Hey, Kurang dooong (Bayar angkot)

angkot kota bogor Kemarin siang saya mengalami hal lucu ketika menuju ke salah satu rumah seorang kawan. Kejadiannya adalah saat saya berada di dalam sebuah angkutan umum bersama 2 pelajar SMP yang turun lebih dulu dari saya. Kedua anak smp laki – laki ini tampak bongsor, tinggi namun wajahnya tetap menunjukan kepolosan.

Dalam perjalanan, saya memutuskan membuka sebuah buku yang memang baru setengah saya habiskan. Perhatian saya teralihkan ketika si supir memanggil kembali karena si anak 2 tadi ketika turun hanya membayar 2000 untuk mereka berdua.

“kurang dong de…seribu lagi”

si supir berusaha mengklakson kedua anak tadi. Anak yang satu protes ke temennya mengapa bayar angkot sampe kurang, mungkin dia merasa malu. Akhirnya anak yang lebih tinggi kembali dan memberikan uang 5000 rupiah kepada si supir dan mendapat kembalian 4000 rupiah. Angkot pun melaju, dan dari ujung jendela angkot sesaat ketika saya akan kembali membuka buku yang tadi saya tutup sejenak saya lihat kedua anak tadi agak lompat kegirangan, terseyum dan memperhatikan lembaran – lembaran uang yang berada di tangan. saya pikir pastilah kembaliannya kelebihan.

Continue reading