Colokan Listrik

colokan listrik

Akhirnya saya tergerak juga menulis perihal ini di blog. Saya baru saja membaca sebuah berita beberapa hari lalu yang sudah saya bookmark terlebih dahulu.

Pada berita tersebut dikatakan disuatu instansi pemerintah dikabarkan sempat terjadi pelarangan penggunaan colokan listrik untuk digunakan oleh pengunjung dengan menuliskan larangan tersebut di atas kertas pemberitahuan.

Saya jadi ingat akan kasus pencurian listrik beberapa waktu lalu. setidaknya begitulah kasus itu disebut. Bukan pencurian listrik dari tiang listrik untuk digunakan secara ilegal ya, namun penggunaan colokan listrik untuk kebutuhan biasa.

Berkaca pada kasus tersebut,saya mulai membiasakan diri dimana pun saya berada selain di rumah dan tempat saya bekerja untuk bertanya terlebih dahulu sebelum menggunakan listrik yang tersedia. Siapa yang mau jika hanya karena ini nanti kita jadi dikasuskan oleh si pemilik sebagai tindakan pencurian listrik. males banget kan??

Nah,hal ini menjadi perkara mengingat tingginya kebutuhan penggunaan gadget di tempat umum yang biasanya sekali waktu kita memerlukan aliran listrik untuk mengisi peralatan kita karena suatu kebutuhan. Tapi seringkali kita dihadapkan dengan tidak tersedianya aliran listrik yang bisa gunakan.

Bermaksud mencuri pun tentu saja tidak. Saya pun mengerti keterbatasan beberapa tempat umum tersebut tidak menyediakan aliran listrik yang bisa digunakan oleh pengunjungnya. Namun terkadang ada pilihan lain yang bagi saya menguntungkan kedua belah pihak.

Misalnya saja mungkin di setiap tempat umum para pemilik tempat menyediakan jasa layanan pengisian batre atau aliran listrik yang dapat digunakan pengunjung dengan menetapkan tarif tertentu atas pemakaian tersebut.

Pilihan ini saya fikir menguntungkan kedua belah pihak. Baik pengunjung yang kebutuhannya terpenuhi dan pemilik tempat pun tidak perlu merasa terbebani oleh besarnya biaya yang perlu ditanggung dari penggunaan tersebut.

Saya menghargai tempat – tempat makan yang dengan sendirinya sudah menyediakan atau memperbolehkan pengunjung menggunakan aliran listrik tempat mereka. Bahkan jika perlu ditambahkan ke dalam tagihan makan pun rasanya wajar. Namun sungguh menyulitkan saat mendatangi tempat yang tidak menyediakan terutama saat kita memerlukan aliran listrik.

Kita ambil contoh di mall Botani Square Kota Bogor. Beberapa restoran menyediakan colokan listrik bagi tamunya. Namun tidak dengan food court. Suatu hari saya menyaksikan pengunjung ditegur oleh satpam karena mencolokan laptopnya. Dan begitu pun dengan saya yang mendapat jawaban negatif saat meminta izin apa bisa menggunakan colokan disana. Alhasil saya pun makan terburu – buru lalu masuk ke restoran lain dimana saya tau saya diperbolehkan menggunakan listrik.

Nah, bagaimana dengan saran saya untuk menyediakan layanan penyediaan colokan listrik yang berbayar. Saya fikir selama biaya yang ditetapkan masuk akal dan sesuai dengan tarif listrik pengguna tidak keberatan dan kemungkinan kasus pencurian listrik semacam itu pun tidak akan terjadi.

ah, ini kan cuma saran.

 

One thought on “Colokan Listrik

  1. serebu seharian aja…
    hihi..
    ah kalo kata gw sih, itu mah mestinya udah jadi fasilitas dong.
    justru dengan menyediakan fasilitas colokan listrik, bikin orang tuh jadi suka dateng ke tempatnya :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s