Udara Bersih Hak Siapa?

angkot Bogor

Jangan berfikir saya akan membahas mengenai polusi kemana – mana seperti asap2 pabrik, kendaraan bermotor, dan lain – lain. Kali ini saya hanya ingin membahas asap rokok.

Sebagai pengguna angkutan umum terutama di wilayah Kota Bogor, asap rokok rasanya sudah menjadi bagian dari sarana transportasi umum sehari – hari. Apa yang saya sampaikan ini bukan disimpulkan dari sekali dua kali mengalami, toh hampir setiap hari saya menggunakan jasa transportasi umum dan selama itu pula saya memperhatikan.

Sungguh ironi ketika kita naik ke sebuah angkutan umum yang dipintunya tertempel stiker kawasan bebas asap rokok dan tercantum pula disana peraturan dan sanksinya namun kita malah seperti masuk kotak berjalan yang dipenuhi asap. Seringkali ada penumpang laki – laki yang tidak cukup pengertian yang menumpang dan menyalakan rokoknya.Kadang tidak hanya satu, ada dua dengan penumpang yang duduk di samping supir. Lebih stresnya lagi pengemudinya juga merokok.

Continue reading

Buah membawa celaka

rambutan

Bersyukurlah kita, bersyukurlah kita yang masih bisa memakan buah dengan cara yang wajar. Buah sudah menjadi bagian makanan kita sehari – hari. Keberadaannya dalam susunan makanan yang disarankan tertuang dengan jelas pada undang – undang mengenai makanan 4 sehat 5 sempurna. Banyak buah di dunia ini yang bisa kita makan, tidak sedikit diantaranya kita jadikan sebagai buah kesukaan kita. Ada yang punya pohonnya, ada yang perlu kita beli di pasar, atau sebagian orang lagi membelinya dengan pergi ke supermarket. Tidak hanya buah yang dihasilkan oleh kebun – kebun buah di dalam negeri, buah yang berasal dari manca negara pun tak kalah banyaknya. sediakanlah uang maka kau akan mendapatkannya.

Disuatu siang ketika saya sedang berada di suatu angkutan umum menuju suatu tempat, dan angkutan itu berhenti di suatu lampu merah saya melihat pemandangan yang cukup membuat saya deg – degan. Beberapa anak jalanan ukuran kecil sedang tunggang langgang berlarian dari sebuah rumah besar berpagar sedang yang dihalamannya tumbuh sebuah pohon rambutan yang sedang berbuah. Anak jalanan itu mungkin tergiur dengan ranum buahnya yang tampak sedap dipandang mata dan nikmat untuk di cicipi di tangah  hari yang cukup terik itu. Namun ternyata aksi mereka siang itu dipergoki oleh bapak si pemilik rumah. Tampak jelas saya lihat si bapak lari dengan membawa sebuah sendal mengejar anak2 jalanan yang memang berkeliaran sekitar perempatan jalan itu.

Continue reading

Hey, Kurang dooong (Bayar angkot)

angkot kota bogor Kemarin siang saya mengalami hal lucu ketika menuju ke salah satu rumah seorang kawan. Kejadiannya adalah saat saya berada di dalam sebuah angkutan umum bersama 2 pelajar SMP yang turun lebih dulu dari saya. Kedua anak smp laki – laki ini tampak bongsor, tinggi namun wajahnya tetap menunjukan kepolosan.

Dalam perjalanan, saya memutuskan membuka sebuah buku yang memang baru setengah saya habiskan. Perhatian saya teralihkan ketika si supir memanggil kembali karena si anak 2 tadi ketika turun hanya membayar 2000 untuk mereka berdua.

“kurang dong de…seribu lagi”

si supir berusaha mengklakson kedua anak tadi. Anak yang satu protes ke temennya mengapa bayar angkot sampe kurang, mungkin dia merasa malu. Akhirnya anak yang lebih tinggi kembali dan memberikan uang 5000 rupiah kepada si supir dan mendapat kembalian 4000 rupiah. Angkot pun melaju, dan dari ujung jendela angkot sesaat ketika saya akan kembali membuka buku yang tadi saya tutup sejenak saya lihat kedua anak tadi agak lompat kegirangan, terseyum dan memperhatikan lembaran – lembaran uang yang berada di tangan. saya pikir pastilah kembaliannya kelebihan.

Continue reading