•November 8, 2009 •
2 Comments

dari http://benedikawidyatmoko.wordpress.com/
hm, selalu deh pada ujungnya perasaan seperti ini yang saya rasain. mau kapanpun, berurusan dengan siapapun..
susah melawannya bahkan dengan mengkontruksikan mindset positif dan jiwa besar, karena pesan yang diberikan oleh sekeliling terkadang benar – benar menunjukan cocoknya hal tersebut dengan kenyataan.
Saat ini kembali merasakan hal yang serupa, hm..dongkol juga lelah lama2..sulit untuk membarier otak untuk tidak terpengaruh. Kadang terpikir mungkin memang harus diterima saja, atau diubah kenyataannya sekalian. Kadang ingin marah, merasa diperlakukan tidak adil dan tidak ingin menerima. Namun dalam hati kecil itulah kenyataan. Terkadang juga punya harapan terhadap orang lain untuk tidak terus menerus mengirimkan pesan yang sama..
uuuugh, sedih banget…bosan dengan “pesan2 ” ini…
Posted in CURCOL
Tags: dina mardiana, obenk
•November 6, 2009 •
6 Comments

penjual tuak
Hari Minggu pagi lalu, ketika saya berkumpul dengan teman – teman dari Bogor Korean Culture Community (BKCC) di area Taman Koleksi kampus IPB Baranang Siang saya bertemu dengan bapak di panjual Tuak, hm..saya sih menyebutnya tuak. Namun salah satu senior saya pernah menyebutnya dengan sebutan lahang.
Tuak sendiri adalah minuman hasil fermentasi dari bahan minuman atau buah yang mengandung gula (wikipedia). Bicara tentang tuak ini sepertinya yang saya minum tidak beralkohol. Dibuatnya dari pohon aren. Si bapak penjual menjualnya masih dengan cara trandisional yaitu dengan menggunakan batang bambu sebagai wadah yang dipikul (ongkek). Dan membawa sebuah ember berair yang terbuat dari batang bambu juga dengan beberapa gelas yang terpajang disana.
Sebenarnya si bapak ini sering saya lihat, namun saya hampir tidak memiliki kesempatan untuk mencicipi tuak yang ia jajakan. Ketika saya berada di taman itu dan melihat orang lain membeli saya hanya berusaha menahan jatuhnya air liur saya, hi3. Tuak ini sering sekali saya beli ketika saya anak – anak. Baik ketika sedang bermain di sekitar rumah atau jauh dari rumah bersama kawan2 masa kecil. Bermain di suasana panas, sangat menyenangkan bertemu penjual tuak. Rasa minumannya maniiiiiz, terasa dingin di tenggorokan. Dan pagi di hari Minggu ini, saya akhirnya kembali membeli dan merasakan sensasi rasa tuak, langsung dituangkan dari ongkek.
Continue reading ‘Tuak bin Lahang’
Posted in pojok bogor
Tags: lahang, tuak
•October 31, 2009 •
18 Comments
Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Bulan Oktober ini, kalau saja tidak diingatkan oleh acara – acara TV atau status teman – teman di facebook hampir melupakan bahwa hari itu adalah hari sumpah pemuda. Lain ketika saya masih rajin menulis diary dikala remaja, hampir setiap tanggal menulis saya juga mengucapkan sesuatu terhadap hari nasinal yang jatuh pada hari bersangkutan.
Di hari dan peringatan sumpah pemuda ini, di minggu yang sama saya justru malah diperlihatkan kepada anak – anak muda yang berkeliaran di jalanan dengan kondisi jiwa yang memprihatinkan. sedihnya…
Continue reading ‘PEMUDA NEGARAKU SAKIT’
Posted in psikologi
Tags: gila, pemuda, stres psikologi, sumpah pemuda
•October 31, 2009 •
4 Comments
Kemarin siang saya mengalami hal lucu ketika menuju ke salah satu rumah seorang kawan. Kejadiannya adalah saat saya berada di dalam sebuah angkutan umum bersama 2 pelajar SMP yang turun lebih dulu dari saya. Kedua anak smp laki – laki ini tampak bongsor, tinggi namun wajahnya tetap menunjukan kepolosan.
Dalam perjalanan, saya memutuskan membuka sebuah buku yang memang baru setengah saya habiskan. Perhatian saya teralihkan ketika si supir memanggil kembali karena si anak 2 tadi ketika turun hanya membayar 2000 untuk mereka berdua.
“kurang dong de…seribu lagi”
si supir berusaha mengklakson kedua anak tadi. Anak yang satu protes ke temennya mengapa bayar angkot sampe kurang, mungkin dia merasa malu. Akhirnya anak yang lebih tinggi kembali dan memberikan uang 5000 rupiah kepada si supir dan mendapat kembalian 4000 rupiah. Angkot pun melaju, dan dari ujung jendela angkot sesaat ketika saya akan kembali membuka buku yang tadi saya tutup sejenak saya lihat kedua anak tadi agak lompat kegirangan, terseyum dan memperhatikan lembaran – lembaran uang yang berada di tangan. saya pikir pastilah kembaliannya kelebihan.
Continue reading ‘Hey, Kurang dooong (Bayar angkot)’
Posted in bebas bicara
Tags: anak sekolah, angkutan umum, kota bogor
•October 23, 2009 •
9 Comments

