LEBARAN – peLEBARAN badan

image

selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H.

Setelah satu bulan kita berpuasa akhirnya tiba juga kemarin kita di hari nan fitri. Idul Fitri tahun ini nyaris serentak dan gak ada perbedaan hari ataupun mundur seperti tahun lalu. Alhamdulillah.

Idul Fitri atau juga kita sebut lebaran tentu identik dengan hidangan-hidangan khas yang dari tahun ke tahun dipastikan ada. Salah satunya ketupat. Ketupat saya fikir hampir rata dijadikan menu utama di banyak daerah. Mungkin sayur dan lauk pauknya saja yang berbeda.

Tiga atau dua hari menjelang lebaran, biasanya masyarakat mulai tumpah ruang di pasar. Saya pun demikian bertugas mengantar mamah saya berbelanja. Jangan bayangin ramenya ya.. pusing, panas, kaki pegel dan mulut kering karena masih puasa.

Banyak yang dibeli di pasar. Jika rezekinya cukup selain daging, beras, sayur mayur, kelapa untuk santan, kerupuk,cemilan hingga buah2an rasanya semua ingin dibeli. Seperti akan menyambut tamu apa gitu di rumah.

image

Setelah dibelanjakan, maka dimasaklah di rumah. Sehingga ketika malam takbiran dan berbarengan dengan sidang isbat hidangan2 itu sudah matang. Nah disinilah godaan besar menghadang. Malam takbiran rumah kami sudah terbiasa mulai memakan hidangan lebaran. Dilanjutkan esok pagi sebelum sholad ied, lalu siangnya, dipastikan malamnya pula.

Bak orang baru sembuh sakit dan mamayu (hawa enak makan selepas sakit dan kehilangan napsu makan), sehabis puasa kemudian bebas makan jam berapa aja jika tidak pintar-pintar mengaturnya bisa2 perut membuncit kesana kemari. Fiuh. Itu belum cemilan dan makanan lain semacam kue2, ice cream, buah2an, dan makanan hantaran kerabat lainnya.

Saya gak terbiasa langsung puasa sunat syawal setibanya tanggal 2 Syawal, maka selama masih ada hidangan2 itu pula, semakin godaan banyak menggoda. Mana ada pula aktivitas kuliner. 3 hari lebaran ini sudah 2 restoran yang kami sambangi.

Huhuhu…

Hari ini hidangan lebaran sudah tandas tak berjejak. Menu makanan sudah berganti ke menu sehari-hari. Kami makan bersama di rumah karena malas berpergian. Ada dua keluarga yang makan bersama di rumah saya hari ini. Menu amat lengkap. Saya sampai miris liat perut saya hahaha

image

Sebagian besar masakan mamah saya, ayam bakar dan es campur itu bawaan bibi saya. Haduh, bagaimana menghindar dari kegiatan semacam ini coba? Saya juga belum sarapan. Tapi menu dan lauk sebanyak ini diperparah makan bersama-sama agak muskil sanggup mengendalikan diri dan napsu.

Sudah ya lebaran, saya ingin mengembalikan ritme makan saya ke ritme wajar. Saya jadi kangen bulan Ramadhan dimana makan begitu teratur dan tertakar. Dududu saya selalu pura2 gak liat timbangan badan tiap kali saya masuk kamar. Hihihi besok2 lagi aja deh ah nimbangnya.

Lebaran, jangan sampe atuhlah jadi ajang peLEBARAN badan. *siapin alas kaki, jadwalin jogging*

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s