JEDA

Aku memandangmu sebagai puisi
Kamu menganggapku jeda di antara paragraf

Aku mengingatmu sebagai musim semi
Kamu mengenangku sebagai hujan sekejap di musim kemarau

Aku jeda dan tak lebih, semoga sisanya bukan dialog dalam sebuah sandiwara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s