Tahun Ketiga dan Gue Baik – Baik Aja

image

Hari ini, 14 Desember tepat 3 tahun lalu gue kehilangan bapak gue yang pada hari itu wafat karena sakitnya.Rasa duka barangkali udah terlalu banyak gue sampaikan baik ke teman maupun tercurah dalam tulisan. Hari ini mari mengingat – ingat momentum hari itu dan masa – masa sulit setelahnya dari sudut hati yang tenang.

Kehilangan bapak gue barangkali adalah pukulan hidup pertama dan terberat yang gue alamin. Untuk gue yang sebelumnya belum pernah mengalami kehilangan yang berarti, ditinggal wafat oleh bapak bisa jadi cobaan terberat.
Jika kembali mengingat masa itu, gue lega karena pada akhirnya kini setelah waktu itu berlalu ternyata gue baik – baik aja. Hidup tetap berjalan walau pada awalnya langkah kaki ini berat.

Tanpa banyak keluarga yang tau, sebenarnya gue jauh lebih terguncang dari yang terlihat. Tanpa orang tau dibalik penampakan tangguh, gue lah yang lebih rapuh dan ringkih. Tetapi selalu ada alasan dan cara untuk bertahan.

Terkadang gue bergumam sendiri di dalam hati, akan jadi apa jika gue tidak hobi menuliskan perasaan. Termasuk perasaan perasaan sedih. Menulis adalah langkah terapi yang awalnya gak gue sadari. Tapi menumpahkan isi pikiran dan perasaan kita dalam tulisan seringkali menyembuhkan.

Gue juga kadang berpikir, akan seperti apa waktu berlalu jika gue gak punya sahabat dan kawan2 yang berbaik hati menjadi pendengar maupun menemani di masa – masa sulit. Sahabat yang meluangkan waktunya berkunjung,menemani, berbincang panjang bahkan hanya duduk menemani dalam sedih yang tak terucapkan.

Gue juga punya keluarga yang akur dan kompak. Bukan hanya gue, pasti duka mereka pun sama. Namun kebersamaan dan kerukunan membuat kami bisa melewatinya bersama – sama.

Lebih dari pada itu semua, Gue punya Allah dan keyakinan bahwa manusia hanya mampu berserah diri. Mati adalah pasti, waktunya saja yang misteri. Bukan hanya menerpa gue aja, tapi setiap makhluk di muka bumi ini hanya menunggu waktunya sendiri – sendiri. Menggantungkan keyakinan yang baiklah yang bisa kita lakukan. Bersama dan berpisah sudah ditentukan waktunya.

Hidup akan terus berlanjut, kehilangan akan terobati dan kenangan akan menemani.

Semoga Allah merahmati alm bapak dengan ampunan dan surga-Nya. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s