Berbagi Biaya Kala Jalan – Jalan Dengan Teman

image

Sekali waktu kita pasti dihadapkan situasi berbagi biaya dengan teman baik saat pergi makan bersama atau jalan wisata bareng – bareng. sebenernya berbagi biaya dan pengaturan uang di situasi tersebut simple aja terutama jika kita berhadapan dengan orang – orang yang fair dan sama – sama asik. Seringkali berbagi biaya makan dan jalan gak mesti dibagi sama rata, bahkan jika salah satu pihak tanpa keberatan menanggung biaya saat kita makan bersama misalnya tidak akan menjadi masalah. Kunci utamanya adalah adanya kesepakatan bersama yang biasanya muncul dari kesadaran yang gak mesti diutarakan secara verbal. Asal sama2 pengertian dan apa adanya rasanya gak jadi masalah.

Gue akan cerita kasus bagaimana gue berbagi biaya perjalanan saat pekan lalu gue jalan bareng dengan tiga orang temen ke Bandung. Jauh sebelum tanggal perjalanan yang sudah ditentukan, tiket kereta pulang udah dibeli dan dipesan oleh Anti. Anti cuma meminta data KTP kami di suatu hari dan memesan tiket kereta tanpa meminta uang dari kami satu per satu. Kita2 sih nanyain mau dikirimin kapan uangnya, Anti bilang no problemo nanti aja. Gue mencatat setidaknya anti mengeluarkan Rp. 450.000,- untuk membayar tiket kereta kepulangan kami.

Beberapa hari dari keberangkatan setelah diskusi panjang, terpilihlah tempat nginep kita di kawasan jl. Progo. Kali ini Amy yang berjuang ngebooking guest house pilihan kami setelah berkali – kali gagal nyambung. Entah gimana akhirnya dia berhasil dapetin nomor lain. Berhasil lah dia booking 2 kamar sehingga masing2 kamar akan kami tempati berdua. Gue gak tau harga pasti dari guest house hummingbird, yang jelas karena booking h-3 dan bersedia bayar tunai secara full setelah pemesanan kami dapet diskon 10%. Sehingga Amy cukup mengeluarkan uang Rp. 1.242.000 untuk dua kamar. Hmm lumayan miring kalo dibandingin ama kamarnya yang nyaman. Bahkan lebih nyaman dan bersih dari hotel yang gue tempatin saat ke Bandung di akhir tahun kemarin padahal harganya nyaris 2x lipat. Jadi ini hanya masalah keberuntungan.

Selama 3 hari terakhir sebelum berangkat sedikit waktu untuk kami saling berkomunikasi. Satu sama lain sibuk berkutat dengan urusan dan pekerjaannya. Gue, anti dan Devi berangkat ke Bandung menggunakan travel dan menghabiskan biaya Rp. 500.000,-. Karena gue merasa belum mengeluarkan uang, gue lah yang berinisiatif membayar. Setelah cek in dan istirahat, makan siang kami di hummingbird (amy kemudian menyusul) menghabiska biaya Rp. 350.000,- . ah gue lupa tepatnya karena Devi yang kali ini membayar.

Dan begitu seterusnya saling bergantian membayar. Sebetulnya gak satupun dari kami perhitungan dengan uang yang dikeluarkan. Pun tak satupun dari kami yang akan cuek aja liat temen perjalanan kami mengeluarkan uangnya tanpa berpikir untuk kami ganti. justru karena saling fair dan gak perhitungan inilah perjalanan bisa jadi asik. bukan kemudian kami tak saling berhitung, tapi gak rewel berhitung karena faham satu sama lainnya. Justru kemudian malah betulan hitung2 dengan kesadaran sehingga gak ada yang mesti brrkorban dan gak ada yang mesti keenakan.

Subuh ketika saya bangun dan selesai sholat, duduk ngeteh ama devi di balkon depan kamar kami berdua berinisiatif mengkalkulasikan biaya yang mesti dikeluarin tiap orang. Sesekali cekikikan liat betapa hebohnya itu amplop hummingbird gue coret2 dan penuh oretan angka. munculah angka2 yang ternyata tiap orang berbeda pengeluaran, karena biaya gak kami bagi rata.

Amy dan Anti yang tau kemudian cuma geleng2 aja liat oretan2 angka yang gue coret2à di kertas. Sepertinya angka yang mesti dibayar rata-rata dibawah estimasi biaya mereka. Memang sih, perjalanan kali ini nyaman tidur, nyaman di perjalanan, enak makan ampe kenyang tapi pengeluaran gak sampe Rp.800.000 per orang. Asiknya hati bahagia, weekend puas tapi dompet gak jebol. Gak jebol maksudnya uang yang habis gak melebihi dana yang diperkirakan di awal.

Intinya, asik jalan dan berbagi biaya perjalanan bukan dengan orang2 perhitungan berbasis pelit.

image

urusan berbagi biaya jalan dan makan dengan dua teman gue yang lain juga sama. Wiwi dan Juwi. Jam makan bersama kami cukup tinggi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s