Perahu Dan Dermaga

Perahu dan dermaga. Sama-sama bertemu selepas hujan besar di lautan. Dermaga basah dengan ranting dan daun berserakan, perahu datang dari gelapnya lautan malam.    Mereka basah dan sama2 terkoyak.

Perahu berlabuh dan dermaga mengikatnya.  Perahu gelap dan kesepian, dermaga memberinya lentera kecil yang diletakannya di tengah perahu. Malam itu, dermaga tak sendirian. Mereka berduaan.

Malam sehabis hujan besar,angin bertiup membawa arakan awan gelap yang makin lama berganti satu dua bintang. Walau tampak malu bulan sesekali mengintip perahu dan dermaga yang berbincang semalaman. Mereka berdekapan.

Menjelang pagi air laut mulai bergolak. Angin entah darimana berhembus dengan kencangnya. Hujan deras turun kembali. Perahu terhempas ke gelapnya lautan. pergi meninggalkan dermaga. Mereka terpisah.

Pagi datang dengan heningnya. Badai dua kali datang dalam semalam. Mendatangkan perahu sekaligus kembali membawanya pergi. Dermaga diam, ini pagi tersunyi bahkan dari pagi yang paling sepi. Hanya seutas tali perahu tertinggal yang terikat dan terputus di malam yang sama.

Dermaga menanti perahu lain datang, perahu pergi terombang-ambing di lautan entah dimana akan kembali berlabuh.

Kamu perahu dan aku dermaga. Dan sepertinya cerita kita selesai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s