•February 10, 2010 •
3 Comments

hujan dibalik jendela
Siang itu langit mendadak mendung, hujan amat derasnya. Bingung mau pulang gimana. Pas koreh2 tas ternyata payung tidak ada. Mikir lama dimana kan itu payung berada? apa di rumah semalam tidak dimasukan lagi, apa di angkot tertinggal? hm..ternyata tertinggal di mobil seorang teman setelah makan malam tadi malam. apes banget..banyak yang harus di kerjain, ambil uang, simpen uang, ambil baju, balik ngajar..

berpayung
huks…mahasiswa mahsiswi itu pada pergi pake payung. Mungkin aja mereka gak tergesa – gesa karena pulang ujian biasanya tidur atau main. Lah, saya ini masih banyak yang harus di kerjakan. Gimana menembus hujan dengan tas dan buku2 ini?

suasana hujan di bogor
sedikit reda hujannya, namun tetep rintiknya deras. segitu teh rasanya reda. maka segeralah berlari menuju jalan mencari angkutan umum, sambil bingung kemana dulu, mana yang harus didahulukan sedang waktu tadi sudah banyak terbuang sia – sia menanti hujan.

beli payung
akhirnya memutuskan membeli payung ditengah perjalanan mengambil uang. lalu kembali ke rumah untuk menukar sepatu dan baju, menyimpan buku lalu pergi mengajar lagi dan berlanjut menonton ke bioskop dengan teman malamnya.

payung baru
akhirnya punya payung baru..pake payung walau badan sudah basah kuyup. semua kegiatan batal karena kepala di serang pusing akibat hujan2an..jadi tidur di rumah dengan kepala di balut handuk…
Posted in pojok bogor
Tags: bogor, kota hujan, payung
•February 10, 2010 •
7 Comments

desi
Ini temen kuliah saya yang bernama Desi Nurita. Lulusan SMUN 2 Bandar Lampung.
Dua bulan ini agak penasaran ama status yang ia tulis di Yahoo messenger.
“gk sabar pengen cepet – cepet februari”
Begitulah ia tulis status YMnya selama bulan januari. Saya diam saja, walau ingin tanya apa sih yang ia tunggu di bukan februari? kok sampe di tunggu hingga februari..
Entah kenapa terhalang terus untuk bertanya, apa kesenangan atau kejutan yang sedang ia tunggu. Hingga akhirnya Februari itu datang, dan saya melihat statusnya berubah. Jawaban yang sedikit banyak juga saya tunggu apa maksud status sebelumnya, hanya menghasilkan kekecewaan
Continue reading ‘Status temen yang Misteri’
Posted in bebas bicara
Tags: desi
•February 10, 2010 •
1 Comment

nyampulin buku
ho ho, ini tumpukan buku yang harus saya sampul plastik agar lebih awet sedikit jika dibandingkan dengan tidak di sampul. Setelah kehilangan banyak buku beserta lemari raknya akibat rayap tahun2 lalu, sepertinya saya kudu lebih sayang buku yang saya miliki dengan merawat, menjaga dan membersihkannya.
Sampul plastik sudah saya beli dari kapan tau, segulung plastik yang sudah berukuran kecil. Tonggal tarik dan sampul. alat perekatnya pun sudah. Gunting pun ada.
Namun entah kenapa malas sekali mengerjakannya. Saya jadi rindu penjual buku yang mangkal di pintu masuk kampus IPB di pertigaan tembok berlin antara jalan Bara dan jalan Bateng di kawasan padat kost mahasiswa IPB.
Dulu saat saya membeli buku disana maka buku saya yang saya beli dari toko buku pun akan saya sodorkan untuk disampul oleh si pedagang. Dia tidak memungut biaya yang mahal untuk jasa menyampulnya kepada mahasiswi malas kayak saya ini. Cukup seribu rupiah kalo tidak salah ingat.
Continue reading ‘Malasnya Menyampul Buku’
Posted in CURCOL
Tags: sampul buku
•February 10, 2010 •
3 Comments

jamur-cendawan-supa-suung
Pagi ini Bogor terasa lebih dingin, entah memang udaranya apa memang badan saya yang tidak fit. setelah tertidur sejak subuh tadi, saya bangun keluar kamar setelah menyingkap tirai jendela agar matahari leluasa menyelipkan sinarnya.
Keluar dengan menarik sehelai kain pantai warna merah untuk di selendangkan di pundak menutupi dingin pagi ini mengganggu tubuh.
Melihat mama saya lagi bertransaksi dengan seorang tukang sayur langganan di depan rumah. Saya menghampiri, siapa tau ada bahan yang ingin saya beli untuk menggugah selera makan hari ini. Sungguh menyenangkan dan mengejutkan si tukang sayur memberikan 2 buah jamur alam, yang saya menyebutnya dengan kata supa, namun tukang sayur menyebutnya dengan suung.
Continue reading ‘Sorry aku marah2 (kasus Tumis Jamur)’
Posted in CURCOL
Tags: jamur, supa, suung, tumis
•January 20, 2010 •
4 Comments

