Resah Pagi

Gak tau awalnya entah pagi yang mana mulai semua ini. Bangun pagi tak lagi menyenangkan karena badan bagian ini nyeri, kaki yang ini ngilu, lutut yang ini sakit, tangan dan bahu pun tak asik.

Walau takut dengan jarum suntik, untuk 19 tahun gak kena jarum suntik, 2 bulan lalu pun saya pergi cek darah. Semua normal, beberapa nilainya wajar. Tapi sakit tetap aja mengganggu.

Terhitung sudah 3 kali ke dokter, penjelasannya tidak mengkhawatirkan. Obat yang kemarin reaksinya cepat dan mumpuni, kenapa sekarang tidak lagi? Resah…bikin resah.
Bingung apa penyebabnya, dan tepatnya sakit apaan ini gak enak badan tiada henti?

Continue reading

Pohon Kersen

image

Pohon kersen begitu saya menyebutnya. Saya tak tau persis nama umum lainnya. Pohon ini sepertinya banyak dan sembarangan tumbuh di banyak tempat sekalipun tidak sengaja ditanam. Pohonnya merebak ranting dan daunnya meneduhkan. Buah2nya kecil2 hijau dan akan merah glossy saat matang.

Sampai sedewasa ini, setiap melihat pohon kersen apalagi yang berbuah jiwa anak2 saya muncul. Saya pasti menoleh atau mendongak memperhatikan adakah buah yang merah. Sayang, karena seringnya liat di lingkungan orang lain saya udah gak pantas layaknya anak2 berebutan naik atau menggapai dahan hanya untuk memetik buahnya. Maklum,jaga image-laaah.

Pohon kersen rasanya jadi salah satu pohon kenangan masa kecil saya selain pohon kenari sepanjang jalan. Ahmad Yani Kota Bogor. Masa kecil saya banyak dihabiskan bermain-main dengan kawan dibawah pohon ini. Sesekali memanjat, sesekali membawa sebilah bambu panjang ataupun bahu membahu dengan kawan2 saya meraih dahan dan memetik buahnya.

Continue reading

Antara Ahmad Heryawan, Arya Bima, dan Bintang Pamungkas

Tiga nama tokoh ini boleh jadi ada kesamaan yang belum tentu orang lain “ngeh”in. Apa kesamaannya? Kesamaannya yaitu di waktu belakangan ini ketiganya jadi figur yang paling sering saya liat di spanduk atau baliho.

Kita ke Pak Gubernur dulu ya. Berhubung tinggal di Jawa Barat saya sesungguhnya gak perlu merasa aneh kemana pun saya berjalan rasanya gak sulit menemukan foto pak gubernur yang keliatan kalem ini. Mau di baliho tengah kota maupun sampai di pelosok kabupaten leuwiliang sana. Bahkan saat saya berkunjung ke rumah kakak saya di dekat gunung sana dalam perjalanan setiap beberapa meter ada foto gubernur.

Satu yang paling menghipnotis adalah baliho kecil di kawasan taman kencana bogor. Kecil tapi tulisan “keberhasilan telah teraih” di baliho itu terbaca, terlihat lagi dan lagi berhubung setiap hari saya naik ojek dan belok tepat dekat baliho tersebut.

Continue reading

Naik Mobil Wisata Keliling Kebun Raya Bogor

image

hari ini saya ke kebun Raya Bogor, menjemput mamah saya beserta ponakan yang piknik di kebun raya bareng kerabat saya dari Jakarta. Saya sifatnya jemput dan menyusul sih, jadi gak ikut makan2 disana.

Sebagai warga Bogor yang seringkali ke Kebun Raya Bogor (KRB) hari tadi kita tergiur untuk coba menaiki mobil wisata di dalam KRB. Penasaran aja sama rasanya liat mobil wisata lalu lalang tapi gak pernah nyoba.

Maka saat kami akan pulang, kami melewati loket tempat naik turun penumpang mobil ini. Setelah mendapat informasi harga saya pun mendapat kertas nomor antrian (wow, antriannya puanjaaaang)

Continue reading

Pelajaran Baru – Lebaran Tanpa Almarhum Bapak

image

Lebaran tahun 1433 H ini adalah lebaran kali pertama tanpa bapak. Jika lebaran tahun ini jatuh pada tanggal 19 Agustus 2012, maka pada tanggal 14 Agustus 2012-nyaa tepat 8 bulan sudah alm bapak saya berpulang ke rahmatullah.

Berat? Tentu saja. Seumur saya hidup sekalipun belum pernah saya terpisah apalagi berlebaran berbeda kota maupun tempat. Semua kenangan berlebaran di masa lalu, belanja, beli baju, berpuasa, pergi silaturahim, mudik ke Bandung maka bapak saya selalu berada di dalam ceritanya.

Perasaan sedih sudah terasa ketika Ramadhan menjelang. Bapak gak ada. Kami pun berpuasa dengan sederhana. Menu makanan rasanya tidak semeriah tahun sebelumnya. Mungkin ketiadaan bapak membuat acara masak menjadi simple karena kepala keluarga yang dilayani sudah tiada.

