DiSapa 2 Saksi Yehuwa di Angkutan Umum

Hari Jumat lalu saya pergi berbelanja untuk kebutuhan acara di rumah di sebuah supermarket sederhana di kawasan pecinan kota Bogor. Setelah menyempatkan makan siomay dan asinan, tak lupa juga mampir ke sebuah toko alat tulis saya berpisah dengan kawan saya karena angkutan yang menuju rumah kami masing-masing berbeda.

Dengan 4 kantong belanjaan dan sebuah tas saya ambil posisi duduk di pojok angkot yang tidak terlalu penuh. Tak lama saya duduk naik 2 orang wanita. Satu berwajah Indonesia (entah timur atau sumatera utara), satu wanita lainnya berwajah asia (belakangan mengaku dari Korea).

Wanita berwajah Indonesia tadi terdengar ramah meminta maaf ke pelajar SMP di sebelahnya karena tak sengaja menduduki tangan ketika supir angkot tampak tak sabaran melajukan kendaraannya. Saya bergeming dan ikut melemparkan senyum. Kejadian seperti ini biasa, kami para pengguna angkutan umum memang harus menciptakan suasana toleran sesama pengguna transportasi publik.
Mbak tadi kemudian menyapa saya menanyakan sebuah toko alat tulis yang baru saja saya datangi. Ia pasti tau dari plastik khas toko tersebut diantara belanjaan saya. Toko alat tulis ini memang ngetrend sekali di zaman saya sekolah, ternyata mbak tersebut pun merasakan hal serupa di zamannya. Maka mulailah kami membincangkan masa lalu masa sekolah dan serunya belanja demi mendapatkan plastik lucu dari toko tersebut.
Perbincangan melanjut ke almamater sekolah. Saya terpancing karena mbak tersebut menyebutkan bahwa ia lulusan SMP yang ternyata sama dengan saya. Perbincangan terus bergulir dengan antusias karena seakan banyak kesamaan dan pengetahuan si mbak ini yang sama dengan cerita saya.

Tak lupa ia pun melanjutkan bertanya tentang aktivitas saya dan saya menjelaskan pekerjaan saya sekilas. Sesekali ia berbicara dengan temannya yang berwajah asia dengan memanggil eoni. Melihat saya memperhatikan ia menjelaskan bahwa kawannya adalah orang korea yang beberapa tahun ini menetap di Indonesia. Langsung ia berseloroh pastilah saya menyukai drama korea dan tau apa artinya eoni. Ya eoni dipakai orang korea ketika seorang wanita memanggil kakak perempuan. Tapi bagaimana dia yakin ya kalo saya suka dramaa korea? Apa di wajah ini terlukis wajah2 Lee Min Lo dan Kim Woo Bin? Dan sialnya lagi-lagi dia betul, saya suka drama korea.

Kami masih berbincang sekalipun angkutan umum sudah melewati 2 lampu merah. Mbak berwajah indonesia yang ramah dan piawai berbincang ini juga menanyakan dimana rumah saya. Belum sempat saya menjawab jelas dia menyebutkan “oh dekat ya makanya sekolahnya di SMUN 3”.

Nah loh, saya agak bingung bagaimana ia tau saya sekolah SMA 3 sementara saya tidak menyebutkan sekalipun mengenai SMA saya sejak mengobrol tadi. Setelahnya saya mulai defensif dan berpikir kesana kemari. Ya untuk yang hanya berjumpa kebetulan di angkutan umum barangkali inilah perbincangan yang terlalu lama dan cepat merangsek menjadi “akrab”. Saya mulai merasa si mbak bertanya terlalu banyak dan rinci.

Sebagai pengguna angkot saya dituntut untuk waspada selama di perjalanan. Saat itu juga muncul beberapa bayangan aneh dan membuat saya jadi cemas. Apa dua mbak2 ini beramah tamah untuk kemudian berbuat jahat? Kok banyak sekali kebetulan dan kesamaan? Mengapa mbak berwajah indonesia itu begitu antusias berbincang dengan saya?

Banyak kasus pencopetan di angkutan umum dengan teknik mengalihkan perhatian, saya pun berusaha untuk mengawasi barang bawaan saya. Tak sedikit kasus hipnotis di tempat umum. Saya berusaha untuk fokus dan tak kehilangan kendali dan mulai berpikir untuk mengakhiri perbincangan. Hoho mulai parno, tapi tak ada salahnya kan menjaga diri?

