Pelajaran dari Sebuah Ketidaktelitian (CPNS 2010)

berkas pelamar CPNS

Boleh jadi inilah hal yang paling membuat saya dongkol pada bulan ini. Bagaimana tidak, sesuatu yang sudah saya persiapkan dengan amat baik dan saya fikir cukup seksama ternyata tidak berjalan dengan baik sebagaimana yang saya bayangkan pada awalnya.

Kedongkolan ini berawal dari munculnya niatan saya untuk kembali mengikuti proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan pemerintah Kabupaten Bogor.

Tidak lama berselang selepas diberitakannya formasi CPNS kebutuhan pemerintah kabupaten di media massa lokal dan internet saya pun menyempatkan diri untuk menyiapkan beberapa hal yang diperlukan sebagai syarat dalam berkas lamaran yang akan saya kirim. Tahap ini adalah seleksi awal yaitu seleksi administrasi.

Berkas yang diminta sesungguhnya tidak menyulitkan, hanya berkas ijazah dan transkrip nilai yang telah sah terlegalisir, foto, surat lamaran, Surat keterangan berbadan sehat, dan selembar kartu kuning dari Depnaker setempat yang terlegalisir.

Saya pun menyiapkan foto dan surat keterangan sehat yang dimaksud. Tidak lupa pula kembali memperpanjang kartu kuning saya yang telah kadaluarsa. Mudah bukan? tidak juga sebenarnya kecuali kita memiliki waktu senggang yang cukup.

Hari itu saya mengurus kartu kuning dari menjelang siang hingga sore hari. karena begitu banyaknya yang harus dilayani kartu kuning saya pun baru selesai hampir pukul setengah 4 sore. Lega namun tetap saja saya perlu kembali dihari lain untuk mengurus legalisir kartu tersebut yang tidak sempat diproses di hari yang sama.

Karena kebetulan hari esoknya adalah Hari Raya Idul Adha, saya kembali kesana lusa. Pagi karena hari itu saya ada jadwal mengajar di kampus. Selepas berkas lamaran saya masuk ke kantor pos pusat kota Bogor saya pun merasa lega. Dan menjalani sisa hari itu dengan aktifitas yang cukup padat.

Namun ternyata beberapa hari yang lalu bukan kartu peserta yang saya terima dari Badan Kepegawaian Pemerintah Kabupaten Bogor, namun keterangan bahwa saya dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi dan tidak berhak mengikuti proses seleksi selanjutnya. alasan yang dicantumkan adalah : KARTU KUNING TIDAK DILEGALISIR.

Bagaimana tidak kaget saya, percaya tidak percaya akan surat yang saya terima dan baca malam hari itu. Dalam kondisi lelah karena bekerja dari pagi saya pun mulai mengutuki diri sendiri bagaimana mungkin bisa saya melakukan kesalahan demikian?

Mood saya pun turun drastis malam itu. Bukan saja karena lelah, saya gemas pada diri saya mengapa hal seperti ini bisa terjadi. Padahal saya sudah menyiapkannya dengan seksama. hm setidaknnya begitulah perkiraan saya.

Saya menerawang merunut dimana kesalahan ini bisa berawal. saya ingat mem-fotocopy kartu kuning asli itu sebanyak 6 lembar agar uang pembayaran fotocopy menjadi genap. Namun saya pun mendengar saat petugas di DEPNAKER Kota Bogor berucap ke orang bahwa hanya 5 lembar yang akan dilegalisir. Saya pun ingat bahwa saya memiliki 6 lembar dan ada perasaan saya untuk mencabutnya. Namun saya pikir mungkin akan di legalisir seluruhnya atau nanti pastilah saya cek ulang.

Di sanalah kesalahan itu berawal. ternyata petugas depnaker tidak melegalisir lembar terakhir dari 6 lembar yang saya inapkan di kantor mereka 2 hari sebelumnya. Kesalahan diperparah oleh saya yang tidak lagi mengeceknya ketika berada di kantor pos. Saat itu saya terburu waktu karena harus mengajar pukul 11.00.

