Selamat Datang Ya Ramadhan

Esok atau lusa, kita umat muslim akan berjumpa kembali dengan bulan suci. Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan. Bersyukur bisa kembali memiliki kesempatan untuk kembali merasakan ramadhan (mudah2an sampai selesai) walau ada sedikit rasa kehilangan karena kembali Ramadhan tanpa kehadiran sebagian anggota keluarga.

Ini tahun kedua keluarga saya tak berpuasa bersama almarhum bapak. walau selepas puasa tahun lalu tentunya saya sedikit terlatih, namun rasa kehilangan tentu saja masih melekat kuat. Tahun ini pula saya kehilangan 1 orang mamang (adik laki-laki bapak) yang meninggal 1 April 2013 dan 1 uwa (kakak perempuan bapak) yang meninggal 31 Mei 2013. saya dan sepupu2 rasanya dalam tahap adaptasi hidup tanpa sebagian orang tua. Dua orang dosen saya pun meninggal dunia tahun ini. masing2 alm Pak Dinarwan yang meninggal 22 februari 2013 dan alm Pak Sobari yang meninggal 2 pekan lalu. Semoga Allah merahmati para almarhum dan almarhumah dengan kebaikan. Amin.

Continue reading

Nyubuh di Bulan Ramadhan, masih adakah?

Alhamdulillah, sudah tiba kembali kita di bulan Ramadhan. Bulan yang selalu mendatangkan sukacita bagi umat muslim dimanapun mereka berada.

Saya baru saya menyelesaikan tadarusan saya setelah sholat subuh tadi. Di suasana bulan puasa, pagi ini mengantarkan rindu kepada salah satu aktivitas bulan puasa di masa saya kecil. Nyubuh namanya.

Nyubuh seperti namanya adalah kegiatan jalan-jalan pagi selepas sholat subuh di bulan Ramadhan. Rasanya zaman kecil saya aktivitas ini marak sekali. Saya salah satu pelakunya. Entah kenapa, lupa mulai tahun yang mana seiring alih generasi sepertinya kebiasaan nyubuh pun mulai berkurang dan menghilang.

Continue reading

Di Penghujung Ramadhan

Bogor, 2 Ramadhan 1432 pukul 07.00

Hari ini sesungguhnya sudah ada teman – teman muslim lain yang berlebaran. namun karena saya memutuskan berlebaran esok hari, maka saya masih menghitung hari ini sebagai hari di bulan Ramadhan. Beberapa jam lalu baru saja saya selesai ber-sahur bersama keluarga.

Ramadhan tahun ini baru dipenghujung saya sempat mampir ke blog ini, entah kesibukan apa saja yang membuat rasanya sulit loh menuliskan sesuatu disini.

Tidak ada yang berubah banyak, Ramadhan datang maka seperti biasa saya berpuasa, dan melakukan ibadah – ibadah lainnya sebagaimana teman2 lain. Yang berbeda adalah tahun ini di rumah saya sudah ada anak kecil (keponakan) yang berusia 11 bulan. ikut menyemarakan Ramadhan kami. Karena kakak saya memiliki jam kerja lebih lama dibandingkan saya, maka membantu mamah saya pun ikut mengasuhnya.

Alhasil dari kondisi itu Ramadhan tahun ini terasa sibuk sekali dengan urusan rumah dan mengasuh. Absensi tarawih saya pun tahun ini jadi absensi terburuk karena bolongnya kebanyakan. Hal lain yang mencolok adalah saya hanya berbuka puasa di luar rumah sebanyak 3x, yaitu untuk arisan, undangan bos dipekerjaan dan terakhir bersama keluarga. 3x, biasanya sampai belasan kali.

Continue reading

Selamat Tinggal Ramadhan, Selamat datang Syawal

beduk

Malam ini sama dengan malam kemarin, dingin. Namun nuansa dan suasananya jauh berbeda. Malam ini adalah malam takbir, tiba sudah kita di penghujung bulan Penuh Rahmat Bulan suci Ramadhan. Takbir berkumandang dari pengeras – pengeras mesjid sekeliling dan juga televisi. Tunai sudah ibadah puasa kita, ibadah menahan lapar dan haus selama 30 hari bulan Ramadhan.

Syawal memang menyenangkan, Syawal memang menggembirakan, Syawal memang berbau kemenangan. Namun Siapa yang dapat mengalahkan indahnya Ramadhan, indahnya semua kebersamaan, suasana berpuasa bersama, berbuka bersama dan menikmati hari demi hari kala Ramadhan bergulir.

