Risk Taker ( #NulisRandom2015 – 2)

KBBI menuliskan resiko adalah akibat yang kurang menyenangkan atau merugikan yang kita dapatkan dari suatu tindakan atau pembuatan. Ngomongin tentang resiko kalo 1 adalah orang yang selalu menghindari resiko dan 10 adalah orang yang hobi mengambil resiko tinggi, barangkali saya ada di level 4. Kadang kita mesti kayak kalkulator yakni tang ting tung segala sesuatu. Kalo ada pilihan lain yang tidak memerlukan resiko, mengapa mengambil yang beresiko.? Begitu kira2.

Pagi ini saya teringat kejadian Sabtu lalu saat jalanan kota Bogor padat akibat helaran kebudayaan rangkaian acara hari jadi Bogor yang ke 533. Hari itu setelah menyempatkan diri ngajar sekali saya bawa si Rafa ponakan laki2 4,5 tahun untuk menonton pawai. Sebetulnya saya gak suka keramaian, tapi kenangan pawai di masa kecil tentu jadi pengalaman tersendiri untuk bocah itu. Karena mamahnya kerja dan neneknya lagi ke Jakarta, saya lah yang mau gak mau mengantar.

Setelah pawai selesai karena tidak jauh dari rumah, kami pulang jalan kaki. Di tengah jalan kami memutuskan mampir ke Bogor expo. Kami pun menyebrangi kemacetan lalu menuju lapangan tempat pameran. Setelah menyebrang jalan kami harus melompati selokan agar bisa mencapai trotoar jalan. Saya pikir ada jembatan kecil atau setidaknya selokan itu bisa dilompati dengan mudah.

Saya senyum kecut sendiri menghitung bagaimana cara saya menyebrangi selokan itu. Sepupu saya gadis ABG usia SMP dengan mudah melompat. Saya rasa saya pun mampu. Sepanjang ini adalah kawasan main masa kecil saya. Selokan2 ini sudah biasa saya lewati. Melompat pastinya mudah. Tapi Rafa bagaimana? Dilla sudah di sebrang, tas saya sudah dipegang Dilla. Otak saya berputar gimana membantu Rafa nyebrang. Apa saya merenggangkan kaki lalu mengangkat dia ke sebrang? Tapi saya ngilu takut justru malah saya yang jatuh. Apa saya gendong lalu menyebrang sama2? Tapi anak ini selain sudah tinggi bobotnya pun udah gak ringan lagi.

Saya akhirnya berpikir pendek, menggendong rafa dan bersiap melompat. Saya pun melompat dan dalam beberapa detik sepertinya semua terasa melambat. Rasa2nya saya gak akan berhasil tiba di sebrang. Saya tidak pintar fisika tapi saat dalam lompatan itu tiba2 terhitung oleh saya sekalipun ada gaya yang cukup untuk bergerak maju saat melompati selokan, ada gaya lain yang akan menarik kami ke bawah. Berat saya sudah berlipat ganda dari berat di masa lalu, belum lagi ditambah bobot Rafa.

Saya berdoa semoga detik itu juga saya gak sampe jatuh dan masuk selokan yang walau kering juga selokan itu dalam. Rafa memeluk saya kenceng dan saya tau dia memejamkan mata. Sepertinya tak ada pilihan untuk dia selain percaya pada tantenya yang berbadan besar ini. Jangan jatuh…… Jangan jatuh  harap saya. Sementara Satu kaki saya berpijak di sebrang, Satu kaki lagi terasa masih jauh di belakang. Saya mulai ingin menutup mata detik itu juga dan saya berserah andai pun jatuh semoga kami gak seberapa terluka.

Ketika terasa segalanya menarik saya ke bawah, akhirnya saya sampe di sebrang dan dibantu Dilla saya bisa berdiri seimbang. Saya menurunkan keponakan saya sementara lutut saya gemetar. Hahaha dag dig dug dan mulai mengutuki diri saya sendiri mengapa mengambil resiko dan memaksa menyebrangi selokan. Apa yang terjadi kalo gagal? Si Rafa akan ikut jatuh dan buruknya masih akan tertindih saya. Bisa dihabisi oleh mamah saya kalo tau cucunya celaka.

Kami pun berkeliling melihat pameran. Sesekali saya masih menghela nafas dan ngeri sendiri bayangin kalo kami jatuh tadi. Ponakan cilik itu sampe ngomong gini ke saya :”untung banget ya teu tadi kita gak jatuh. Untung aku gak apa2″. Saya mengusap kepalanya dalam hati saya jauh lebih bersyukur dari dia. Lain kali andai pun saya terdesak mengambil resiko, saya berharap tidak akan pernah menyertakan Rafa di dalamnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s