BELAJAR BERPUASA (#NulisRandom2015 – 27)

Berada di bulan puasa seperti saat ini bikin saya harus siap kalo2 telinga panas dan seperti gak ada bosan cerita saya belajar puasa waktu kecil diulang-ulang udah kayak kaset kusut. Kelakuan saya waktu belajar puasa saat kecil sering diungkit ibu saya jika sedang bernostalgia saat berbincang santai. Walau waktu berlalu sangat lama, aura gemes dan jengkel ibu saya masih aja tersisa.

Saya sih gak masalah jadi bahan cerita karena selain itu kebenaran, cerita berpuasa masa kecil saya adalah kenangan hidup yang akan selalu saya kenang sebagai masa kanak2 yang menyenangkan. Gak enaknya cuma itu satu, cerita saya suka jadi bahan percontohan (contoh jelek) yang diperdengarkan ke adik2 sepupu saya. Dan seakan mendapatkan senjata dan kesempatan, mereka suka jadiin itu bahan ejekan. Fiuh.

Continue reading

HILAL DI DALAM MALL (#NulisRandom2015 – 22)

Hilal adalah kosakata yang paling banyak diperbincangkan ketika menjelang bulan Ramadhan.  Hilal katanya sih sebutan untuk sabit bulan baru yang muncul pertanda datangnya bulan baru di sistem kalender komariyah atau hijriah. Nah jadi udah hal biasa kalo H-1 kira2 Ramadhan mau datang munculnya hilal jadi trending topic karena munculnya hilal dijadiin pertanda telah masuknya bulan Ramadhan.

Ngomong2 tentang pertanda datangnya bulan puasa dengan ngintip hilal saat langit mulai agak gelap, supermarket di dalam mall punya pertanda sendiri untuk ngabarin kalo bulan Ramadhan segera datang. Tanda itu adalah kalo di supermarket mereka mulai memajang botol2 sirup dalam jumlah berlebihan. Disusul oleh tumpukan kaleng biskuit yang menjulang. Seakan gak ketinggalan botol2 minuman bersoda juga ikut berbaris.

Continue reading

SENJA DI MAKAM BAPAK ( #NulisRandom2015 – 12)

Beberapa hari ke depan kita akan bertemu lagi dengan Ramadhan, dan seperti kebiasaan sebelumnya sebelum bertemu Ramadhan sekali saya akan menyempatkan diri menziarahi makam alm kakek dan bapak. Gak seperti biasanya kali ini saya menziarahi makam selepas waktu ashar menjelang magrib. Hal ini sudah sesuai rencana karena sabtu pagi saya masih harus ke kantor. Beruntung pekerjaan selesai sebelum dzuhur dan saya meminta murid saya menjadwalkan ulang waktu les agar saya bisa ke makam.

Entah saya yang sedang melankolis karena PMS, atau suasana sore tadi yang memicu rasa capek menjadi rasa sendu. Duduk di depan makam bapak  dan menyadari sebentar lagi ramadhan dan ini akan jadi ramadhan kesekian tanpa almarhum tiba2 mata terasa perih dan berair. Saya duduk diam di sisi makam mengamini doa2 yang diucapkan uwa lalu hadir perasaan bersalah kepada almarhum yang makamnya saya ziarahi ini.

Continue reading

RADIO BUTUT (#NulisRandom2015 – 6)

image

Merk-nya Sharp.  Dia bukan radio sembarang radio, keberadaannya mengisi masa-masa kecil dan remaja saya. Setelah beberes gudang atas beberapa waktu lalu, radio ini diturunkan kembali lalu dibersihkan dan ternyata masih baik untuk fungsi radionya. Namun tidak dengan pemutar kasetnya,dari sejak saya SMA dia memang sudah tidak berfungsi.

Melihatnya di tengah rumah saat ini bikin saya mengingat masa kecil saya. Radio ini saya dan keluarga saya pakai bersama saat mendengarkan sandiwara radio. Saya ingat ibu saya akan mulai menyetrika pakaian dan radio ini akan dipasangnya mendengarkan sandiwara. Saya dan kakak saya akan duduk didekatnya ikut mendengarkan.

