Cerita Naik Kereta Argo Parahyangan Bandung – Gambir (Jakarta)

image

Selasa kemarin setelah menutup liburan dan segala keperluan di Kota Bandung, saya mengajak ponakan cilik saya si Rafa pulang ke Kota Bogor menggunakan kereta. Sudah lama sekali sejak zaman saya SMP mudik ke Bandung naik kereta. Hari itu mamah saya juga ikut serta, tak ketinggalan teteh saya dan suaminya yang sama2 cuti sehingga kami sama2 bisa pulang belakangan. (Rombongan lain pulang Minggu sore).

Urusan tiket kereta saya dibantu oleh kawan saya di twitter Kang Agus Sopandi. Kebetulan beliau bekerja di PT. KAI – Persisnya di stasiun Bandung. Saya titip 4 lembar tiket Bandung – Jakarta (Gambir) untuk jam 12 siang. Jadi saya gak perlu repot pesan online ataupun membelinya langsung di stasiun. Tinggal ambil. Sssst, ini rahasia ya ternyata saya dapat kejutan kata Kang Agus tadi 2 tiket hadiah gratis dari beliau jadi saya cukup membayar 2 tiket lain. Duh saya senang dapet kejutan seperti ini tapi juga sekaligus malu karena memang berpikir menitip saja saya sudah merepotkan. Tapi katanya karena beliau lagi baik. Ya sudah, alhamdulillah🙂
Sehari sebelum keberangkatan saya mengambil 4 lembar tiket tadi di stasiun Bandung. Antri? Tidak. Kan cukup telp kang Agus pun keluar dari sarangnya🙂. Stasiun Bandung tampak bersih dan nyaman. Jauh dari kesan kumuh apalagi hiruk pikuk calo maupun pedagang asongan. Asik deh. Saya pun pulang setelah menunggu beberapa saat di stasiun. Tak lupa mampir ke Kartika Sari Kebon Kawung membeli daftar oleh2 agar esok hari gak repot. Saya hafal, dari stasiun cukup jalan kaki menyusuri trotoar kemudian nyebrang jalan, nemu deh Kartika Sari.

Esoknya walaupun jadwal keberangkatan jam 12.00, saya bersiap untuk tiba di stasiun Bandung setidaknya pukul 11.30. Berhubung situasi lalu lintas ciumbuleuit macet dan sulit di prediksi saya pun mempercepat pergi dan akhirnya tiba di stasiun dari pukul 10.30. Hehehe. Semangat.

Ruang tunggu stasiun Bandung nyaman, bersih. Saya sempat berkeliling melihat-lihat bahkan berbincang santai dengan kerabat yang menyusul ke stasiun karena menitipkan oleh2. Pukul 11.30 pun saya masuk ke peron dan langsung masuk ke kereta. Tertib sekali ya. Pesan tiket saja pakai nama dan no KTP. Nama kita tertera di tiket, saat akan masuk peron juga tiket dan KTP diperiksa kesesuaiannya. Bener2 bikin gak ada celah untuk calo. Peron pun sepi dan bersih karena hanya yang berangkat yang masuk.

image

Kami naik di kelas eksekutif gerbong 3. Tiket eksekutif Argo Parahyangan cuma Rp. 60.000. Wah ponakan saya antusias, dia senang melihat rangkaian gerbong dan ada 1 lokomotif bergerak sendiri. Dia menyebutkan nama2 Thomas dan kawan2. Di gerbong kereta pun dia tak kalan ceria. Sesaat setelah menyamankan diri dengan kursi dan bawaan kami, kereta pun berangkat tepat waktu.

