Cinta dan Tahun baru

Pagi ini aku bangun amat terlambat, semalam aku tidur amat larut. Setengah tergesa aku memasukan semua benda – benda yang memang harus berada di dalam tas untuk aku bawa.  Ah tidak, dinding kamar  menunjukan waktu sudah hampir pukul setengah tujuh pagi, burung hiasan jam dinding itu  bergerak – gerak  seakan mengataiku bodoh mengapa aku harus tidur larut dimalam yang keesokan harinya aku harus bekerja.

Aku menggapai sebuah handuk basah yang menjuntai di atas tempat tidur, seterlambat apapun aku harus menyimpan kembali handuk basah itu ke sebuah rak yang sudah disediakan ibuku di satu pojokan  terbuka tepat di sebelah dapur. Kalau tidak entah seberapa panjang ceramah tentang kebersihan kamar akan aku dapat sepulangnya  sore nanti.

Jalanan komplek sudah mulai tampak ramai, beberapa mobil sudah bergerak keluar dari garasi pemiliknya. Satu mobil berisi sepasang suami istri yang akan pergi bekerja. Mereka tidak tampak mengobrol, dari balik kaca mobil aku melihat wajah mereka datar. mungkin sedang berdoa agar di perjalanan mereka tidak terjebak oleh kemacetan kota kembang yang memang sudah mulai dipenuhi seiring telah dimulainya liburan akhir tahun. Tapi sama sepertiku, hari ini tetaplah hari bekerja. Ada satu presentasi yang harus aku lakukan hari ini. Presentasi yang sudah menghabiskan banyak waktuku seminggu ini. Berharap waktu dapat kembali sehingga aku bisa mengubah keputusanku dimasa lalu yang menyetujui teamku mengerjakan proyek ini.

Continue reading