Hey, Kurang dooong (Bayar angkot)

angkot kota bogor Kemarin siang saya mengalami hal lucu ketika menuju ke salah satu rumah seorang kawan. Kejadiannya adalah saat saya berada di dalam sebuah angkutan umum bersama 2 pelajar SMP yang turun lebih dulu dari saya. Kedua anak smp laki – laki ini tampak bongsor, tinggi namun wajahnya tetap menunjukan kepolosan.

Dalam perjalanan, saya memutuskan membuka sebuah buku yang memang baru setengah saya habiskan. Perhatian saya teralihkan ketika si supir memanggil kembali karena si anak 2 tadi ketika turun hanya membayar 2000 untuk mereka berdua.

“kurang dong de…seribu lagi”

si supir berusaha mengklakson kedua anak tadi. Anak yang satu protes ke temennya mengapa bayar angkot sampe kurang, mungkin dia merasa malu. Akhirnya anak yang lebih tinggi kembali dan memberikan uang 5000 rupiah kepada si supir dan mendapat kembalian 4000 rupiah. Angkot pun melaju, dan dari ujung jendela angkot sesaat ketika saya akan kembali membuka buku yang tadi saya tutup sejenak saya lihat kedua anak tadi agak lompat kegirangan, terseyum dan memperhatikan lembaran – lembaran uang yang berada di tangan. saya pikir pastilah kembaliannya kelebihan.

Continue reading

Advertisements

Sibuknya Bogor di pagi hari

depan istana bogor

depan istana bogor

Jumat pagi 2 hari yang lalu, saya punya jadwal ngajar dadakan ke kampus diploma IPB lokasi kampus Baranang Siang untuk jadwal jam 7 pagi. Setelah semalamnya baru pulang dari jakarta mendekati tengah malam, pagi itu terasa masih kurang jam tidur. mengantuk jadinya. Lokasi kampus yang di dekat tugu kujang membuat saya harus menggunakan angkutan umum dari jalan jend. A. Yani. Naik angkutan nomor 07 lalu saya sambung kembali dengan naik angkutan nomor 03 dari depan istana bogor yang mengarah ke arah terminal baranang siang.

Ada yang terasa aneh pagi itu, buat saya yang biasanya pergi menggunakan ojek dari rumah jika ada jadwal mengajar di kampus lokasi Cilibende. Pagi itu di angkutan umum saya berbaur dengan anak – anak sekolah. Ada yang berseragam merah (SD), biru (SMP) juga abu2 (SMA) bercampur dengan orang2 kantoran yang menuju tempat bekerja. Suasana ini tampak dejavu yang terulang kembali. Saya mendadak ingat situasi pagi hari dikala saya masih di SMA dulu.

Continue reading