Hujan Setahun Lalu

Semalam ini tenggorokan saya tercekat, hidung saya perih dan bulir-bulir air mata ini menetes dengan derasnya. Saya ingat sedang apa dan dimana saya malam jumat satu tahun lalu. Malam yang jauh berbeda.

Saya ada di Rumah Sakit dan gemeteran dan menangis seraya berdoa agar sakit alm bapak saya diredakan. Malam Jumat dengan hujan amat deras, alm bapak saya merintih-rintih kesakitan. Malam itu saya cuma mampu mundur beberapa langkah dan balik badan mencari tempat untuk berlari.

Hujan yang suaranya masih terbayang itu di mesjid rumah sakit lantai 2, saya duduk bersimpuh memohon dengan hati yang amat kecil berharap Allah meringankan sakit bapak saya yang dari magrib kesakitan.

Air mata saya tak terbendung. Takut, kecil, sedih, nyaris putus asa. Cuma menangis dan berdoa berkejaran dengan hujan. Malam saya lepas kendali dan lemah. Malam itu pula seluruh uwa dan paman saya datang sekalipun malam hujan.

“Din, semua organ bapak rusak Din..rusak. bapak gak akan ada harapan”. Rintih alm bapak malam itu sesaat setelah saya datang pulang kerja dan sore itu absen menemani bapak saat dikunjungi dokter. Saya cuma kebingungan melihatnya kesakitan dan ketakutan malam itu.

Minggu yang berat. Menemaninya di malam2 tak terpejam merintih kesakitan, berjibaku dengan persedian oksigen di tabung. Kalimat yang sering diucapnya kala itu “tidur din, tidur..nanti sakit”

Udah satu tahun aja dari malam itu. Dan bapak saat ini udah gak ada. Semoga dengan berpulangnya beliau, semua kesakitan fisiknya sirna dan berganti ketenangan.

Malam kali ini saya sudah tanpa bapak. Setahun, tapi setiap titik ingatan tahun lalu masih jelas terbayang di benak saya. Tak mudah dilupakan. Cuma doa sebagai anak yang mampu saya kirimkan. Semoga Allah memberikan kebaikan dan rahmat kepada alm bapak saya.

Ya Allah, jauhkan kami dan keluarga dari sakit yang sulit tersembuhkan. Jadikan rasa sakit yang pernah dirasakan oleh alm bapak saya di hari-hari terakhir hidupnya sebagai peluruh segala dosa dan khilafnya semasa hidup.

Rindu padamu, pak. Semoga doa saya cukup dan membawa kebaikan untuk bapak.

One thought on “Hujan Setahun Lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s