MEMBACA ITU KEMEWAHAN

Sore hari lebaran ini karena udah bingung mau ngapain (selain makan… Tidur… Makan… Tidur) saya berjalan mendekati rak buku saya di kamar dan memilih salah satu buku lalu membuka segel dan mulai membacanya (di kamar mandi)

Di awal2 buku itu penulis mengatakan bahwa zaman sekarang membaca adalah suatu kemewahan. Saya pribadi tidak bisa tak setuju karena jika mau jujur istilah mewah itu begitulah adanya. Kemewahan dalam hal ini bukan berarti membaca baik itu buku, artikel di media atau bahkan blog menjadi begitu sulit diraih karena terlalu mahal dan memerlukan biaya. Mewah dalam hal ini karena seringkali kita kesulitan memiliki waktu dan kekhusyuan kala membaca sesuatu.

Penyebab ketidakkhusyuan membaca ini akibat sulitnya kita fokus dan memiliki kesadaran yang baik akan yang sedang kita kerjakan. Sering isi pikiran kita berlompatan kesana kemari dan berujung berpindah-pindahnya konsentrasi dan bikin kita sulit dengan khusyuk menikmati sesuatu. Termasuk diantaranya membaca .

Pertanyaan dalam buku ini juga sulit saya jawab, kapan terakhir saya begitu menikmati membaca sesuatu hingga tak terputus sampai saya benar2 menyelesaikannya?. Ah kapan tau itu hahaha. Baca buku belakangan ini udah kayak bayar hutang, dicicil dikit2 itu pun kadang ada yang gak ampe lunas (tamat). Pengganggunya bisa macam2, bunyi notifikasi hp, sosmed, isi pikiran kita sendiri yang berlompatan sampe kita break baca sejenak cuma untuk melamunkan sesuatu.

Konon tips nya jika ingin khusyuk membaca menjauhkan dari gadget dan matikan Internet kita. Atau jika yang kita baca adalah artikel di dunia maya pastikan tab lain terpisah kalo bisa ditutup. Sadar gak sadar dengan gangguan yang ada, saya sendiri belakangan lebih sering membaca buku justru saat saya di kamar mandi. Baca disana walau tak bermaksud menyakiti para penulisnya dengan membawa karya mereka saat buang hajat, saya bisa meminimalisir gangguan tadi.

Di kamar mandi jika pegang buku pasti saya terpisah dari gadget, saat terdengar notifikasi dari Hp yang ada di kamar pun saya gak akan saat itu juga buka Hp. Terlebih lagi dengan membaca di kamar mandi saya akan terhindar dari dorongan ingin melakukan hal lain. (ya mau ngapain coba, orang sibuk mules🙂

Dulu membaca bisa dimana aja. Di angkutan umum, saat dalam antrian, menjelang tidur sambil rebahan. Jujur momentum2 itu sekarang terampas karena kita lebih tertarik menyimak apa yang sedang terjadi di media sosial. Jangan aneh kalo makin kesini makin sedikit buku yang kita baca. Kita kudu akalin gimana caranya membaca buku menjadi aktivitas yang nikmat lagi.

** asal kalian tau itu buku yang lagi saya baca, baru juga 4 bab ini saya udah terdistraksi dengan ambil tablet dan buka WordPress lalu ngeblog :p payah kan hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s