Duka Yang Ku Ikat

Dear bapak yang lama tak ku sapa,
Apa kabarmu?

Waktu berlalu begitu cepat bukan? 9 bulan tidaklah pendek.
Doa2 untukmu sampai ku hafal dan melekat dibibirku.
Kala ku sibuk kadang aku sampai lupa sudah mengucapkannya atau belum. Aku banyak lupa.

Ada yang selalu ingin ku ikat dalam diriku, sesuatu yang mungkin saja orang lain ingin membuangnya jauh2.

Duka
Aku ingin mengikat duka kehilanganmu seumur hidupku.
Bukan untuk bersedih
Cukup sebagai pengingat akan rasa kehilangan seorang bapak
Duka itu yang menekuk lututku dan menundukkan wajahku dan membuat mataku berkaca-kaca.
Duka yang sama yang menyuburkan kekhusyu-an dan tulusnya untaian doa seorang anak menghamba dan meminta kepada Tuhan-nya.
Jaga dan sayangi almarhum bapakku.

Aku sering lupa, lupa duka itu seharusnya tetap ada.
Semoga bapak tak merasa kesepian jika doaku terlambat datang.

Tenanglah pak, tenang hingga hari dimana kita akan dikumpulkan bersama. Semoga amal ibadahmu menemani dan doa2ku yang tulus sering menghampiri.

Kabulkan segala doa anak2 yang sedih ditinggal jauh bapaknya Ya Allah. Ditangan-Mu lah segala kuasa dan kehendak. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s