Film : Life Of Pi – Penyaji Indahnya Alam

image

Sore kemarin saya mengunjungi bioskop ditemani seorang kawan untuk menonton satu film yang resensinya saya baca di harian Kompas weekend. Sudah lama rasanya tidak menikmati film di bioskop. Namun sebuah gambar yang menceritakan seorang anak manusia bertahan di satu sekoci kecil di lautan bersama seekor harimau buas membuat rasa penasaran saya meletup-letup. Akhirnya saya memutuskan untuk menontonnya hari kemarin. Kebetulan saya libur *_*

Sebelumnya pastikan kamu menonton dalam versi 3D kalau tidak mau menyesal karena melewatkan sajian-sajian pemandangan alam dalam versi “biasa saja”.

Film ini menceritakan pengalaman dan perjalanan hidup seorang anak bernama Pi Patel (Piscine Molitor Patel) anak kedua dari sepasang suami istri di India yang memiliki sebuah Kebun Binatang. Entah bagaimana penulis menggambarkan kebun binatang pada novelnya, yang jelas sutradara film ini (beserta tim-nya) mampu menggambarkan pemadangan indah dari sebuah kebun binatang yang serupa surga. Setidaknya sebuah surga kehidupan di mata seorang anak kecil bernama Pi.

Pi hidup di kawasan tidak jauh dari pantai. Mengasah keingintahuannya akan binatang, keyakinan akan Tuhan dan tumbuh di keluarga yang demokratis. Lewat percakapan dengan ayah, ibu dan saudaranya Pi terbiasa hidup dengan pandangan berlainan. Pi kecil mencari dan memiliki keyakinannya sendiri akan sesuatu. Ilmu dan kekayaan berfikirnya ini yang nantinya akan jadi faktor terbesar ia mampu bertahan dalam kerasnya hidup.

Hingga suatu hari Sang Ayah memutuskan untuk hijrah ke Kanada dan memboyong keluarga serta hewan-hewan di kebun binatang yang dimiliki keluarganya. Pi remaja menolak. Karena sekalipun ia telah melewati kehidupan sekolah yang pahit karena namanya diplesetkan sebagai bahan ejekan, pi mulai mendapatkan ketenangan dan ketertarikannya sendiri. Termasuk seorang gadis yang membuatnya jatuh cinta. Keputusan Sang ayah mengusik kedamaian hidup yang awalnya ia berpikir sebuah surga.

Film yang sesungguhnya sedang mendengarkan cerita Pi dewasa kepada seorang penulis novel ini kemudian beranjak ke suasana kapal kargo sebuah perusahaan Jepang. Seluruh binatang ditempatkan di dalam kapal, dikandangi dan diberi makan serta sedikit obat penenang selama perjalanan. Pi dan keluarga tidur di dalam sebuah kamar bersama setelah peristiwa makan malam yang tidak menyenangkan. Keluarga vegetarian itu tidak mendapatkan makanan karena koki kapal tidak menyediakan makanan khusus vegetarian.

Pi yang serba ingin tahu keluar dari kamarnya karena merasakan guncangan hebat di kapal, ia tau itu adalah sebuah badai. Pi keluar dan mendapati hujan begitu lebatnya, angin besar dan ombak di lautan mengganas. Pi tidak takut, anak yang selalu penasaran akan segala sesuatu itu justru senang melihat petir menyambar-nyambar. Kebahagiaannya terhenti saat melihat ombak membenamkan kapal bagian bawah. Pi berlari dan teringat keluarganya yang tertidur. Sayang ia tak bisa menyelamatkan mereka. Adegan ala-ala kapal tenggelam ala titanic pun terjadi. Pi dan sebagian orang lainnya berjibaku memasuki sebuah sekoci.

Sekoci turun dari kapal dan pi ditemani oleh seekor zebra dari kebun binatangnya. Ya, hewan-hewan itu terlepas dari kandang dan ikut berhamburan sementara kapal siap karam. Ombak masih mengganas hingga kemudian Pi melihat sesuatu berenang mendekati sekoci. Ia pun mengulurkan dayung untuk membantu. Ternyata yang berenang menghampiri sekoci adalah seekor harimau liar bernama Richard Parker. Pi tentu menolak dan ketakutan. Ia berusaha menghalangi harimau yang menurut ayahnya tak mungkin berkawan dengan manusia itu ke dalam sekoci. Namun Richard Parker tetaplah naik, Pi pun lompat ke laut menghindari hewan karnivora tersebut.

