Antara Ahmad Heryawan, Arya Bima, dan Bintang Pamungkas

Tiga nama tokoh ini boleh jadi ada kesamaan yang belum tentu orang lain “ngeh”in. Apa kesamaannya? Kesamaannya yaitu di waktu belakangan ini ketiganya jadi figur yang paling sering saya liat di spanduk atau baliho.

Kita ke Pak Gubernur dulu ya. Berhubung tinggal di Jawa Barat saya sesungguhnya gak perlu merasa aneh kemana pun saya berjalan rasanya gak sulit menemukan foto pak gubernur yang keliatan kalem ini. Mau di baliho tengah kota maupun sampai di pelosok kabupaten leuwiliang sana. Bahkan saat saya berkunjung ke rumah kakak saya di dekat gunung sana dalam perjalanan setiap beberapa meter ada foto gubernur.

Satu yang paling menghipnotis adalah baliho kecil di kawasan taman kencana bogor. Kecil tapi tulisan “keberhasilan telah teraih” di baliho itu terbaca, terlihat lagi dan lagi berhubung setiap hari saya naik ojek dan belok tepat dekat baliho tersebut.

Sekarang ke Arya Bima. Saya familiar dengan wajah Arya Bima yang sepertinya suka ada di TV. Yang belakangan agak aneh adalah maraknya foto,baliho maupun spanduk yang memasang foto Arya Bima di Kota Bogor. Bahkan saya baru ngeh jika yang bersangkutan warga Bogor.

Di kawasan jajanan Bogor Permai, ada spanduk Arya Bima. Naik angkot lewat pintu istana Bogor dekat pos polisi juga ada spanduk Arya Bima. Saat parade pawai ultah Kota Bogor juga ada rombongan Arya Bima (ternyata mewakili paguyuban pemuda), kalau lewat area arzimar ke atas tuh (lupa nama daerahnya) ada bangunan berposter Arya Bima. Mungkin itu base camp paguyuban tadi. Bahkan saat sama2 ke kondangan di Bandung saya pun bertemu arya Bimaa di depan pintu Lift Hotel Trans Studio. Di Lobby pun liat rangkaian bunga untuk pengantin (Anak mantan walikota Bogor) atas nama Arya Bima.

Sekarang ke Bambang Pamungkas. Bisa jadi banyaknya foto bambang pamungkas menggunakan baju merah adalah peristiwa paling terbaru dari yang lain. Semua itu karena di moment lebaran ini BP jadi salah satu tokoh pemuda di sosialisasi zakat di Dompet dhuafa (kalo gak salah).

Di warung jambu ada spanduk zakat gambar BP, di lokasi lain pun serupa, saat menyebrang jalan di kawasan Air Mancur melintas mobil operasional lembaga zakat tadi dengan mobil dihiasi gambar BP. Ketika saya ke dokter dianter kawan, kawan saya memberikan tabloid dari lembaga zakat. Tebak foto siapa yang saya liat? Ya BP.🙂

Tidak menjadi masalah sebenarnya bagi saya. Yang saya fahami pada akhirnya ternyata ketika dilakukan secara masiv poster,spanduk,foto,baliho,tabloid,dll sekalipun mereka tampak diam tak bicara namun saking sering dan kontinu dilihat secara perlahan kehadiran dan eksistensi mereka memenuhi ruang alam bawah sadar kita. Kita pun jadi ngeh mereka ada.

Gubernur mungkin sosialisasi bahwa pada periode tugasnya banyak pekerjaan yang berhasil. Arya Bima saya masih belum faham motifnya, barangkali untuk sosialisasi kefigurannya di kalangan masyarakat umumnya pemuda Kota Bogor. Untuk apa? Ya gak tau atuh…🙂. Kasus BP kemungkinan kemudaan BP dan keberhasilannya sebagai atlet yang pasti dikenal banyak anak muda dipergunakan untuk sosialisasi kesadaran zakat pada pemuda. Seakan membawa pesan orang muda pun seharusnya sudah aware tentang zakat.

Wajah mereka bertigalah yang secara kebetulan paling sering saya lihat bertebaran di lokasi2 tertentu. Bikin saya sadar, ooh ya spanduk dan baliho itu efeknya selewat jika diliat sekali. Tapi jika rutin dan ada dimana saja berasa injeksi memory dengan pesan bahwa mereka ada dan eksis.

Entahlah, saya hanya meracau🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s