sulitnya menyebrang
Zebra cross adalah tempat penyeberangan di jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki yang akan menyeberang jalan, dinyatakan dengan marka jalan berbentuk garis membujur berwarna putih dan hitam yang tebal garisnya 300 mm dan dengan celah yang sama dan panjang sekurang-kurangnya 2500 mm, menjelang zebra cross masih ditambah lagi dengan larangan parkir agar pejalan kaki yang akan menyeberang dapat terlihat oleh pengemudi kendaraan di jalan. Pejalan kaki yang berjalan diatas zebra cross mendapatkan perioritas terlebih dahulu.
Disebut sebagai zebra cross karena menggunakan warna hitam dan putih seperti warna pada hewan zebra dari kelompok hewan kuda yang hidup di Afrika. (wikipedia)
Dari penjelasan di atas setidaknya kita tau apa itu fungsi zebra cross. Kalo kamu inget saat sekolah dasar dulu pasti pernah ketemu dengan pertanyaan dalam buku atau PR atau ulangan :
Kita menyebrang jalan di ……
jawabannya tentu di zebra cross, suatu area di jalan raya yang di tandai dengan garis – garis putih melintangi jalan. Untuk apa? ya untuk kita pejalan kaki menyebrang. Apa sih peraturannya? ya mungkin minimal saat ada pejalan kaki yang menginjakan kakinya di zebra cross para pengendara memberi kesempatan pejalan kaki tadi untuk menyebrang.
Continue reading ‘Zebra Cross + penyebrang’
Posted in bebas bicara
Tags: jalan raya, pejalan kaki, zebra cross
•January 13, 2010 •
10 Comments

ayam penyet
Ayam penyet, ini model ayam yang baru 1 bulan ini saya coba makan. Awalnya adalah di suatu malam ketika saya dijemput oleh dua orang teman saya lalu kami bertiga berputar – putar malam itu mencari tempat makan. Akhirnya kami berhenti di tempat makan Mie Jogja di pinggir jalan pajajaran kota bogor deket balan binarum. Itu pun adalah tempat yang kesekian kami kunjungi, setelah beberapa tempat makan yang lain mau tutup ataupun tidak sesuai selera kami.
Saya fikir saya akan makan mie, karena sepengetahuan saya disitu tempat jualan mie. ternyata ada menu ayam penyet, maka saya memutuskan untuk mencicip menu ayam yang memang favorit saya ini.
Sejak saat itu, saya selalu tergoda dengan rasa ayamnya. lepas malam itu, keesokan harinya saya kembali menyambangi tempat itu sendirian di saat makan siang karena ayamnya selalu terbayang
liatlah, dalam piring pilin2 rotan itu, dengan dilapisi selembar daun terdapat nasi, 1 potong ayam, remah2 bumbu ayam (mirip keremes), ada juga tahu pong besar (unik juga), lalapan (beberapa lembar daun kemangi dan 2 potong timun) tidak lupa sambel (ada 2 jenis sambel, sambel merah dan sambel bajak ijo yang saya gk suka). oh ya ada juga selembar kerupuk.
Continue reading ‘Ayam penyet’
Posted in kuliner
Tags: ayam penyet, kuliner bogor
•January 12, 2010 •
9 Comments