Inilah inti cerita film ini. Apa jadinya seorang anak remaja laki2 bertahan hidup di lautan lepas beratus-ratus hari di sebuah sekoci yang berisi dirinya, seekor zebra yang patah kaki, seekor hyeena sang pemangsa, seekor monyet yang selamat dan tentu saja, seekor harimau buas bernama Richard Parker.

Jika melihat dari urutan rantai makanan, tentu kita bisa mengira-ngira siapa yang selamat pada akhirnya? Tentu saja Hyeena dan Harimau tadi bukan? Namun kekuasaan Tuhan berbicara di atas sekoci ini. Berada di laut dan nyaris tidak tersedia makanan siap saji bagi makhluk2 hidup ini tidak terelakan lagi mulai terjadi adegan makan dan di makan hingga tersisa hanya 1 anak manusia bernama Pi dan Richard Parker seekor harimau.

Mungkin itulah pembedanya kita manusia dengan binatang. Sekalipun tak menang buas namun manusia diberi akal dan berpikir. Pi berusaha mempertahankan hidup dengan perbekalan secukupnya yang disediakan sekoci sementara Richard Parker menikmati makanan dari daging2 kaumnya sendiri.

Akal Pi dipaksa berpikir ketika makanan Richard Parker habis. Pi mulai menangkap ikan dan memberikannya ke harimau tadi atau ia sendiri nanti yang disantap. Pi menentukan batas dirinya sendiri dengan Richard Parker. Harimau itu di sekoci, Pi di atas rakit ciptaanya.

Begitu saja terus mereka bertahan hidup di lautan. Sesekali mendapatkan makanan, sesekali menghadapi badai lain, sesekali mendapati fenomena alam yang aneh dan indah, menemukan pulau terapung yang misterius hingga akhirnya Pi dan Richard Parker tampak berserah akan apapun yang terjadi. Tak terasa usaha mempertahankan hidup dengan cara keduanya masing-masing sedikit banyak menciptakan ikatan batin setelah sekian lama bertarung dengan ajal di lautan. Setidaknya itu menurut Pi.

Disajikan dengan teknologi yang mendukung, film yang sarat makna ini mengajak kita ikut berfikir sepanjang film bagaimanakah seorang anak manusia bertahan hidup di tengah alam dan makhluk hidup lain ciptaan Tuhan yang Maha Besar. Mengajari kita bahwa salah satu yang membuat kita bertahan hidup adalah sebuah tujuan, mengajari kita kuat melewati banyak hal adalah keyakinan, seringkali yang menyelamatkan kita adalah bekal ilmu yang kita bawa dan sebagai manusia akal dan hati kita tidak pernah berhenti berpikir dan merasa dan menjadikannya kita tetap merasa hidup.

Film yang penyajian gambarnya begitu memukau. Kebun binatang yang sungguh jauh beda dengan Taman Safari di dekat sini, efek badai dan amukan laut yang seakan menunjukan betapa besarnya Sang Pencipta Maha Karya tersebut, laut yang kadang gelap dan dingin, laut yang kemudian tersorot hangatnya matahari pagi, laut yang menyediakan makanan, bahkan laut yang bersiap membawa kita mati.

Efek sepanjang film membuat kita bergumam betapa besar dan indahnya sisi dunia lain yang belum tentu akan sempat kita jamah. Saya paling suka gambar lautan dipenuhi ubur-ubur dan plankton yang menyebabkan laut terang keungungan seakan dipenuhi kunang-kunang. Kayak di dongeng aja. Juga pulau terapung yang ditemukan Pi yang ditengahnya tersedia laguna-laguna air tawar namun disaat malam pulau itu pun memakan apapun yang berada di atasnya. Zat asam menjadikan pulan itu tampak keemasan.

Saya puas nonton film ini. Selain karena saya tidak membaca bukunya sehingga nyaris tiada kritik yang bisa saya keluarkan untuk membandingkan penyajian keduanya, saya juga terpuaskan oleh sajian-sajian alam yang dibalut teknologi sinematografi yang mumpuni. Seakan nyata, seakan kita berada disana, menyaksikan pemandangan yang bahkan belum pernah kita bayangkan.

Film yang mengusung banyak pesan dan pencarian anak manusia akan keberadaan Tuhan. Namun tetap masuk akal karena keajaiban dan campur tangan Tuhan tidak disajikan dalam adegan-adegan ajaib dan instan. Sangat alami, tidak berlebihan namun kaya akan perasaan.

seperti apakah akhir dari perjuangan hidup Pi di lautan bersama seekor harimau di atas sekoci? Selamat menonton. Lebih nikmat menyaksikannya sendiri

3 thoughts on “Film : Life Of Pi – Penyaji Indahnya Alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s