Continue reading

LEBARAN – peLEBARAN badan

image

selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H.

Setelah satu bulan kita berpuasa akhirnya tiba juga kemarin kita di hari nan fitri. Idul Fitri tahun ini nyaris serentak dan gak ada perbedaan hari ataupun mundur seperti tahun lalu. Alhamdulillah.

Idul Fitri atau juga kita sebut lebaran tentu identik dengan hidangan-hidangan khas yang dari tahun ke tahun dipastikan ada. Salah satunya ketupat. Ketupat saya fikir hampir rata dijadikan menu utama di banyak daerah. Mungkin sayur dan lauk pauknya saja yang berbeda.

Continue reading

MUDIK

Moment lebaran seperti sekarang ini adalah moment dimana banyak orang mudik ke kampung halamannya masing2. Silaturahim saat hari raya membuat sebagian masyarakat bergerak dari satu tempat ke tempat lain sesuai tujun masing-masing.

Mudik sangat identik dengan lebaran. Sejak H-7 hinggi H+7 Idul Fitri suasana mudik di jalanan antar kota, antar provinsi sudah diberitakan secara terus menerus oleh televisi. Mudik bukan hanya anak pulang ke rumah orang tua, tetapi seiring berkembangnya ceritaa mudik kemudian akan disertai oleh ikutnya menantu, cucu, tak kalah ketinggalan bahkan besan ikut sekalian jalan2.

Continue reading

Hujan Di Bulan Ramadhan

image

Ramadhan tahun ini, seingat saya hanya ada sekali hujan gerimis pada saat berbuka puasa. Hanya sekejap pula cukup membasahi jalanan seadanya saja. Tapi hujan besar pun datang kemarin lusa.

Selasa sore saya berada si kampus, merampungkan jadwal dan pekerjaan saya yang belum selesai. Kebetulan di hari yang sama adalah hari terakhir masa perkuliahan matrikulasi.

Dari dalam kelas saya sesekali mengintip ke luar dan bergumam memandang langit yang mulai mendung. Tak lama hujan turun, kemudian makin deras. Petirnya mulai bersahutan dan ada angin. Saya gugup? Hehe iya, sedikit. Gak bisa berhenti mondar mandir ke arah jendela. Tapi saya gak bisa mengekspresikan takut saya, soalnya sedang berada depan kelas berisi puluhan mahasiswa 🙂 dududu

Continue reading

Silaturahim Alumni SMANTIBO 2000 dan Buka Bersama Anak Panti Asuhan Putri dan Balita Darush Sholihat

image

Berkumpul Bersama Anak Panti

Kemarin sore, Sabtu 4 Agustus 2012 saya berkesempatan silaturahim dengan kawan-kawan alumni SMA 3 Bogor angkatan saya. Kali ini lokasi silaturahim kebetulan diselenggarakan di salah satu Panti Putri dan Balita Darush Sholihat yang berlokasi di kawasan Pajajaran Bogor.

Sepulangnya dari beraktivitas di kampus saya mampir ke rumah terlebih dahulu untuk menjemput keponakan semata wayang yang akan saya ajak. Lokasi Panti asuhan ini sebenarnya mudah dijangkau, patokannya cukup dengan kata kunci “pajajaran” dan “hotel ririn”. Nah bakal mudah deh ketemu Pantinya.

Saya datang pukul 5 sore, acara belum juga dimulai walau saya lihat beberapa kawan sudah sibuk dengan beberapa urusan. Ternyata semua itu dikarenakan kami menanti Zaini, salah satu alumni angkatan kami yang sore itu dijadwalkan oleh panitia sebagai pengisi tausiyah.

Breuuuuum…..motor Zaini tampak memasuki halaman Panti. Dan saya lihat pun anak2 panti dan kawan2 alumni mulai duduk manis bersiap memulai acara. Acara dibuka oleh Roy yang sambil saya potret2 acara telinga saya mendengarkan kalimat2 fasihnya membuka acara. (Saya sempat tertegun, itu bener temen SMA saya? Hehehe).

mendengarkan dengan seksama

Kemudian ada sambutan dari pihak kami, Alumni Smanti Bogor 2000 yang diwakilkan oleh Priyo. Lagi2 selama memotret saya ikut dengerin. Wah priyo pake catatan kecil, mungkin berisi tulisan poin2 yang perlu disampaikan khawatirnya terlewat untuk terucap. Wah Priyo udah berhawa pejabat deh… keren sambutannya. (Ngucek2 mata lagi meyakinkan bener gak ya ini temen SMA saya) 🙂

image

Betet Mewakili Alumni

Selanjutnya ada sambutan sedikit dari Pengelola panti dan dilanjutkan oleh acara penyerahan sedikit bantuan kami dan kawan2 yang diberikan secara simbolis oleh Betet (betet, nama aslinya Fahmi kan ya..? 🙂 pemberian tak seberapa ini adalah sebagian dari amanat kawan2 alumni secara keseluruhan yang menitipkan sedekahnya kepada panitia. Sekalipun mereka tak datang, insyaAllah pemberiannya sampai dan manfaat bagi anak2 panti.