Tak lama mbak tersebut mengeluarkan sesuatu dari tas-nya kemudian memberikannya kepada saya. Ia memberikan beberapa tabloid dan meminta saya membacanya dan ia yakin saya akan mendapatkan manfaat yang besar. Saya menerimanya dengan sopan dan masih melirik sedikit sebuah alamat situs yang ia sarankan untuk saya baca.

Apa pula ini? Marketing MLM? Kok berujung dengan memberikan tabloid yang serupa brosur? Atau ini kegiatan penyebaran doktrin-doktrin yang saya yakin saya tak tertarik? Saya makin defensif dan berpikir untuk berganti angkutan umum karena yang bersangkutan terus bertanya dimana rumah saya.

Saya pun turun mendadak walau saya perhalus dengan berpura-pura akan pergi membeli sate ayam dulu sebelum pulang. Setelah turun saya menenangkan diri saya dari berbagai kecurigaan buruk saya tadi dan menunggu angkot lain.

Tak juga mampu menghilangkan rasa cemas, saya keluarkan tabloid2 yang diberikan kepada saya tadi. Di covernya tertulis judul “SADARLAH”. Saya membukanya sekilas dan tak sempat tau lebih banyak karena tadi saya tak memberinya ruang untuk menjelaskan rinci. Yang jelas tabloid itu saya tinggalkan di angkot kedua tidak saya bawa pulang.

Waduh, apa yang sedang dicoba diperkenalkan oleh mbak itu kepada saya? Saat itu saya hanya ingin pulang dan tak merasa aman di jalan. Masih merasa aneh kok mbak ibu bisa tau SMA saya tanpa saya sebutkan. Alhamdulillah tak kenapa2 dan tak sampai terhipnotis,dsb.

Sore ini saya googling mengenai tabloid yang saya terima tadi. Sesuai saat teman saya tak langsung mengunjungi situs yang disarankan.

Ternyata kejadian yang saya alami juga banyak dialami orang lain. Jika saya ditemui di angkutan umum, orang lain yang bercerita di blognya menjelaskan kejadian serupa yaitu dua orang mendatangi dengan ramah ke rumah-rumah. Ciri2nya pun sama, salah satunya pasti piawai berbincang dan ramah. Semua terasa halus.

Setelah saya mengunjungi situsnya, didapatilah informasi bahwa mereka sepertinya para pembawa misi untuk menyiarkan keyakinan kelompok mereka yang disebut “Jehovah Witnesses” atau saksi – saksi Yehuwa. Saya membaca selintas tentang hal dasar yang menjadi keyakinan mereka. Perbedaan pandangan mereka dengan umat kristiani umumnya yang kita kenal, pro dan kontra tentang keberadaan mereka, saya baca juga sikap gereja terhadap keberadaan mereka. Saya juga menemukan tulisan-tulisan dari mantan saksi yehuwa dan kisah hidup mereka, dan beberapa tulisan pengalaman muslim seperti saya didatangi oleh pembawa-pembawa misi yang konon gerakannya militas dan kegiatan syiarnya aktif ini.

Walah setelah saya baca saya jadi agak geli dengan kengerian di angkot kalo saya akan di hipnotis atau dicopet diangkutan umum rupanya kepala saya dipenuhi banyak berita kriminal. Rupanya kedua orang tadi adalah dua saksi – saksi yehuwa yang dalam kegiatannya memperkenalkan keyakinannya.

Tapi mengapa ke saya? Saya seorang muslim dan tentu tidak akan begitu saja dan insyaAllah tidak akan tertarik dengan yang akan mereka bagi. Saya memiliki keyakinan saya sendiri yang berbeda dengan mereka.

Tidak menjadi menyeramkan untuk berbeda keyakinan, hanya saja sedikit mencemaskan ketika berpikir orang asing tau terlalu banyak tentang kita dan bicara dengan begitu piawai dan halusnya sementara sebenarnya mereka memiliki misi untuk menyebarkan sesuatu.

Pelajaran kejadian ini : jangan terlalu mudah kepancing untuk berbagi informasi mengenai diri kita baik itu identitas, kesukaan, pekerjaan, alamat, dll yang mana bisa saja disalahgunakan oleh orang lain untuk kepentingan2nya.

Salam waspada *_*

One thought on “DiSapa 2 Saksi Yehuwa di Angkutan Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s