Dunia Maya Bagai Soda (kasus mario teguh)

soda

Semalam seperti biasa saya duduk manis di depan layar komputer saya. Memandangi layar yang bergantian menampilkan beberapa situs jejaring yang saya ikuti juga beberapa blog yang sedang saya rapikan.

Ada sesuatu yang janggal di twitter, saya melihat twitter Pak Mario Teguh yang sejak pagi ini rajin menaburi dengan kata2 bijaknya berubah tampak lebih personal, percakapan, suatu pernyataan minta maaf. Bukan kata – kata bijak seperti biasanya.

Saya sedikit bingung ada apa gerangan yang terjadi. Apakah Pak Mario menuliskan sesuatu yang salah tadi, lantas mengapa saya melewatkannya? sehingga saya tidak tau apa yang kira2 salah dan di protes para followersnya? keingintahuan saya hanya cukup sampai situ, mengingat saya sedang tidak terlalu bersemangat.

Sebelum saya beranjak tidur seorang kawan dekat mengatakan pada saya bahwa ada perkataan yang tidak berkenan di twitter Pak Mario Teguh Malam tadi. Pernyataan yang sedikit menghakimi sekelompok orang dalam hal ini adalah wanita dilihat berdasarkan gaya hidup. Kalimat “bijak” ini mendapatkan sorotan dan menjadi kehebohan sendiri malam tadi. Ada yang kontra ada pula yang mengatakan itu benar dan bahkan ada pula yang berpendapat jika Pak Mario Teguh melakukan kesalahan toh ia pun manusia seperti yang lain.

Continue reading

Advertisements

Salah Facebook ?

facebook

Seminggu kebelakangan selain perihal century, di media marak pula berita mengenai facebook. Terjadi beberapa kasus dimana anak gadis remaja pergi dari rumah beberapa hari atau bahkan masihbelum diketemukan hingga sekarang. Dan si anak ditengarai pergi dari rumah dengan seseorang yang ia kenal di situs jejaring sosial facebook.

Sebagaimana kita ketahui Facebook  mulai ramai dipergunakan beberapa tahun kebelakang, dan benar- benar amat ramai setahun ke belakangan ini merupakan situs pertemanan yang paling di gandrungi saat ini. Situs ini diyakini bahkan mampu menyentuh masyarakat yang awalnya awam dengan dunia maya.

Namun di balik euforia akan kehadiran jejaring yang mampu mempererat jalinan hubungan dangan teman2 lama ini, facebook pula di klaim memiliki dampak negatif.

Continue reading

Penjualan Anak – Sisi Lain Potret kemiskinan

anak & ibu

di doa ibuku, namaku disebut..di doa ibu ku dengar….ada namaku di sebut…

Boleh jadi itulah lagu terindah yang menggambarkan hubungan seorang anak dengan ibunya. Anak lahir ke dunia dan menjadi kesayangan ibu yang telah melahirkannya dengan pertaruhan nyawa. Anak lahir ke dunia yang umumnya langsung mendapat peluk kasih sang ibu dan lantunan suara adzan sang ayah.

Bagaimana jika si anak mendapatkan kondisi ibu yang tidak sesuai bayangan? Mendadak tanpa dimintai pendapat ia telah dipindahtangankan oleh si ibu ke tangan yang lain. Jika ia tau apa yang sedang terjadi mungkin si anak akan berteriak :

“ibu, mengapa kau memberikan aku kepada orang lain?”

hanya terdengar suara lirih si ibu, itu pun sayup jauh terdengar karena tidak diteriakan dari lubuk hati.

“ibumu miskin sayang….”

Continue reading

Banjir Bandang

Sungai Ciliwung

Kemarin sore, sekitar pukul 5 hujan turun dengan derasnya. Bukan pemandangan aneh, karena memang sudah satu minggu ini Kota Bogor kerap di guyur hujan deras di sore hari. Plus dengan angin juga petirnya.

Sore itu saya berencana pergi berbelanja dengan mama saya selepas saya bekerja. Namun kondisi kakak perempuan saya yang sedang sakit memaksa kami mengurungkan niat pergi ke mall karena harus pergi ke dokter. Saya pun memutuskan ke mall bersama seorang teman saya untuk mencari makan malam.

Continue reading

Aku Tidak Pernah Punya Sepeda

sepeda

Malam ini jalan2 ke mall. Malas pulang ke rumah cepat2. selain karena hujan juga karena rumah sedang kosong. Hampir seluruh penghuninya berada di luar. Belum lagi ada kabar bahwa jembatan kali ciliwung menuju rumah saya tidak dapat dilewati.

Saya berputar – putar di supermarket bersama seorang kawan. Menunggu mama saya dan kakak perempuan yang dalam perjalanan menyusul karena banyak kebutuhan rumah tangga yang perlu di beli. Saya melihat deretan sepeda ini, dan tercengang melihat harganya. sekarang sepeda itu mencapai jutaan ya harganya? dulu kala saya masih kecil, saat ingin2nya dibelikan sepeda harganya masih kisaran ratusan ribu. *iyalah..tahun barapa ya? :p

Continue reading

Sendal Baru

sendal baru

Inilah harga tinggal di sebuah kota hujan 🙂 Jika teman saya mengatakan butuh ganti payung baru setiap 3 bulan untuk beraktivitas di Bogor, maka kasus seperti saya pasti pun terjadi pada yang lain. Hancurnya alas kaki karena hujan turun dengan derasnya.

Payung amat tidak awet di Bogor. Terlalu sering kena hujan. Saya pun mengalaminya. Lebih sering membeli payung jika dibandingkan di kota lain.

Hari ini, dalam perjalanan saya ke suatu mall sebelum magrib. Ketika hujan turun dengan lebatnya, air jalanan meluap dari selokan2 yang tidak memadai. Sendal saya yang masih belum berumur 3 bulan itu tau – tau lepas salah satunya. Memang seminggu ini sendal yang biasa saya pakai sering saya pakai berjalan di tengah hujan. yaaah, rusak deh. Jadi terseok – seok jalan menuju mall.

Continue reading

CAR FREE DAY di Bogor

Hari Minggu, 11 hari yang lalu saya diajak untuk jalan pagi ke area sempur. Menemani sang ibu yang ingin jalan pagi di jam Car Free Day yang memang beberapa waktu ini mulai digalakan di Kota Bogor.

Cuaca mendung pagi itu, rasanya malas sekali. Mata saya amat rapat. Bayangkan, saya belum tidur sama sekali setelah semalaman chatting dengan seorang kawan hingga pagi datang. Namun sulit mengatakan kata AH kepada ibu kita bukan? akhirnya, dengan sedikit sempoyongan saya menguatkan diri untuk jalan kaki 🙂 ini report suasana pagi itu :

Continue reading