molu meranti
Beberapa hari lalu saya mengetahui kabar dari update seorang kawan di sebuah situs jejaring sosial bahwa ia sedang melakukan perjalanan dinas ke Kota Medan.
Sudah bisa di tebak jika selanjutnya kawan saya yang wanita itu menemui kawan kami yang memang sudah beberapa waktu ini bekerja disana.
Kota Medan, kuliner? hm…saya teringat dengan kue bika ambon yang yummy itu. Lalu juga teringat dengan Bolu Meranti yang sampai pada wkatu itu itu belum pernah saya cicipi. Yup, di suatu hari ada acara televisi yang menayangkan toko kue yang menjual bolu di kota Medan sana. Toko yang gk terlalu besar kalo saya lihat di TV, tapi ramainya bukan main. Slruuuup!! ngiler banget saat itu. Berpikir entah kapan bisa mencicipinya.
Hihihi, saya jadi tergoda untuk meminta bolu itu ke temen saya yang bekerja disana. Yuda namanya. Membayangkan bolu – bolu berbagai rasa akhirnya bisa saya lumat habis dimulut. huaaaa…air liur melambai – lambai >.<
Continue reading ‘Kiriman Bolu Meranti’
Posted in bebas bicara
Tags: bolu meranti
•January 2, 2010 •
25 Comments
Pagi ini aku bangun amat terlambat, semalam aku tidur amat larut. Setengah tergesa aku memasukan semua benda – benda yang memang harus berada di dalam tas untuk aku bawa. Ah tidak, dinding kamar menunjukan waktu sudah hampir pukul setengah tujuh pagi, burung hiasan jam dinding itu bergerak – gerak seakan mengataiku bodoh mengapa aku harus tidur larut dimalam yang keesokan harinya aku harus bekerja.
Aku menggapai sebuah handuk basah yang menjuntai di atas tempat tidur, seterlambat apapun aku harus menyimpan kembali handuk basah itu ke sebuah rak yang sudah disediakan ibuku di satu pojokan terbuka tepat di sebelah dapur. Kalau tidak entah seberapa panjang ceramah tentang kebersihan kamar akan aku dapat sepulangnya sore nanti.
Jalanan komplek sudah mulai tampak ramai, beberapa mobil sudah bergerak keluar dari garasi pemiliknya. Satu mobil berisi sepasang suami istri yang akan pergi bekerja. Mereka tidak tampak mengobrol, dari balik kaca mobil aku melihat wajah mereka datar. mungkin sedang berdoa agar di perjalanan mereka tidak terjebak oleh kemacetan kota kembang yang memang sudah mulai dipenuhi seiring telah dimulainya liburan akhir tahun. Tapi sama sepertiku, hari ini tetaplah hari bekerja. Ada satu presentasi yang harus aku lakukan hari ini. Presentasi yang sudah menghabiskan banyak waktuku seminggu ini. Berharap waktu dapat kembali sehingga aku bisa mengubah keputusanku dimasa lalu yang menyetujui teamku mengerjakan proyek ini.
Continue reading ‘Cinta dan Tahun baru’
Posted in cerpen
Tags: cerpen
•January 2, 2010 •
5 Comments

photo : http://jajanan.com
Pagi ini sarapan bubur ayam, harusnya memang minum susu WRP tapi biarlah sedikit aja >.<
Bangun dengan senyuman, sedang tidak mau berfikir salah dan benar hanya ingin tersenyum aja pagi ini
Makan bubur ayam sambil dengerin gosip yang sedang diobrolkan anggota keluarga yang lain di dapur.
Bapak :
si dina tadi peuting hudang deui, lapar cuenah neangan sate
Mamah :
hehe, mamah ge apal eta budak hudang deui nyaangkeun internet pan?
Bapak :
neangan sate..mana bapak deui anu ngabiskeun, ah da dititah diabiskeun
Mamah :
ah, bongan tu da sare budak teh. aneh, ari batur hudang manehna sare. ari batur sare manehna kalah hudang.
Bapak :
untung duren mah di sisakeun nya?
lalu terdengar suara teteh saya yang memang dari tadi mendengarkan gunjingan di dapur pagi – pagi itu.
ah, makan aja buburnya sampe habis. lalu minum gree tea dan kita olahraga sejenak seblum bersihin kamar mandi. duren udah saya buka, dituangin ke piring dan masuk dengan aman di kulkas. Nanti agak siangan makan duren dingin.
hm, bener ini teh hari ini gak mau jalan2?
Posted in bebas bicara
Tags: bubur ayam, gosip
•January 1, 2010 •
9 Comments

kurang tidur
Hey, lama rasanya saya gk ngaku dalam kondisi kurang tidur. Belakangan emang rada menurun ini kemampuan tidur paginya. Paling kuat juga jam 12 malem udah tepar. Deket2 ke liburan paling ampe jam 1 atau jam setengah 2 malem.
Dulu, belajar saat SMA (sungguh, walaupun hasilnya her saya pun belajar) saya bisa belajar hingga jam 1. Ketika di kuliah saya bisa belajar hingga jam 4 pagi. lalu jam 6 meluncur ke kampus hingga sore hari. Saat lulus, khususnya ketika keranjingan drama korea bahkan saya pernah tidak tidur sama sekali. menonton DVD mulai dari jam 10 malam hingga pukul setengah 12 siang (istirahat hanya sholat subuh). Tapi belakangan ini gk tahan lagi tuh gitu – gituan.
Bener kata bung Roma Irama, jangan begadang kalo memang gk ada artinya. hihi. Tapi dulu ketika kuliah, karena saya salah satu penganut mahasiswi “sistem kebut semalem” (belajar hanya 1 malam sebelum ujian untuk seluruh bahan) saya pun ikut2an begadang. Temen butuh 4 gelas kopi untuk bertahan hingga pagi, saya yang gak suka kopi akhirnya ikut mencoba juga namun cukuplah kopi mix aja.
Continue reading ‘racauan si kurang tidur’
Posted in bebas bicara
Tags: begadang, kurang tidur, meracau
komentarmu