Di kantor pos saya mengantri dengan ratusan pelamar lain yang akan mengirim berkasnya. Saya mengambil lampiran kartu kuning dari lembaran terbelakang yang saya fikir terlegalisir. Sebelum akhirnya menuju loket pembayaran berkas-berkas saya diperiksa terlebih dahulu di suatu meja oleh petugas yang memastikan kelengkapannya. (ooh petugas ini pada akhirnya tidak membantu saya dengan tugasnya)

Surat penolakan tersebut akhirnya benar – benar mengganggu mood saya selama sehari semalam. Bukan semata karena saya tidak jadi mengikuti test seleksi penerimaan CPNS 2010. Namun terus terhantui pikiran dan pertanyaan, bagaimana mungkin saya melakukan kesalahan macam demikian?

Saya gemas, kesal, menghela nafas panjang seharian, mengutuki diri sendiri yang kini harus menerima konsekuensi dari deretan ketidaktelitian tadi. Saya berpikir keras bagaimana mengatasi kegemasan saya ini. Setidaknya saya butuh mood saya terperbaiki dalam sekejap.

Akhirnya saya memutuskan untuk mendatangi panitia seleksi CPNS pemerintah kabupaten pada kamis kemarin. Setelah menggeser jadwal mengajar ini dan itu akhirya ditemani seorang kawan saya meluncur ke komplek perkantoran Bupati, bertanya lokasi panitia penerimaan CPNS.

Setelah tiba di kantor panitia saya menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan saya. Bapak yang merupakan salah satu panitia tersebut cukup baik menerima saya.Dia tidak keberatan diganggu jam kerjanya untuk sekedar kembali mencari berkas lamaran saya yang sudah bersatu dengan ribuan berkas pelamar lainnya.

Akhirnya saya melihat dengan mata kepala saya sendiri kesalahan kartu kuning tidak terlegalisir tadi. Panitia sudah melakukan tugasnya dengan teliti, pengirim lamarannya yang tidak. Saya pun sempat menanyakan solusi dari situasi tersebut dan saya menerima ketika mendapati jawaban bahwa tidak ada penyelesaian yang menguntungkan saya untuk masalah ini selain kembali mencobanya tahun depan.

Kedatangan saya hari itu ke Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bogor cukup membuat hati saya tenang. Rasa Penasaran saya pun berkurang banyak karena pada akhirnya dengan mata kepala sendiri saya membuktikan kesalahan yang saya perbuat. Setidaknya saya berhenti mengutuki diri sendiri karena kesalahan “kecil” yang seharusnya bisa saya hindari.

Jika pada awalnya saya turut menyalahkan petugas DEPNAKER Kota Bogor yang tidak melegalisir lembar ke-6 atau setidaknya memberitahu kepada saya bahwa ada lembar yang mereka tidak legalisir. Juga kepada 2 petugas pemeriksa berkas yang ditugaskan di Kantor Pos Pusat Juanda Bogor yang turut memeriksa dan mengatakan bahwa berkas saya lengkap dan ok. Namun sepulang dari BKD saya memikul semua sebagai tanggung jawab saya seorang diri. Semua ini memang tidak akan  terjadi jika saja saya bisa dan mampu sedikit lebih teliti dari saat itu.

Kejadian ini mungkin akan jadi pelajaran bagi saya, dan mudah2an jadi pengingat kepada pihak lain untuk jangan sampai membuat kesalahan yang sama.

Selamat melaksanakan test bagi yang lolos test seleksi ADM tanggal 5 Desember besok. Kayaknya saya akan di rumah aja. tadinya pengen melarikan diri ke Bandung karena hari itu pasti saya akan terus ingat2 kesalahan saya. Tapi tidak apa, sekarang saya sudah tidak gemas lagi. Menerima sepenuhnya konsekuensi dari kesalahan akibat ketidaktelitian yang saya lakukan. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, kebetulan saja saat ini sedang terjadi pada saya.

Semangat, lain kali semoga lebih teliti.*_*

6 thoughts on “Pelajaran dari Sebuah Ketidaktelitian (CPNS 2010)

  1. ya ampun.. sabar ya.. semoga bisa ikut tahun depan..

    cerita ini bisa jadi pengalaman buat saya.. untuk lebih teliti dan tidak terburu dalam menyiapkan berkas pendaftaran..

    trims ya.. salam kenal..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s