Ganti Profesi

Udah hampir seminggu ini gue bangun pagi dan berangkat kerja ke arah yang berlainan dari 8 tahun ini. Ya terhitung dari 12 Februari 2014 gue mulai jadi bagian dari salah satu kantor dibawah pemerintah kabupaten Bogor dengan status sementara sebagai CPNS.

Pergi bekerja tentu bukan hal baru buat gue. Selama 8 tahun ini gue pun punya profesi sendiri. Dan jadi Pegawai negeri cukup bikin beberapa hal berubah. Hal paling ketara perbedaannya adalah sbg pegawai negeri gue kudu pake seragam kerja. Itu looh baju kerja yang suka dipake orang-orang pemda.
Oh gini toh kerja pake baju seragam. Hoho kikuk rasanya di awal-awal. Kekikukan ini diakibatkan karena gue terbiasa kerja dengan baju bebas. Mengajar di kampus pun baju gue bebas walau tetep harus terlihat pantas.

Yah mungkin lama-lama juga terbiasa. Sekarang selain masa adaptasi pake baju seragam gue juga masih kudu siap pas diliat temen atau kenalan saat berseragam mereka senyum2 gak jelas hohoho.

Pake baju seragam PNS rasanya ada sebagian kebebasan yang terenggut. LOL drama banget.

Selain urusan seragam, hal lain yang harus gue adaptasi-in adalah kantor gue di arah yang berbeda dengan kampus dip IPB. Kalo biasanya ada ngajar jam 7 gue bisa berangkat jam 7 kurang tanpa harus terlambat (karena tinggal nemplok di ojek), nah ke kantor yang sekarang mesti lebih pagi. Karena lewatin banyak sekolah, perkantoran, lampu merah, stasiun,dll. Dan jam2 pagi ya gitu deeeeh… gak lucu kan kalo anak baru telat gak apel.

Beberapa tahun lalu saat bersenda gurau ama temen2 ngajar, gue pernah berceloteh sebagai pekerja freelance, pengajar informal yang bekerja sendiri gak punya teamwork dan gak punya kantor sendiri, sempet kepikiran pengen punya kantor, atau menjadi bagian dari sebuah kantor. Punya meja dan duduk bersebelahan dengan temen kerja lalu kerja di balik meja.

Dan sekarang hal itu terwujud. Walau masih tahap menjajaki seperti apa rasanya bekerja rutin pake seragam, di kantor dan di jam kerja yang ditentukan seenggaknya gue bersyukur mungkin Allah sedang menyodorkan cita rasa hidup yang lain.

Dengan begitu mungkin gue jadi lebih kaya pengalaman. Gak cuma ngomong pengalaman sbg pekerja informal, freelance gue juga merasakan jadi pekerja formal dan dipenuhi lebih banyak aturan.

Doa gue sih simple sementara ini. Minta Allah maksimalkan kemampuan adaptasi gue. Tombol ONnya kudu nyala. Mampu menyesuaikan dan menempatkan diri, mampu belajar hal2 baru lebih cepat, dan pikiran2 gue positif tanpa banyak berpikir dan menganalisa hal2 gak perlu.

Sisanya mudah2an lancar. Dan mudah2an gak ada yang lebih berat dari melepas jam luang yang dulu berlimpah dan fleksibel, ke mall di hari dimana orang2 kerja dan berjarak dengan temen2 tim kuliner.

Semoga Allah senantiasa menjaga, mengarahkan dan menunjukan jalan terbaik untuk hidup. Menjauhkan dari yang haram dan semoga semua ini memang yang terbaik. Amin

2 thoughts on “Ganti Profesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s