ADUH!! PERUT MELILIT

Sakit mana ada sih yang enak? Pertanyaan sangsi semacam itu ada benernya juga. Sakit baik yang cuma lecet seujung kuku sampe sakit2 lain yang serius tentunya amat mengganggu. Makanya mungkin ketika seseorang sakit dia bersabar dan bertawakal kepada Allah, konon akan menjadi peluruh dosa-dosa.

Tiga hari ini saya terkena diare. Diawali oleh badan yang terasa tak nyaman Kamis Pagi saya pergi refleksi tubuh saya dan tubuh terasa enak. Menjelang sore ketika saya menemani seorang kawan makan di satu mall, perut saya mulai mual, rasanya penuh gak karuan. Siang itu saya makan memang sedikit hanya formalitas menemani kawan makan.

Sepulangnya ke rumah saya langsung merebahkan diri di kamar. Perut mulai terasa berdesir-desir. Terasa hawa angin dingin di dalam perut. Berputar kemudian mulai melilit. Saya berusaha mencari termometer yang saya punya karena saya merasa saya mulai demam. Tubuh saya mulai panas.
Sore hingga malam itu pun saya meringkuk di kamar. Sekali saya mulai ke kamar mandi, kembali ke kamar lalu kembali ke kamar mandi. Ow ow ini diare. Saya berusaha mengingat makanan apa kira2 pemicunya?

Saya menghubungi kakak perempuan saya agar sepulang kerja ia menyempatkan untuk membeli obat penyetop diare dan penurun panas. Panas saya pun turun, namun diare masih berlanjut.

Jumat pagi saya kembali demam, badan saya keringat dingin. Sesekali kembali ke kamar mandi. Tapi pagi itu saya sempat ke RS untuk mengantar tante mengobati lututnya ke dokter saraf. Tadinya mau sekalian berobat namun antriannya membuat urung.

Hari jumat yang melemaskan itu pun saya habiskan di rumah dengan bolak balik ke WC, kembali meringkuk dengan perut melilit, keringat dingin dan tidak napsu makan apapun. Lemes.

Jumat malam saya pergi ke dokter 24 jam dengan mamah saya dan dokter memberi saya 3 jenis obat. Kata dokter, kemungkinan saya terkena bakteri makanan karena diare saya campur demam. Tapi malam itu melilit berdesir-desir dan diare belum juga reda.

Sabtu pagi saya ke RS menemui internist langganan saya. Sebuah tempat minum tetap berada di tangan karena saya tau saya terancam kurang cairan. Perut terkuras dan tidak terisi makanan. Dokter Djabir Abudan mengatakan saya tidak apa2 dan menyuruh saya melanjutkan sebagian obat yang diberi dokter 24 jam dan menambahkan 3 jenis obat lain. Saya disuruh makan pisang karena pisang bisa mengeraskan feses dan minum oralit dan sedia parasetamol.

Diare dan perut melilit masih saja bertahan. Sepertinya bakteri di perut ini butuh waktu untuk dimusnahkan. Saya memaksa diri saya makan bubur walau 2 suap, meneguk air yang banyak, menenggak oralit dan memastikan tubuh saya tetap kering agar gak lecet🙂

Hari-hari yang melemaskan dengan rambut lepek akibat keringat berhari-hari. Mata yang mengantuk karena malam pun saya bolak balik WC dan lelah karena bentar-bentar ke kamar mandi.

Minggu siang saya masih diare walau mulai berkurang. Saya pun berusaha memacu napsu makan karena saya tau tak punya tenaga karena gak makan. Beruntung hari ini mamah saya masak ayam goreng, sayur asem, dan pepes oncom. Pepes oncom yang saya cicip membangkitkan selera dan saya pun makan nasi walau sedikit.

Menjelang sore saya mulai merasa ada tenaga, ke WC mulai jarang. Diarenya sepertinya menyerah. Saya pun lanjut minum obat2an dari dokter, nenggak oralit dan minum. Sore saya merasa mulai baikan dan mulai bisa mengerjakan pekerjaan rumah.

Jadi malam ini sepertinya saya mulai sehat walau masih lemes dikit. Sprei kamar saya ganti dengan yang bersih, kamar mandi juga saya bersihkan, saya mandi dengan air panas dan mencuci rambut. Semoga hawa diare 4 hari kemarin sirna tak berbekas.

Sepertinya kalau boleh menyalahkan sakit perut ini karena saya jajan sembarangan.Rabu sore saya membeli mie rebus di dekat rumah dan pake saos merah-merah itu yang di plastik entah merk apa. Padahal saya tau itu saos abal2. Sepertinya karena itu.

Dan sore tadi reportase investigasi di TV menayangkan pelaku curang dari produsen saos abal2 yang menggunakan bahan2 tak layak dan bahan kimia bahaya untuk menekan biaya produksi dan menjual produk dengan murahh.

Terkena dampak kecurangan itu kah saya? Entahlah gak yakin. Namun satu yang pasti, mari ingat selalu untuk jajan makanan sehat. Karena sakit itu tak enak.

Terimakasih ya Allah karena sudah meredakan diare ini.

One thought on “ADUH!! PERUT MELILIT

  1. Sudah 3 hari perut saya sakit melilit ..apakah itu berbahaya ? Atau. Apakah itu tanda-tanda hamil.. dan yg sya rasakan sekarang tiap perut sya melilit.di barengi sma BAB..dan yg sya tnyakan lgi penyakit apa yg sya rasakan..?lalu apa penyebabny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s