Good Bye Cokie (Si Kucing Coklat pun Mati)

Cokie adalah kucing blasteran entah apa dengan apa. Saya gak begitu faham urusan kucing. Suatu hari si Cokie mendadak jadi bagian dari lingkungan rumah saya ketika cokie kecil jadi kucing peliharaan dan kesayangan anak perempuan di rumah sebelah.

Kebayang dong kucing kecil, gumincir orang Sunda bilang. Kami tetangga pun mulai terbiasa dengan kehadiran cokie yang bulu tubuhnya seluruhnya coklat dengan gradasi coklat lebih tua di bagian kuping dan bagian tertentu.

Hingga anak perempuan rumah sebelah pun lulus sekolah dan lanjut kuliah, cokie dirawat oleh ibu pemilik rumah sebelah. Satu waktu suami si ibu pensiun dan berencana lebih banyak menghabiskan waktunya beristirahat di kampung halamannya di Cimahi Bandung. Cokie yang mulai tak terperhatikan diwacanakan untuk diberikan atau disimpan dipasar.
Kala itu alm bapak saya mengusulkan untuk membiarkannya berkeliaran di sekitar rumah. Urusan makan bapak saya menyanggupinya, toh dipikirkan tak berat memberi makan kucing yang gak perlu makan makanan bermerk.

Cokie pun ditinggalkan dan berkeliaran sendirian di kawasan ini. Kadang tidur di rumah sebelah, kadang di rumah saya, kadang juga duduk di rumah lain. Ada 3 rumah disini yang mengklaim suka ikut memberi makan si Cokie. Rumah saya pun bahkan yang paling rutin menyediakan makan sekalipun alm bapak saya telah tiada. Rasanya kok ya harus juga melanjutkan ucapan kesediaan bapak saya untuk memberinya makan.

Cokie makin menua,warna bulunya mulai pudar. Makannya mulai rewel. Seringkali mengeong seakan merengek minta perhatian. Kalo saya makan sesuai yang dia suka baru sesuap dia udah nangkring di sisi. Kadang ganggu, kadang juga bikin riweuh karena dia mengekor terus. Tapi terkadang juga kasian, bayangin kucing tua sendirian sebatang kara ditinggal majikan. Kadang kami lebih berwelas asih sedikit, karena sekalipun bukan pencinta kucing, kami pun bukan orang yang mampu kejam ke makhlum hidup.

Pekan ini kami kehilangan kerewelan cokie selama beberapa hari ini. Kami yang suka kasih makan sekaligus rajin mengomel juga mulai sibuk saling bertanya mencari keberadaan kucing ini. Dua rumah lain pun sama saling menanyakan. Kebetulan pula pemilik kucing ini para penghuni rumah sebelah sedang bertandang.

Tapi sore tadi Cokie ditemukan telah mati. Tergeletak di sebelah paralon air atap mesjid tepat sebelah rumah. Setelah tetangga meributkan bau bangkai dan lama2 ada lalat, saya menyuruh tukang untuk naik ke atap rumah dan mengecek darimana bau berasal. Ternyata bukan dari rumah, tapi dari mesjid sebelah.

Cokienya mati😦
Sekalipun suka ngomel saat direwelin kucing yang SKSD karena tua dan kesepian ini, tapi saya juga berbagi makanan yang saya lahap dengannya. Seringkali kami lebih jutek ama kucing lain dan merasa lebih bertanggung jawab memberi makan cokie karena merasa dititipi.

Cokienya mati..kucing coklat itu terbujur kaku mulai dihinggapi lalat. Baunya mulai menyengat. Tukang memasukannya ke dalam karung besar dan mengangkatnya dari atap mesjid. Dari buntutnya saya tau itu cokie.

Pemilik rumah sebelah si pemilik utama kucing ini pun menyuruh tukang menguburkannya dengan layak di dekat rumah kami. Sebuah kuburan digali cukup dalam untuk membenamkan jasad kucing coklat ini yang mati entah karena apa.

Kucing rewel dan kurang perhatian itu sekarang gak akan ada untuk mengeong dan sekedar mengganggu kenikmatan makan kami. Saya memaafkannya untuk semua lauk yang ia curi. Semoga kesalahannya dibersihkan. Semoga dia pun memaafkan setiap omelan yang kerap dia dengar dari mulut kami.

Sedih juga ya..padahal tidak dalam posisi perawat kucing itu, bukan pula sebagai pemilik utama. Katakan saja ibu asuh. Saya jadi bisa sedikit bayangin perasaan blue seseorang yang kucing kesayangannya mati. Kucing yang mereka anggap anggota keluarga sendiri. Kehilangannya mungkin sama dengan kehilangan anggota keluarga.

Selamat jalan cokie..sampai jumpa lagi. Saya berharap bisa kasih tau alm bapak kalo cokie juga udah gak ada.

2 thoughts on “Good Bye Cokie (Si Kucing Coklat pun Mati)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s