ujian
Huaaa…seminggu ini kelas – kelas yang saya pegang lagi kuis. walhasil, setiap hari kerjanya duduk ngawasin mereka ujian biar gak nyontek. hm…jemu oh jemu nian. walau gak capek nerangin materi tapi lumayan bete juga kalo bibir ini terkatup lama. he3.
Liat mereka ujian jadi inget kelakuan dulu saat ujian juga. Di kampus waktu saya masih kuliah dulu, paling nyenengin tuh duduk di area depan. hi4, bukan apa2…di belakang tuh suka berisik. kadangkala ada beberapa anak yang nekat kasak kusuk dan itu ganggu konsen.
Continue reading ‘Ujian’
Posted in memori
Tags: kampus, nyontek, ujian
•October 20, 2009 •
6 Comments

ice cream
Hari Sabtu lalu saya mengiyakan permintaan teman saya Wida untuk bertemu di Botani square sore hari. Setelah kami batal pergi bersama ke acara pers screening yang mengundang si kawan untuk mewakili tabloid tempat ia bekerja paginya, akhirnya kami sepakat bertemu untuk sekedar mengobrol di sore hari.
Pilihan pertama ketika tiba di mall itu adalah ice cream. Saya awalnya ingin makan yoghurt, namun berhubung Wida punya beberapa lembar voucher diskon 25% maka kami sepakat untuk memilih ice cream bercampur buah – buahan segar yang tampaknya memang enak di makan. Dan lumayan, harganya dipotong 1/4 nya. Mengobrolah kami disana, di mall di kota kami. Tempat paling strategis yang sering kami pilih untuk menjadi tempat ketemuan.
Continue reading ‘Ice Cream & Hujan Es di Bogor (again)’
Posted in pojok bogor
Tags: ara, bogor, botani square, ice cream, wida
•October 20, 2009 •
4 Comments

Ulos vs hanbok
Hari Kamis lalu tanggal 15 Oktober 2009 saya dengan teman – teman BKCC (Bogor Korean Culture Community) pergi berniat menghadiri acara Konser Pekan Kebudayaan Korea yang diadakan oleh Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia di Usmar ismal Hall, Jakarta. Berdelapan kami pergi sore ditengah hujan itu. Acara akan dimulai pukul 7, namun karena kami sedikit berlama – lama ketika berkumpul di Botani Square Bogor dan ditambah tol dalam kota yang lumayan macet maka terlambatlah kami selama 30 menit.
Fiuh, terancam tidak dapat masuk ke tempat acara mengingat kata salah satu teman orang korea teramat ON TIME. waduh, masih di dalam tol yang merayap padat ada kabar bahwa kami sudah tertinggal 2 pertunjukan pianis. Betul saja, tiba di lokasi kami dinyatakan tidak dapat masuk karena kami terlambat. mungkin jika semua bebas lalu lalang akan mengganggu kekhusyukan acara. beneran neh…hanguk saram bener2 on time dan tegas. Jangankan kami, ada sekeluarga warga korea asli saja tetap harus menunggu dan baru diizinkan masuk ketika ada break sejenak.
Continue reading ‘Pekan Budaya Korea’
Posted in bebas bicara
Tags: Bogor korean culture community, hanbok, kedutaan korea, korea, Pekan kebudayaan korea
•October 20, 2009 •
5 Comments

BKCC
BKCC or Bogor Hansamo (Hanguk Saranghaneun Moim) is a community consist of many people who interest in Korean culture, movies, dramas, music, language, foods, etc. It is a cultural community for Indonesia people especially in Bogor, where they can share and learn everything related to Korea. This community was established at June 6th, 2008 at Bogor. Furthermore, we hope Hansamo can be the gate in making closer relationship between Indonesia and Korea.
Saya salah satu penyuka drama korea. Gak freak – freak amat sih..hanya cuma hampir 100 judul drama di rumah :p. hm, gak begitu ngikutin musik korea juga. Namun karena terlalu sering menonton rasanya terlalu familiar dengan suasana kota seoul sana. Saya suka dengan ost drama cuma segitu suka musik korea, juga suka ngehayal bisa mampir ke lokasi – lokasi nyuting drama tersebut. Duduk di kedai soju, bahkan berkeliling kota naik bis warna hijau dengan duduk di kursi terbelakang dengan membuka kaca jendela dan membiarkan angin mengoyang – goyangkan rambut di kala musim dingin. (he3..drama korea banget..). soalnya banyak banget adegan macam gini..
Continue reading ‘Bogor Korean Culture Community (BKCC)’
Posted in bebas bicara
Tags: bahasa korea, BKCC, Bogor korean culture community, drama korea, pekan budaya korea
komentarmu