Sholat Tarawih Bersama Anak Autis

Di deket kawasan rumah gue, ada satu keluarga yang anaknya berkebutuhan khusus. Secara raga ia sehat, cantik malah. Gadis cilik autis itu terus beranjak dewasa. Sesekali melihatnya bermain di jalanan sepi gue suka berharap keluarganya gak kelupaan untuk mengawasinya atau setidaknya anak itu bisa menjaga dirinya jika ada tangan2 jahil.

Sholat tarawih malam ini anak gadis autis itu baris di barisan shaf sama ama gue. Bersebelahan. Ketika baru aja mulai berdiri untuk sholat Isya, anak itu menengok ke arah gue dan memiringkan kepalanya lalu tiba2 bertanya :

“Ini lebarannya kapan?, kita sholat terus”

Nyaris mengucap niat sholat Isya tapi gue gak tahan menyembunyikaan senyum gue. Akhirnya gue pun sholat terlambat sedikit karena kembali harus menjawab pertanyaannya.

“Lebarannya masih jauh…” jawab gue sedikit berbisik.

Dia tanya lagi : “memang tukang ketupatnya udah nyampe mana?”

Gue senyum makin lebar tapi kemudian teringat gue bisa terlambat memulai sholat. Sambil memberikan isyarat untuk dia juga diam, gue memulai sholat gue. Begitu pun dia. Sampai selesai.

Sementara jamaah lain sholat sunat, beberapa kali anak ini mengajukan pertanyaan yang tentu gak semuanya bisa gue jawab. Dimana dia bisa beli walkman, merk apa, model kotak atau bulat, dan pertanyaan lainnya.

Dia akhirnya terdiam termenung ketika terdengar suara kultum dari pengeras suara. Memang antara jeda sholat isya dan terawih selalu ada kultum yg diisi bergantian oleh jemaah bapak2.

Anak itu mengenali suara yang kultum. “Ini suara bapak A” (menyebut nama bapaknya) dan memang betul yang kultum adalah bapaknya si anak. Dia diam, matanya menerawang lalu tampak berpikir. Gue hanya duduk tenang di atas sajadah.

Gak lama dari itu dia tau2 nyeletuk sementara kultum masih berlanjut: “denger, katanya neraka tempatnya setan. Kasian ya setannya…” gue sekali lagi dibuat tersenyum. Tidak sampe merasa terganggu sebetulnya walau ada juga ibu2 yang sibuk ngedumel karena merasa suara si anak mengganggu kekhusyukan sholatnya.

Gue memuji Allah SWT yang memberikan kesabaran yang lapang ke setiap keluarga dan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Tentu orang tua – orang tua pilihan yang dikaruniai anak berkebutuhan khusus memiliki suka dukanya sendiri. sebagai tetangga yang notabene malam itu saya duduk bersebelahan dengan anak gadis mereka, saya memilih untuk bersikap ramah dan terbuka.

Entahlah, rasa – rasanya tempat ibadah seharusnya terbuka bagi siapapun. dan celotehan anak ini masih di tahap bisa dimaklumi. ayolah, jangan ketus. menjadi orang tuanya tentu tidak mudah, tak perlu lagi kita bersikap tak adil dan mengecilkan hatinya.

2 thoughts on “Sholat Tarawih Bersama Anak Autis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s