Penelepon Tagihan Kartu Kredit Nyasar

telepon

Saya ingin berbagi kejadian kurang menyenangkan yang minggu ini saya alami. Semua diawali oleh sebuah telepon dari seorang petugas suatu bank swasta penerbit kartu kredit yang cukup terkenal. Petugas itu menanyakan keberadaan kakak perempuan saya, Dian. Saya tanyakan lebih lanjut ada urusan apa mengingat ini adalah telepon dari bank penerbit kartu kredit.

Setau saya, kakak saya dan saya tidak memiliki kartu kredit karena memang sampai saat ini dilarang oleh ibu kami untuk menggunakannya. Kebetulan kakak saya sedang bekerja, maka saya menanyakan keperluan si penelepon lebih lanjut lagi.

Petugas bank tersebut mencari seseorang berinisial Y karena memiliki tunggakan tagihan kartu kredit yang sudah bertahun-tahun ia lalaikan, dan nama kakak perempuan saya dicantumkan oleh Y beserta nomor telepon kami sebagai pihak lain yang bisa dihubungi. Saya jawab aja jika Y bukan orang yang tinggal di rumah ini.

malamnya saya sempat menanyakan kepada kakak saya bagaimana bisa membiarkan namanya dan telepon rumah digunakan oleh orang lain dalam urusan pengajuan kartu kredit? ternyata kakak saya tidak tau menau jika namanya digunakan dan telepon kami dicantumkan.

Keesokan harinya saya kembali menerima telepon dari petugas bank. Saya jelaskan kembali bahwa ternyata kakak saya tidak mengetahui namanya dicantumkan disana, dan kami keberatan jika telepon dari bank terus ditujukan kepada kami sekalipun alasannya karena mereka kesulitan menghubungi si pemegang kartu. namun saya tetap bertanya perihal tunggakan yang seharusnya menjadi beban Y.

Continue reading

Advertisements