Colokan Listrik

colokan listrik

Akhirnya saya tergerak juga menulis perihal ini di blog. Saya baru saja membaca sebuah berita beberapa hari lalu yang sudah saya bookmark terlebih dahulu.

Pada berita tersebut dikatakan disuatu instansi pemerintah dikabarkan sempat terjadi pelarangan penggunaan colokan listrik untuk digunakan oleh pengunjung dengan menuliskan larangan tersebut di atas kertas pemberitahuan.

Saya jadi ingat akan kasus pencurian listrik beberapa waktu lalu. setidaknya begitulah kasus itu disebut. Bukan pencurian listrik dari tiang listrik untuk digunakan secara ilegal ya, namun penggunaan colokan listrik untuk kebutuhan biasa.

Berkaca pada kasus tersebut,saya mulai membiasakan diri dimana pun saya berada selain di rumah dan tempat saya bekerja untuk bertanya terlebih dahulu sebelum menggunakan listrik yang tersedia. Siapa yang mau jika hanya karena ini nanti kita jadi dikasuskan oleh si pemilik sebagai tindakan pencurian listrik. males banget kan??

Continue reading

Advertisements

Pelajaran dari Sebuah Ketidaktelitian (CPNS 2010)

berkas pelamar CPNS

Boleh jadi inilah hal yang paling membuat saya dongkol pada bulan ini. Bagaimana tidak, sesuatu yang sudah saya persiapkan dengan amat baik dan saya fikir cukup seksama ternyata tidak berjalan dengan baik sebagaimana yang saya bayangkan pada awalnya.

Kedongkolan ini berawal dari munculnya niatan saya untuk kembali mengikuti proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan pemerintah Kabupaten Bogor.

Tidak lama berselang selepas diberitakannya formasi CPNS kebutuhan pemerintah kabupaten di media massa lokal dan internet saya pun menyempatkan diri untuk menyiapkan beberapa hal yang diperlukan sebagai syarat dalam berkas lamaran yang akan saya kirim. Tahap ini adalah seleksi awal yaitu seleksi administrasi.

Berkas yang diminta sesungguhnya tidak menyulitkan, hanya berkas ijazah dan transkrip nilai yang telah sah terlegalisir, foto, surat lamaran, Surat keterangan berbadan sehat, dan selembar kartu kuning dari Depnaker setempat yang terlegalisir.

Saya pun menyiapkan foto dan surat keterangan sehat yang dimaksud. Tidak lupa pula kembali memperpanjang kartu kuning saya yang telah kadaluarsa. Mudah bukan? tidak juga sebenarnya kecuali kita memiliki waktu senggang yang cukup.

Continue reading