Kereta mulai bergerak maju, satu per satu stasiun terlewati. Sebagian besar stasiun yang belum pernah saya kunjungi. Jadi berasa asing selama perjalanan. Ketika tiba di kawasan cipularang, dari balik jendela kami disuguhi pemandangan bukit2, terowongan, perkampungan dan dari jauh tol cipularang. Kereta beberapa kali melewati jembatan, hehe ini cukup bikin deg2an juga. Berasa di dufan🙂

image

Nyaris 3 jam di kereta, selain senang menyaksikan keponakan yang antusias kami juga menyempatkan makan siang dari masakan yang disajikan di kereta (bayar loh…). Kebetulan perut mulai keroncongan. Berusaha gak rewel deh sama harga dan rasa. Lumayan lah udah tinggal makan, daripada lapar sampe Gambir.

image

Selain makan di dalam kereta, saya juga menghabiskan waktu dengan membaca majalah kereta api yang disediakan di setiap kursi. Lumayan menarik bacanya, isinya ada komik tentang kereta, kebetulan edisi idul fitri jadi ada cerita tentang budaya idul fitri di negara2 lain. Saya juga membeli 1 majalah kereta edisi terbaru ketika di tawari oleh pegawainya. Rp.25.000.

image

Tak terasa tepat waktu sesuai jadwal kereta kami tiba di stasiun Gambir Jakarta tanpa perasaan resah karena di kursi kereta disediakan colokan2 listrik. Jadi HP saya terisi penuh batre selama perjalanan. Keponakan yang kebetulan hari itu berulang tahun pun kami belikan mainan kereta2-an dari penjual di dalam gerbong. Cukup mahal, namun kami merasa tak apa lah hitung2 hadiah ulang tahun dan kenang2an pengalaman pertama dia naik kereta Bandung – JKT.

image

Kami turun di Gambir dengan sedikit tidak bersemangat. Hehe karena tau kereta menuju Bogor yang akan kami naiki sementara tidak berhenti di Gambir. Fiuh lah akhirnya turun dan mencari taksi depan stasiun lengkap dengan 7 kantong besar bawaan kami menuju stasiun Gondangdia. La la la kami bawa happy aja toh niatnya juga jalan2.

image

Lanjut naik kereta CL menuju Kota Bogor. Kami gak membayar tiket lagi karena munurut informasi kami cukup menunjukan tiket kereta Bandung kami dan itu berarti gak perlu bayar tiket lagi. Hore…lumayan mengirit. Hitung2 uangnya dihibahkan ke taksi deh.

Setelah melewati berbagai stasiun di dalam kereta yang penuh kami pun tiba di Bogor. Lumayan, berdiri berdesakan sedikit untuk 1 jam. Karena dari Bandung jam 12 siang maka kami berbarengan dengan pegawai dan pekerja kantor bubar dan sama2 naik kereta. Fiuh.

Kesimpulan perjalanan kali ini :

1) naik kereta nyaman tidak bikin mual di perjalanan. Namun gerakan kereta yang monoton lumayan bikin ngantuk juga. Bebas macet tapi rasanya perjalanan jadi sedikit berputar-putar dibandingkan lewat tol. Tapi pemandangan di jalan bagus.

2) harga tiket kereta lumayan bersaing dengan tiket travel ke Bogor. Sama persis malah. Kelebihannya adalah gak kena macet, kekurangannya adalah harus berganti kereta untuk melanjutkan ke Bogor. Travel mah langsung ke rumah.

3) kalau mau naik kereta sebaiknya tidak banyak2 membawa barang bawaan demi kenyamanan diri sendiri. Simple2 aja. makan minum bisa belii di kereta.

4) kami cukup sial karena berbarengan dengan waktu dimana CL sementara gak berhenti di gambir dan tiba saat pekerja kantor bubar pulang.

5) biaya termurah Bogor – Bandung dimenangkan oleh angkutan Bis. Hanya Rp.40.000 saja. Dijalan pun sebenarnya tak kalah nyaman. Saat berangkat saya dari Bogor 9.15 tiba di terminal Bandung pukul 12.00 Via cipularang.

6) naik kereta menyenangkan, perlu dicoba lain waktu. Gak perlu khawatir karena stasiun Bandung cukup nyaman dan cuma 1 kali angkot dari stasiun ke ciumbuleuit tempat sebagian besar keluarga saya berada🙂

Selesai sudah perjalanan berkereta hari itu. Di stasiun Bogor keponakan dadah2 dulu sama CL yang akan kembali ke Jakarta dan Kereta Sukabumi Bumi Geulis yang kebetulan akan berangkat.

image

One thought on “Cerita Naik Kereta Argo Parahyangan Bandung – Gambir (Jakarta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s