Continue reading

NONTON SAN ANDREAS (#NULISRANDOM2015 – 3)

Amerika Jago bohong

Celoteh mamah saya sambil kami antri di toilet wanita sesaat setelah keluar dari bioskop. Sore itu kami berdua memilih film San Andreas untuk kami tonton.

Bohong gimana? Memangnya gempa bumi dan porak porandanya bumi karena bencana kayak tadi itu mustahil?

Saya menyahutimsambil meringis nahan pipis. Masih 1 orang lagi di depan saya yang mengantri di toilet yang sama.

Saya :”bukannya kiamat akan jauh lebih dahsyat? Katanya semua udah kayak anai2 berterbangan ”
Mamah :” bukan… Bukan itu. Itu loh tadi si para pemerannya bisa mulus aja gitu selamat sementara yang lain hancur”

Obrolan pun terhenti sesaat karena tiba waktunya masuk ke toilet. Mamah saya barangkali benar.. Di bencana alam kayak gitu kayaknya terlalu happy ending kalo pemeran utamanya Selamat semua. Tapi namanya film, gak seru amat kalo peran utamanya mati semua. Lagi pula di kejadian nyata saat ada bencana serupa selain kiamat saya percaya pasti ada satu dua yang bernasib mujur.

Continue reading

Risk Taker ( #NulisRandom2015 – 2)

KBBI menuliskan resiko adalah akibat yang kurang menyenangkan atau merugikan yang kita dapatkan dari suatu tindakan atau pembuatan. Ngomongin tentang resiko kalo 1 adalah orang yang selalu menghindari resiko dan 10 adalah orang yang hobi mengambil resiko tinggi, barangkali saya ada di level 4. Kadang kita mesti kayak kalkulator yakni tang ting tung segala sesuatu. Kalo ada pilihan lain yang tidak memerlukan resiko, mengapa mengambil yang beresiko.? Begitu kira2.

Pagi ini saya teringat kejadian Sabtu lalu saat jalanan kota Bogor padat akibat helaran kebudayaan rangkaian acara hari jadi Bogor yang ke 533. Hari itu setelah menyempatkan diri ngajar sekali saya bawa si Rafa ponakan laki2 4,5 tahun untuk menonton pawai. Sebetulnya saya gak suka keramaian, tapi kenangan pawai di masa kecil tentu jadi pengalaman tersendiri untuk bocah itu. Karena mamahnya kerja dan neneknya lagi ke Jakarta, saya lah yang mau gak mau mengantar.

Continue reading

NELEN OBAT

Di suatu obrolan santai dengan beberapa sahabat baik saya dari SMA di suatu petang, kami menertawakan diri kami sendiri karena 3 dari 4 orang yang duduk makan di resto sore itu punya masalah dengan menelan obat2an. Menelan obat yang untuk sebagian orang adalah hal biasa tapi tidak bagi kami.

Saya sering bermasalah menenggak obat. Pernah suatu kali saya flu lalu memutuskan untuk meminum obat yang saya beli dari warung. Dengan konsentrasi tinggi saya simpan obat tadi di ujung pangkal lidah lalu menelan air. Tapi keamatiran saya justru membuat obat itu terkunyah aja di geraham sementara air minumnya tertelan. Lain waktu saya sakit dan dokter memberikan saya obat berbentuk kapsul tapi bukannya licin tertelan itu obat, saya malah menyebabkan obat kapsul tadi menempel lengket di langit2 mulut hahaha.

Berulangkali gagal membuat saya sering memutuskan menggerus obat menjadi bubuk halus sebelum meminumnya. Pahit? Tentu saja. Tapi rasa pahit jauh lebih pasti daripada mencemaskan apa obat itu berhasil tertelan atau saya tersedak karenanya. Namun menggerus bukan kemudian tidak ada resiko. Pernah saya menggerus antibiotik yang ukurannya besar dan rasa pahitnya sulit hilang dari sepenjuru mulut. Dua buah jeruk dan menggosok gigi tak membuatnya lebih baik.

Continue reading