Malam ini semuanya usai, Ramadhan penuh sukacita itu tergantikan bulan Syawal penuh kemenangan. Ibadah puasa kita dalam satu bulan kemarin hanya akan jadi kenangan, namun mudah2an dampak dan makna berpuasa kemarin melekat selalu dalam diri kita dengan menjelma menjadi seseorang yang lebih baik.

Continue reading

Bertemu di Bulan Ramadhan

r a m a d h a n

Lama gak ngeblog disini, tau – tau udah bulan Ramadhan aja. Temen – temen yang suka mampir ke blog ini, selamat puasa ya. Walau terasa telat saya mohon maaf lahir dan batin.

Sudah belasan hari aja neh lewat di bulan Ramadhan tahun ini. Ramadhan selalu menjadi bulan menyenangkan. Lepas dari keyakinan diri bahwa bulan ini adalah bulan penuh ampunan, Ramadhan rasanya menjadi bulan yang selalu ada di hati. Jangan – jangan ini juga dirasakan oleh umat yang puasa ataupun tidak.

Ramadhan selalu dinanti – nanti, rasanya selalu ada kenangan yang sulit dilupakan dari Ramadhan – ramadhan sebelumnya. Kenangan – kenangan itu sepertinya hadir dari kenangan Ramadhan di masa kecil. Bermain dengan kawan, menanti beduk magrib, berjalan – jalan setelah subuh, bertarawih bersama teman, semuanya tampak menyenangkan.

Continue reading

Sholat Tarawih Berdua

sahabat Ini malam tarawih pertama di bulan Ramadhan 1430 H. seperti biasa, seperti ditahun – tahun sebelumnya saya tarawih dalam kondisi lelah karena hari ini masih ada beberapa tanggung jawab pekerjaan yang harus saya kerjakan hingga petang.

Setibanya di rumah sore tadi, saya bersantai sejenak, bercengkrama dengan keluarga, tidak lupa menegur ibu saya yang sedang menyiapkan berbagai masakan di meja makan. Dengan sedikit rasa lelah, pergilah saya ke mesjid ketika adzan waktu shalat Isya dikumandangkan.

Tarawih dibulan Ramadhan selalu berhasil mengingatkan saya kepada masa lalu , mungkin tahunan bahkan belasan tahun lalu. Kenangan yang mengantarkan saya kepada waktu dimana saya yang belia bergaul dengan riang bersama kawan2 sebaya di bulan Ramadhan.

Kami berteman berenam sejak kecil..sejak usia kami mulai mengerti apa itu main bersama. mungkin ketika kami masih terbata- bata belajar berbicara. Salah satu dari teman saya itu adalah kakak kandung saya sendiri yang terpaut 1 tahun.

Jika kembali ke masa itu, saya akan teringat sesaat setelah berbuka puasa saya akan berlari keluar rumah mendengar suara teman2 yang memanggil. lengan sibuk memegang makanan juga mukena ditambah sejadah. Kami berlari menuju mesjid untuk mendapat posisi paling nyaman menurut kami, biasanya adakah posisi yang cukup jauh dari nenek2 kami yang akan marah2 jika kami ribut.

Banyak hal yang mengingatkan pada masa itu..kami selalu bermain air ketika mengambil whudu hingga baju basah. Salah satu kawan saya bahkan selalu mengatakan ia kentutdan menjadikan itu alasan untuk kembali ke tempat wudhu. Masih orang yang sama, ia selalu melambatkan shalatnya..sehingga ia bisa menggodai kami. Dari mulai mendorong kami ber-5 dari ujung hingga posisi ruku roboh, atau mengangkat mukena kami ketika kami sujud, dan terbangun tanpa mukena yang sudah terlepas.

Nakal memang, bandel saya akui..makanya kami selalu menjauh dari nenek2 kami yang galaknya bukan main itu. keceriaan masa anak – anak dikala Ramadhan. Sungguh merindukan saat kami bubar tarawih, melompat – lompat girang menemani temen2 laki2 yang bermain bedug mesjid, beriringan ramai ke warung2 yang menjual jajanan khas Ramadhan, atau sekedar menonton kakak2 kami bermain petasan.

Malam ini, saya sholat hanya berdua dengan kakak perempuan saya. Tersisa dua dari 6 orang pada awalnya. sayu kawan saya sudah dipanggil yang kuasa 2 tahun lalu, 1 lagi sedang terbaring sakit ditengarai leukimia, 2 lagi sudah menikah dan hidup berjarak dengan kami.

sungguh rindu keriangan masa belia. masa anak2 dan remaja di bulan Ramadhan. Selalu indah nian bulan suci ini..teman2, saya merindukan masa2 kita berRamadhan bersama. dimanapun kalian berada, semoga kita senantiasa saling mengingat dan dalam keadaan yang terbaik yang pantas kita raih. amin.

MET RAMADHAN SEMUANYA