MUDIK

Moment lebaran seperti sekarang ini adalah moment dimana banyak orang mudik ke kampung halamannya masing2. Silaturahim saat hari raya membuat sebagian masyarakat bergerak dari satu tempat ke tempat lain sesuai tujun masing-masing.

Mudik sangat identik dengan lebaran. Sejak H-7 hinggi H+7 Idul Fitri suasana mudik di jalanan antar kota, antar provinsi sudah diberitakan secara terus menerus oleh televisi. Mudik bukan hanya anak pulang ke rumah orang tua, tetapi seiring berkembangnya ceritaa mudik kemudian akan disertai oleh ikutnya menantu, cucu, tak kalah ketinggalan bahkan besan ikut sekalian jalan2.

Buat saya tontonan info mudik di televisi selalu menarik untuk disimak. Karena saya bisa ikut membayangkan dan menyaksikan kondisi perjalanan di daerah lain tanpa harus susah2 ikut merasakannya sendiri. Bermacet-macetan berjam-jam, sedek2an di terminal, stasiun, pelabuhan,bandara. Saya dengan tenang duduk manis menyaksikan lewat televisi.

Saya tidak suka perjalanan. Beruntung mudik saya hanya ke Bandung. Itu pun jika terjebak macet rasanya udah gimana. Menonton Info Mudik di televisi bisa membawa saya ke tempat lain yang tidak saya lewati.

Tapi ya seringkali reportase mudik pun nakut2in kita. Mau berangkat, taunya ada siaran langsung dari jalanan yang mau kita lewati sedang macet total. Tak jarang info seperti itu membuatkita urung berangkat.

Seperti apapun ceritanya, sejauh apapun tujuan mudiknya, rasanya mudik sudah menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat kita. Karena niatnya adalah silaturahim kepada keluarga, boleh jadi ini adalah budaya yang positif. Sejauh para pemudik tidak memaksakan diri dan mengedepankan keselamatan selama dalam perjalanan.

Dari rumah saya sambil tiduran di atas kursi depan TV dengan daster kesukaan saya, saya mendoakan dari sini siapapun pemudik yang akan pergi maupun berangkat, baik di stasiun,bandara,pelabuhan dan terminal dan yang sedang terjebak kemacetan, saya doakan semuanya selamat pulang dan pergi. Bisa bersilaturahim dengan keluarga tersayang dan kembali beraktivitas nanti saat libur usai.

Sekarang saya mau leyeh-leyeh lagi di atas kursi. Saya pemudik yang mudah ciut,sehingga mudik ke Bandung aja pake diundur menunggu arus mudik mereda🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s