Berteman Dengan si Perfeksionis

Satu sore saya berbincang dengan satu murid saya yang masih duduk di kelas 2 SMA. Gadis yang belum juga beranjak usianya ke 17 tahun. Di sela-sela belajar yang bersangkutan tanya ke saya : “mba Dina, apa pendapat mba gimana tentang temen yang perfeksionis?”. Hmm saya diem dulu sambil mikir kalimat yang tepat.

“Saya rasa perfeksionis bisa baik bisa buruk. Baik dalam arti karena orang-orang perfeksionis tuh suka ngerjain sesuatu dengan baik, lengkap, sempurna dan rapih sesuai standar mereka. Buruk kalo ambisi mereka untuk sempurna bawa-bawa kita ikut ribet, jadi ngerepotin. Hehehe“. Begitu jawab saya.
Murid saya itu setuju dengan kata “ngerepotin”. Dia pun mulai bercerita tentang kenyataan bahwa di sekolah sahabat dia berteman dengan seorang perfeksionis. Dan dalam beberapa kesempatan si perfeksionis ini sempurna sebagai si perusak mood dan aura sekeliling.

Misalnya saat ada PR, pagi-pagi tiba di sekolah si A datang dengan berseri-seri walau ingat bahwa dari 10 soal PRnya, dia cuma mampu mengerjakan 9 soal. Lagi duduk-duduk santai nunggu bel masuk, si B yang perfeksionis dengan sibuk berkutat mengerjakan soal no. 10 begitu ngototnya. Sesekali mendesah, lalu sibuk menghapus, menulis dengan cepat. Si A yang tadinya tampak santai dan berharap soal sulit biarlah dibahas bersama guru tentu terbawa gelisah. Terbawa suasana si B seakan kalo gak betul semua segala hal menjadi bahaya. A pun mulai resah dan menimbang-nimbang “ikutan riweuh gak yaaaa?”.

Bisa jadi kasus lain adalah saat berada dalam 1 grup kerja kelompok. Saat sebagian anggota merasa sudah menyelesaikan tugas dengan maksimal, si perfeksionis tidak begitu saja dengan mudah menganggap pekerjaan selesai. Jangan aneh kalo jam mengerjakan menjadi lebih panjang karena si perfeksionis akan kembali mengecek bahkan merevisi sesuatu yang belum berkenan di hatinya, sekalipun kawan lain gelisah ingin cepat pulang.

Perfeksionis di benak saya adalah orang yang dalam pandangannya segala hal atau sesuatu harus sempurna. Kadar perfeksionis pada setiap orang tentu tak sama. Orang perfeksionis seringkali mencapai titik tertinggi dari target mereka. Nilai terbaik, tugas tanpa cela, dsb sebagai bayaran dari sikap mereka yang selalu melakukan dengan cara terbaik.

Perfeksionis menjadi tak menyenangkan jika sisi perfeksionisnya mendorong seseorang menjadi tidak toleran terhadap ketidaksempurnaan. Kesalahan kecil atau berkurangnya nilai dari apa yang mereka kerjakan seringkali menjadi beban berat untuk mereka.

Perfeksionis secara ekstrim mungkin kurang luwes terhadap kekalahan dan kesalahan. Standar yang dipakaikan kepada dirinya amat tinggi. Dalam kasus paling menyebalkaan si perfeksionis menjadi dramatis ketika hasil pekerjaan dia gak sebaik orang lain. Tersaingi lalu mengutuki dirinya sendiri. Gak santai dan ujungnya kita ikut-ikutan gak santai.

Murid saya kembali bertanya : “jadi yang ideal itu gimana mbak?”. Saya pun kembali bertanya ke yang bersangkutan menurut dia orang2 seperti kita (saya dan dia) yang santai asik2 gini udah merasa ideal belum? Sesekali ceroboh, seringkali melaksanakan tugas dengan motto : “yah do the best dulu lah, kalo gak mampu sempurna asal nilai masih di kategori bagus cukup aja deh”, kadang fleksibel ama standar. Enak sih enak orang macam ini gak mudah cemas dan tertekan ketika liat hambatan, tapi jika ingin jujur seringkali hasil sesuatu yang di dapat ya secukupnya juga.

Rasanya yang paling ideal adalah orang yang paling fleksibel. Yang tau sampai titik mana kemampuannya bisa mengejar kesempurnaan tapi di sisi lain selalu tau caranya untuk rileks dan realistis. Asik santai tapi selalu berusaha yang terbaik.

Percakapan tentang teman yang perfeksionis pun selesai sampai situ dengan kesadaran mengambil hal positif dari si perfeksionis dan tidak meniru yang negatifnya.

Selesai *_*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s