Nasib Rumah Makan Sunda jalur Bandung Via Puncak

image

Sepi ya.. rumah makannya kurang rame. Padahal malam itu kebetulan masih ada 3 meja yang terisi sih. Lumayan. Mobil yang parkir pun ada beberapa.

Sepanjang perjalanan ke Bandung lewat puncak kemarin saya lihat rumah makan sepanjang jalur Cipanas, cipatat , cianjur hingga Padalarang banyak yang sepi. Bahkan gak sedikit yang kosong melongpong sudah tak ada isinya.

Pada zamannya dulu, sepertinya bisnis rumah makan di daerah situ semarak sekali. Maklum, untuk ke Bandung umumnya orang2 melewati jalur puncak. Bis2 bekerja sama dengan rumah makan dan biasanya di perjalanan berhenti sesaat dan penumpang tak sedikit yang ikut makan.

Ingatan saya dan kenangan makan di rumah2 makan seperti ini cukup banyak. Maklum saya dari kecil kalo ke Bandung ya pasti lewat situ dan makan di perjalanan. Hanya saja rasanya berbeda. Mungkin karena dulu ramai, masakan selalu tampak baru dan semarak. Sekarang sepi begini menu2nya jadi tampak gitu2 aja.

Ya betul, ini pastinya ekses dari adanya jalur Bandung via Tol Cipularang. Mungkin sebagian orang yang bosan dengan kemacetan puncak lebih memilih lewat tol ataupun menggunakan kereta. Padahal dulu angkutan umum ke Bandung umumnya lewat deretan rumah makan ini. Seramai-ramainya jalur puncak, dulu paling di buang ke kawasan Jonggol atau bahkan Sukabumi.

Ya begitulah zaman ya. Selalu ada perubahan, ada kemajuan, ada pula kemudahan sekaligus tentu saja ada yang dikorbankan.

One thought on “Nasib Rumah Makan Sunda jalur Bandung Via Puncak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s