Acara dilanjutkan oleh tausiyah dari Zaini. Nah ini saya kembali membuat tertegun ketika sadar yang sedang memberikan tausiyah adalah kawan SMA kami juga. Maklum, kenangan yang melekat terhadap kawan2 SMA adalah figur ketika mereka di SMA. Tak menyangka ya sebenarnya kita semua sudah berjalan jauh dari masa remaja kita. Sekarang semua menjelma menjadi dewasa.

Tak lama Zaini berbicara, bedug adzan pun terdengar. Horaaaay, saya fikir bukan hanya anak panti yang bahagia mendengarnya. Kakak2 alumni termasuk saya juga girang mendengar tanda waktu magrib tiba. Maka semuanya pun mulai meminum air dalam botol yang sudah dibagikan dari tadi. Tak lupa pula cemilan yang sudah disedikan oleh seksi konsumsi Juwita Binti Junaedi alumni kelas 3 IPA 2 *_*

Berbuka puasa yang terasa berbeda. Selain bisa silaturahim dengan kawan lama dan para pengelola panti, kita pun ikut berbagi mewakili kawan2 alumni dimanapun mereka berada.

image

Manakan Happy Catering

Setelah sholat magrib, acara makan pun dimulai tanpa komando. Masing-masing mendapatkan sepaket kotak nasi yang menunya sudah disesuaikan untuk menu anak2 oleh Juwita. Sesungguhnya saya sedang tidak fit dan sedikit kelelahan minggu ini, namun berbuka dengan kawan-kawan di panti sejenak lupa sama lelahnya. Makanannya pun enak. (Promosi kalo mau catering makanan ataupun ingin pesan minuman cincau kemasan kemarin, silahkan ke Happy Cateringnya Juwita) 🙂

image

Roy dan Adiw

Suasana selepas makan mendadak seperti lebaran tatkala Roy mewakili alumni lain membagikan amplop putih yang entah isinya apa ke anak2 panti 🙂 mereka bahagia, yang memberi pun bahagia. Dan semoga teman2 yang gak datang pun melihatnya ikut gembira.

Acara selepas makan, kami alumni berkumpul terpisah di aula. Membahas kemungkinan kegiatan bakti sosial selanjutnya. Perlu diinfokan kepada alumni lain yang tak datang, dana yang terkumpul melebihi target awal dan jumlahnya cukup untuk dibagikan ke panti selanjutnya. Jadi kita tidak hanya berhenti di satu panti ini saja. Dalam waktu dekat amanah2 dari kawan2 alumni akan disalurkan seluruhnya ke tempat-tempat lain. Alhamdulillah

image

Alumni Berkumpul di Aula Panti

Betet,lucky dan Roy berusaha melaporkan keuangan yang diperoleh panitia dan berapa yang sudah disalurkan. Teman2 lain mengangguk-angguk setuju saja. Semoga memang setuju, bukan karena kekenyangan.

Sudah, disanalah acara silaturahim kemarin selesai. Dilanjutkan dengan foto2 dan saya dengan beberapa kawan sempat melihat barak panti dan bayi2 mungil yang baru datang di panti. Sedih dan ngenes ya membayangkan mereka disana tanpa sempat tau kemana orang tuanya dan mengapa meninggalkannya. Saya pikir adegan seperti ini hanya ada di sinetron.

image

2 dari 3 bayi baru di Panti

Makanya Juwita mengajakserta adiknya melihat. Kita yang dirawat dan dijaga oleh orang tua sendiri dalam keluarga harus selalu ingat untuk bersyukur dan menjadi anak yang baik. Adik2 di panti banyak yang tidak seberentung kita diasuh oleh ayah ibunya.

image

Ruang Tidur Anak Panti

Demikian buka puasa kali ini. Semoga titipan sedekah kawan2 alumni semua barokah dan manfaat bagi adik2 di panti dan bayi2 mungil yang harus disediakan kebutuhan susu formulanya. Semoga adik2 panti juga dilimpahi kegembiraan selama Ramadhan ini dan bersuka cita menyambut Lebaran nanti. Semoga Allah meridhoi kegiatan silaturaim kita.semua. Foto2 lain :

image

Berkumpul di awal acara

juwi, yayang, lucky, erlin, vicky

pa’i, eky,dkk

image

image

Trio alumni serius mendengarkan rapat

Horaaaaay, Dagang aja semua :)

image

Pengen senyum deh siang ini. Gak sengaja mengintip wall facebook dan mendapati semua atau sebagian besar kawan saya berjualan. Yang bikin geli adalah saya sekarang salah satu bagian diantaranya.

Selama ini saya bergaul dengan teman-teman yang jiwa enterpreneurnya tinggi sekali. Beberapa diantaranya memiliki pekerjaan menarik ataupun tampak mapan. Namun berjualan atau berbisnis sepertinya bukan lagi sekedar usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok. Setidaknya saya lihat dari beberapa contohnya.

Selama ini saya yang berkecimpung di dunia pendidikan biasanya sih cuma duduk manis ikut dengerin kawan2 lain saat berkumpul membicarakan bisnis dan jual beli. Setia disana mendengarkan suka cita dan keluh kesahnya.

Continue reading