Banyak Nama

Malam ini karena satu dan lain hal saya sholat isya, tarawih dan witir sekaligus di rumah. Sendirian. Tak seperti biasanya abis sholat kali ini saya duduk berdoa lebih lama. Ada nama-nama yang saya tambahkan ke doa-doa saya.

Duduk menguntai doa dan menyebut nama satu per satu. Saya tambahkan ke nama saudara yang ini, yang itu. Lanjut kawan yang ini kawan yang itu. Lalu tetua yang ini dan yang itu. Terus saya telusuri nama2 yang teringat yang ingin saya doakan. Lutut saya rasanya lengket dengan sajadah.

Air mata saya mulai mengalir deras. Makin ditambah nama2 yang disebut makin saya menangis. Ya, yang saya sebut semuanya nama2 para almarhum dan almarhumah. Saya mendadak merasa banyak ditinggalkan. Sendirian.

Usia bertambah, kehilangan datang satu per satu diselingi kelahiran. Orang2 yang saya sebut namanya dulu hidup di dunia kini telah tiada. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada para almarhum.

Hidup berkisar tentang lahir dan mati. Saya sudah lahir dan tengah hidup. Satu waktu akan datang waktunya saya mati. Semoga Allah menunjukan jalan hidup yang manfaat, barokah dan jadi ladang ibadah. Semoga menjadi manusia lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Semoga di bulan suci ini Allah berkenan mengampuni segala dosa yang telah diperbuat dan mengabulkan semua doa yang terpanjatkan.

Amin..amin yaa robbalalamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s