Berkunjung Ke Kampung Ramah Lingkungan “Nusa Indah”

image

Hari ini saya bersama lima rekan kerja di kantor mengunjungi suatu kampung di daerah Klapanunggal – Kabupaten Bogor. Kampung yang berada tidak jauh dari keberadaan pabrik semen terkenal ini disebut sebagai kampung ramah lingkungan karena warga kampung ini mengisi dan menghiasai pekarangan rumah-rumah mereka dengan tanaman sayur mayur.

Pukul 9.00 WIB sesuai perjanjian di awal saya bertemu dengan kelima teman lainnya di sebrang sebuah toserba di kawasan Cibinong. Saya, Desri, Nova, Kiki, Ati dan Teh Ani dari Cibinong lanjut meluncur ke pemberhentian selanjutnya dimana kami akan dijemput oleh PPL setempat ke kampung tujuan. Menggunakan 3 motor (saya, Desri dan Ati dibonceng karena gak bisa bawa motor huhu), saya udah pasrah dari awal meluncur ke arah cibinong citeureup dan sekitarnya untuk bertemu terik matahari, jalanan panas dan debu jalanan. Sekaligus memasrahkan diri ama yang bonceng dan Teh Ani sebagai ketua rombongan moga saya gak mereka culik lalu dibuang di jalan karena saya gak akan tau jalan pulang hahaha.

Perjalanan menuju Klapanunggal

Perjalanan menuju Klapanunggal pastikan di perjalanan perbekalan kita cukup (dikira piknik)

Setelah menempuh perjalanan yang “kok ini gak nyampe – nyampe ya”, akhirnya kami tiba di kantor Desa Bantarjati dimana di kantor desa itulah rekan PPL kami mbak Nur akan menjemput dan kemudian mengantar kami ke lokasi. Lumayan sementara menunggu Mbak Kiki pumping asi di kantor desa, kami bisa beristirahat sejenak duduk – duduk di kantor desa yang terasa sejuk.

Dari kantor desa dengan panduan mbak Nur kami pun tiba di lokasi. Kampung pengusung KRPL dimana para warganya menyulap pekarangan rumah mereka menjadi pekarangan penyedia sayur mayur bagi keluarga. KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) sendiri adalah konsep pengusahaan pekarangan rumah secara intensif sehingga pekarangan rumah mampu menjadi penyedia bahan pangan yang berkualitas, beragam dan berkesinambungan. Prinsip KRPL sendiri selain pemanfaatan pekarangan dan keanekaragam sumber pangan tadi juga diharapkan mampu menjadi jalan masyarakat meningkatkan ekonomi keluarga. Pun ketika hasil panen dari pekarangan tidak secara langsung menghasilkan uang, dipastikan hasilnya mampu menekan pengeluaran keluarga khususnya dalam pengeluaran sehari – hari yang kaitannya dengan konsumsi keluarga.

kita kembali ke hasil pengamatan mata saya di kampung ini ya…

Tiba di lokasi kami disambut beberapa anggota KWT dan duduk – duduk berbincang di saung nyaman ditengah kebun mereka. KWT Nusa Indah selain masing – masing anggotanya menanam di rumah masing – masing, KWT memiliki kebun bersama yang mereka rawat dengan pembagian kerja antar sesama anggota. Pembagian kerja ini tidak mengikat dan memaksa namun didasari kesadaran dan tanggung jawab bersama.

Mengobrol dengan KWT dan Mbak Nur

Mengobrol dengan KWT dan Mbak Nur

Memasuki kebun mata kami dibuat jelalatan liatin tanaman – tanaman yang ada di sana. Cabe, terong, seledri, tomat, salada, pokcoy, caisim, daun bawang, kangkung, bayam, kembang kol (duh apalagi ya banyak). Menarik melihat sayur mayur yang biasa kita beli di tukang sayur atau di pasar tumbuh meriah di pekarangan rumah. perasaan ini pula yang mendorong saya mulai berhobby bercocok tanam di rumah beberapa tahun ini. lebih jauh dari itu kunjungan saya ke kebun KWT Nusa Indah kasih ide segar setelah liat wadah – wadah yang mereka pake bercocok tanam. kita yang hoby “berkebun” di tengah kota pada lahan terbatas pasti cuma terpikir polybag dan pot plastik sebagai wadah. Eh saya liat bahkan boboko (wadah nasi dari anyaman) bekas pun bisa begitu eksentrik dan antik loh apalagi disangga bambu lagi. Saya juga liat wadah nasi aluminium, ban bekas dsb. eh tapi ngomongin wadah emang sih apapun bisa dijadiin wadah tanaman. Bahkan kenalan saya sesama penyuka berkebun di pot pernah share foto sendal anak – anak bekas pun bisa dijadiin wadah tanaman dan tumbuh.

Menyenangkan hari ini berkesempatan mengunjungi kampung ini dengan kawan – kawan saya walau pulangnya saya sedikit kelelahan (tapi gak kapok *_*). Dibantu oleh CSR produsen semen setempat dan pendampingan dari PPL, penerapan KRPL di kampung – kampung seperti ini nyata menjadi opsi lain dimana wanita – wanita setempat bisa menentukan mau digunakan apa waktu luang mereka selain waktu yang diplotkan untuk merawat keluarga. Bercocok tanam adalah kegiatan positif dan menghasilkan.

Jangan kata di kampung atau desa dimana lingkungan mereka biasanya berdekatan dengan lahan – lahan pertanian, kegiatan berkebun (khususnya sayur mayur) kini jadi kegiatan dan hoby yang virusnya menyebar masif di masyarakat perkotaan (termasuk saya). Di perumahan – perumahan, di rumah – rumah berlahan sempit dan terbatas. Virus bercocok tanam di masyarakat perkotaan ini terwadahi banyak komunitas2 tidak hanya di satu kota tapi sepenjuru Indonesia. Intip saja sharing antara sesama mereka di social media. ah bagian yang ini akan saya ceritakan terpisah aja.

intinya perjalanan hari ini menyenangkan. Dan liat lah di foto gimana eksisnya saya dan teman – teman selama di perjalanan. walau sedikit rempong, tapi antusiasme kami terjaga hingga pulang. oh ya di saung KWT di Klapanunggal itu pun telah kami kukuhkan terbentuknya KWT yang anggotanya ya kami berenam dan saya akan senang hati bergabung dengan mereka memulai project kami untuk bercocok tanam di kantor *_*

Gaya lu Deeeees hahahaha (lagi jelasin tentang jambu kristal)

Gaya lu Deeeees hahahaha (lagi jelasin tentang jambu kristal)

image

Ibu KWT dan Tanaman Sayur yang gemesin *_*

image

Vertikultur dan itu Hatipah, SP atau fotografer ya?

image

aneka wadah

image

Mbak Kiki, Ahli gayem nomor wahid :)))

image

Pengukuhan KWT-PR + pembayaran iuran pertama

image

Bergaya bareng Mbak Nur, THL TBPP pendamping KWT Nusa Indah

image

Saung ini bikin pewe untuk duduk2 sampe2 ibu KWTnya pamit pulang duluan hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s