Tiga Doa di Pagi Hari

Hari ini tanggal 14 April, hari ulang tahun mamah saya yang ke- 56 sekalligus tepat 4 bulan wafatnya almarhum bapak saya. Bapak meninggal tepat di tanggal 14 Desember pasca beliau selesai menunaikan sholat dzuhur.

Bangun pagi dengan mata rapat karena saya tidur agak larut semalam, sebelum matahari benar-benar terbit tadi saya sudah merajuki Allah dengan beberapa doa. Untuk mamah saya di dunia, untuk bapak saya di akhirat dan untuk diri saya sendiri.

Berharap dan meminta mamah saya diberikan kesehatan hari ini dan hari2 ke depan, dimudahkan rizkinya oleh Allah, dipanjangkan umurnya, selalu ditenangkan hati juga pikirannya dan diberi jalan untuk meraih apa2 yang belum diraihnya.

Continue reading

Advertisements

Oh Ibu …

Saya tidak pernah merayakan Hari Ibu secara special, bagi saya sehari-hari ibu selalu menjadi sosok special. Rasanya akan seperti itu pula orang lain kepada ibunya.

Ibu saya sudah sepekan ini ditinggal oleh suami untuk selamanya. Bapak saya sudah berpulang ke sisi Allah SWT pekan lalu.

Saya mendampingi ibu saya beberapa waktu ke belakang ini kala ibu menemani bapak saya sakit. Saya menyaksikannya setia merawat dan menjaga suaminya kala di rumah pun kala di rumah sakit.

Satu waktu mungkin pernah terlintas dibenaknya betapa saya begitu menjaga baik bapak saya, hampir apapun yang almarhum minta saya penuhi. Saya tekun menemani Bapak saya berobat. Mungkin pernah terlintas dalam benaknya saya mengistimewakan bapak, namun sungguh bagi saya keduanya sama.

Continue reading