Duka Yang Ku Ikat

Dear bapak yang lama tak ku sapa,
Apa kabarmu?

Waktu berlalu begitu cepat bukan? 9 bulan tidaklah pendek.
Doa2 untukmu sampai ku hafal dan melekat dibibirku.
Kala ku sibuk kadang aku sampai lupa sudah mengucapkannya atau belum. Aku banyak lupa.

Ada yang selalu ingin ku ikat dalam diriku, sesuatu yang mungkin saja orang lain ingin membuangnya jauh2.

Duka
Aku ingin mengikat duka kehilanganmu seumur hidupku.
Bukan untuk bersedih
Cukup sebagai pengingat akan rasa kehilangan seorang bapak
Duka itu yang menekuk lututku dan menundukkan wajahku dan membuat mataku berkaca-kaca.
Duka yang sama yang menyuburkan kekhusyu-an dan tulusnya untaian doa seorang anak menghamba dan meminta kepada Tuhan-nya.
Jaga dan sayangi almarhum bapakku.

Aku sering lupa, lupa duka itu seharusnya tetap ada.
Semoga bapak tak merasa kesepian jika doaku terlambat datang.

Tenanglah pak, tenang hingga hari dimana kita akan dikumpulkan bersama. Semoga amal ibadahmu menemani dan doa2ku yang tulus sering menghampiri.

Kabulkan segala doa anak2 yang sedih ditinggal jauh bapaknya Ya Allah. Ditangan-Mu lah segala kuasa dan kehendak. Amin.

Cukupkah Bagimu, Pak?

Dear bapak,
Bagaimana kabarmu disana, sebaik apa yang saya bayangkan kah?

Senja ini dada saya sesak, mata saya perih dan segala yang ingin saya ucapkan dalam doa rasanya tercekat di ujung tenggorokan.

Cukupkah apa yang saya lakukan belakangan ini pak? Cukupkah apa yang selalu saya mohonkan kepada Allah atas dirimu? Cukupkah segala harapan dan doa yang saya panjatkan baik saat gelap maupun terang, saat hujan maupun terik? Hanya untukmu.

Saya pernah lalai tak banyak mendoakanmu ketika bapak masih hidup. Saya menangis memohon kesembuhanmu kepada Allah di malam-malam hujan. Saya terbata meminta Allah mengurangi sakitmu dalam setiap rintihan.

Mungkin saya terlambat, waktu yang tersisa untuk meminta kebaikan bagi hidupmu tak terlalu banyak. Saya pernah lalai dalam masa yang panjang.

Sekarang saya mengucap namamu dalam setiap doa, berharap dengan segenap hati Allah mengabulkan setiap harapan yang saya ucap. Cukupkah semua yang saya minta pak, cukupkah?

Saya akan selalu meminta kebaikan Allah bagimu Pak, berharap Allah memberimu tempat kembali yang terbaik. Berharap Allah mempertemukan kembali kita sekeluarga di tempat yang terbaik.

Semoga Allah mengabulkan setiap doa saya untuk bapak, amin. Amin yaa robbalalamin.

Terimakasih atas Doanya :)

doa

Waktu hampir menyentuh jam 12 malam. Ini hari ulang tahun saya yang kesekian. Akhirnya saya melalui juga hari ini dengan baik. Hari yang membuat cemas beberapa waktu ini karena saya membayangkan setelah hari ini jika saya ditanya berapa usia saya, maka angka sebelumnya yang biasa saya jadikan jawaban harus mau tidak mau saya tambahkan satu.

Kita tidak dapat melawan waktu. Angka usia itu hanya numerik yang menandakan sudah berapa lama kita hidup. Tapi jiwa muda, semangat, kebaikan pada diri kita, kesempatan, mimpi, cita2, dan angan2 juga bebas merdekanya hati saya tidak terpengaruh apapun.

Malam sebelum hari ini berlalu, saya memastikan semua teman yang mengirimkan pesan ucapan selamat ulang tahun sudah saya balas dengan baik. Makasih atas semua doanya. Walau diutarakan dengan berbagai macam ekpresi dan ungkapan, sejatinya saya tau semuanya mengandung kebaikan.

Deket jodoh alias menikah menjadi doa yang menonjol. amin. amin .

Banyak sekali doa yang dihaturkan, semoga sedemikian banyak pemberi doa jadi memudahkan segala urusan saya. semoga dengan banyak doa yang diberikan kepada saya hari ini semuanya dikabulkan oleh Allah SWT. Dan saya pun berdoa semoga setiap kebaikan doa2 tadi pun kembali kepada para pengucapnya.

Mudah2an tidak ada yang terlewat saya balas pesan2nya. Saya akan mengeceknya kembali besok hari. begitu banyak yang mengirim doa dan ucapan selamat. Lebih dari 200 orang mendoakan saya hari ini. Terimakasih semuanya. Baik yang menyampaikan lewat sms, telepon, yahoo messenger, Blog, facebook ataupun twitter juga mengucapkan secara langsung. makasih ya..

semoga doa2 baik kembali kepada para pengucapnya, amin.