalam aktivitas kita sehari – hari dengan sendirinya membawa banyak kisah, banyak problema, banyak manfaat, juga banyak tawa ataupun hal mengesalkan. Nah, beberapa komikus cukup kreatif  menuangkan segala macam hal nyata yang terjadi dan dialami oleh mereka yang juga pecandu facebook dalam sebuah buku kumpulan komik pendek yang baru saja saya beli dan selesai nikmati hari2 kemarin. Kisah dan problema yang terjadi pada mereka, mungkin juga pada kita atau semua facebooker (penikmat facebook) lainnya yang konon berdasarkan pantauan sederhana bisa kita lihat berkembang bukan hanya diantara penikmat jagad maya saja, yang tidak suka bermaya – maya pun (internetan) terbawa oleh seretan zaman, zaman facebook. Berbondong – bondong membuat account FB (facebook) untuk mengeksiskan diri sebagai facebooker.

Facebook memang memiliki banyak kelebihan, setidaknya bagi saya yang notabene juga salah satu penikmat facebook. Banyak aplikasi di facebook yang cukup menarik di awalnya. facebook menjelma menjadi sesuatu yang perlu disertakan dalam gaya hidup, banyak orang mulai membicarakannya, mengaguminya, mengaku keasyikan, bahkan mengaku terlena. Banyak hal manis yang terjadi di facebook, katakanlah bertemu kembali dengan sahabat lama.

Continue reading

Obral Buku

obral buku

Waktu arisan kemarin, Ara temen saya nunjukin plastik isi beberapa buku. Ada yang tebel ada yang tipis. Entah apa aja judulnya, lupa juga berapa jumlahnya..entah 4, 5 atau 6.

Kata Ara, di gramet bawah (kebetulan saya lagi ada di lantai atas mall yang bersangkutan) lagi ada obrol buku. Haraga buku berkisar di harga 7rb – 15rb. Saya yang memang suka membeli buku terang tertarik. Berharap ada buku yang belum sempat saya beli atau yang terbit ketika dompet saya tipis dipasangin harga 7rb.

Selesai arisan dan makan malem, bersama temen yang lain meluncur ke lantai besement melalui eskalator. Mencari – cari dimana itu meja obralnya. hahahay, memang murah – murah tuh. ada yang 7rb..novel tebel aja yang mungkin berharga 65rb-an ketika harga normal dijual dengan harga 15rb.

Sayang, korek punya korek..mengais – ngasih beberapa puluh menit saya gak dapet chemistry ke satu pun buku untuk saya miliki. Naluri wanita saya udah menggeliat aja tuh, mau beli 4 buku walau tidak tertarik. Berpikir, kapan lagi dapet buku dengan harga sebaik ini?

Tapi akhirnya pikiran waras keburu datang. kenapa harus memaksakan beli buku hanya karena diskon padahal kita gak tertarik. Toh buku yang menarik sekalipun saat gk ada waktu membacanya maka hanya akan menumpuk di kamar. Jadi batal deh beli buku obralan. Jadi beli buku baru dengan harga normal tetapi satu buah, yang penting saya kan tertarik.

Ah, kapan toko buku ini mengobral buku2 yang saya uber2…misal buku2 best seller gitu?? *lagian kapan ya buku best seller diobral?? sedang dari waktu ke waktu peminatnya tetap banyak. hihihi

udah lah, bukan rezeki obralan…mudah2an besok2 berjodoh dengan buku ciamik tapi murah meriah…amin…

Perempuan Lain – Novel karya Kristy Nelwan

perempuan lain

Maya, seorang wanita muda yang aktif dan lincah bekerja di salah satu event organizer bersama seorang sahabatnya bernama Olga. Maya amat terbuka dalam mengekspresikan apapun, hidup di keluarga yang cukup berpendidikan, membuat Maya menjadi pribadi yang memiliki pemikiran yang kuat. Salah satunya adalah pemikirannya mengenai perselingkuhan.

Pengalaman menemukan Fauzan kekasih sahabatnya Hesti, sedang berdua dengan selingkuhannya di sebuah restoran hanya beberapa minggu sebelum pernikahan dilaksanakan membuat Maya amat membenci apa yang disebut perselingkuhan, pelaku selingkuh juga selingkuhan. Kenyataan bahwa sahabatnya Hesti dengan sakit yang amat menghancurkan menyelesaikan pertunangan mereka membuat Maya yakin perselingkuhan adalah sesuatu yang amat salah untuk dilakukan. Fauzan, bahkan lelaki yang begitu sempurna dimata Hesti mampu melakukan hal tersebut.

Continue reading