Makan Sendirian

image

Kamu pernah makan sendirian di tempat umum? Restoran barangkali? Gerai fast food? Warung bakso? Mie ayam? Saya sih pernah, sering juga sih. Masalah? Enggak lah.

Tapi Kamis sore kemarin tumben2 rasanya kok lain. Duduk sendirian di salah satu restoran menjelang petang, menikmati teh dan sepiring kentang goreng saya kok merasa patah hati. Haha. Konyol tapi serius. Semacam perasaan sendiri dan seseorang yang saya tunggu tak datang menampakan hidungnya. (Yeaaah imajinasi seringkali membuat dramanya sendiri)
Sore kemarin sebenernya saya di restoran itu berdua dengan kawan lama dari Lampung yang saya temani membeli oleh2. Jam 17.30 dia pulang duluan karena petang itu ada penutupan kegiatan di hotel tempatnya menginap. Saya pun duduk melanjutkan menunggu mantan murid saya untuk urusan bisnis lain. Yaah teh dan kentang goreng itu emang sopan santun aja biar saya nyaman menunggu disana gak cuma modal dudul aja.

Murid saya pun datang. Setelah bertransaksi dan berbincang sebentar mereka pun pamit. Tinggallah saya sendiri menunggu entah siapa. Dan drama di kepala pun mulai. Action! Haha

Suasana temaram, cahaya lilin di meja, petang yang menggelap dan alunan musik lembut memicu galau juga. Saya pun meminta pelayan mengirimkan bill dan membungkus ketang goreng yang hanya tercolek sedikit. Alih2 menikmati suasana cozy saya malah ambil langkah seribu. Lebih baik pulang ke rumah.

Haha konyol…tapi hati saya tetep aja terasa sendiri dan patah. Sungguh *_*

2 thoughts on “Makan Sendirian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s