Kesederhanaan Makan Di Warung Nasi Khas Sunda

image

Entah kapan mulainya mereka berada disana, namun tengoklah di sekitaran jalan Bina Marga Kota Bogor dan beberapa tempat lainnya. Banyak bertebaran warung tenda dari gerobak dan kursi kayu ditutupi tenda sederhana. Ya warung nasi khas Sunda. Di atasnya terpajang beragam jenis masakan, gorengan, sambal hingga lalapan. Sederhana namun meriah.

Beberapa waktu lalu tenda2 ini bertebaran di sepanjang jalan pajajarann sisi terminal. Namun sepertinya keberadaannya dianggap mengganggu lalu lintas sehingga dipindahkan. Saya belum pernah terpikir untuk makan disana karena makan di sisi jalan besar dan sisi terminal kok ya saya bayangin polusi udara kendaraan yang lewat ya.

Beruntung setelah pindah, semalam saya di ajak kakak bersama keluarga saya makan di salah satu warung tersebut. Tetap sisi jalan namun bukan jalan sebesar pajajaran. Saya tak masalah dengan ini. Akhirnya setelah pindah kakak saya menemukan lagi langganannya.

image

Wah seru juga liat deretan masakannya ya. Di tata semarak memancing saliva saya mengalir. Ada tahu, tempe, tempe tepung, lalapan (daun kemangi, salada, pohpohan, terong hijau, mentimun, leunca, kacang panjang, kol,peuteuydll), sambal merah terasi, sambail cabbe ijo, ayam goreng, empal, paru goreng, gurame, oseng oncom, tumis jamur, sambel goreng kentang, cumi cabe ijo, tahu orek, jengkol balado dan lain sebagainya saya gak bisa liat sebelah ujung sana ada apa aja.

Duduk gantian di meja gerobaknya, nanti kita memilih masakan yang akan kita makan dan disajikan dengan nasi. Beberapa lauk seperti ayam, paru,tahu dan ikan digoreng dulu biar panas dan disajikan di piring kecil.

Duduk makan berderet dengan pembeli lain. Semangat makan di tempat yang sederhana namun menu semarak menggugah selera. Hal terbaik lainnya adalah disodorin teh panas minum sebagai pendamping makan. Saya senang makan disana. Senang karena melihat konsumen lain pun senang. Tak banyak obrolan. Sepertinya semua lebih khusyuk makan dan buru2 geser jika selesai memberi kesempatan pembeli lain.

Pantas saja kakak saya menjadikan warung nasi khas sunda gerobak ini sebagai favoritnya. Suami kawan saya pun sama. Sering bela2in parkir di salah satu supermarket lalu berjalan kaki dan duduk makan di tenda sejenis ini.

Berapa kita harus bayar? Lumayan murah. Semalam saja makan berempat dengan nasi tambah, dan lauk rupa2 juga ada masakan yang dibungkus kami hanya membayar 92rb rupiah saja.

Senangnya saya menemukan goreng paru yang lama saya idamkan. Paru yang tebal, digoreng lembek dan tidak hanyir. Sebelum bapak sakit dan berpulang saya sering rewel minta dicarikan paru semacam ini, bapak membelikannya beberapa kai dari warung makan maupun restoran. Namun tak ada yang pas dengan yang saya maksud. Semalam saya menemukannya, jika bapak saya tau mungkin beliau senang dan minta juga *_*

image

2 thoughts on “Kesederhanaan Makan Di Warung Nasi Khas Sunda

  1. Jika bisa menemukan yang semacam ini di dekat tempat tinggal saya di Jakarta adalah surga. Sayangnya apartemen hanya bersahabat dengan cafe dan resto yang mahal, padahal rasa nikmat tidak selalu identik dengan harga.

    • Disini banyak bertebaran kang. Pertama bogor ya emang seuprit. Jd mereka bersandingan lokasinya antara warung tenda, cafe, resto maupun hotel. Cobain ke bogor atuh. Pas pintu keluar Tol bogor kok. Ratusan meter dr belokan tol depan terminal bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s